9.Rasa apa ini

Saat pertama kali Pramudya datang ke rumahku di hati ini merasakan ada sesuatu entah apa.

Selama ini Aku hanya merasakan hampa,kesal dan entah perasaan apa lagi yang ada di hati.Mungkinkah itu semua terjadi karena adanya rasa kecewa pada sosok sang Ayah yang membuatku selalu saja menutup diri karena rasa takut jika Aku merasakan sakit hati lagi.

"Pagi semua". sapa ku saat tiba dimeja makan.

"Pagi kak," Faiz menjawabnya sambil tersenyum.

" Kamu kenapa iz lihatin kakak seperti itu?tanyaku sambil menaruh nasi goreng ke dalam piring.

"Engga kok kak".

" Yakin?

"Faiz cuma mau tanya sesuatu".

"Apa itu?

"Kira-kira kak Pram ada waktu ngga buat ajarin Faiz berlatih bola basket,kebetulan sekolah Faiz mau ikutan Turnamen kak".ucapnya panjang lebar.

" Memangnya tahu dari mana Kak Pram bisa bermain basket?

"Tahu dari Kak Pram".

" Oh gitu, ya udah nanti kakak tanyain sama orangnya ya".

"Makasih kak."

" sama-sama."

"Nak Pram itu baik ya kak"ucap ibunya.

"Iya, dia memang baik Bu."

"Cocok kalo jadi pacarnya kak Lita".celetuk Mutia.

Deg...

Aku terdiam.

Ibu dan Faiz menatap Mutia.Mutia yang merasa bersalah bicara menjadi terdiam.

"Kakak sudah kenyang,kakak berangkat duluan."pamit ku sambil mencium tangan Ibuku dengan takzim.

"Assalamu'alaikum.

"Wa'alaikumsalam"

Setelah Arlita pergi,dimeja makan suasana kembali sunyi.

"Dek,jangan pernah bicara begitu lagi sama kak Lita sepertinya kak Lita tidak nyaman jika kita membahas tentang urusan pribadinya".ucap Faiz.

" Maaf Kak sebenarnya Tia hanya keceplosan tadi,sumpah Tia tidak bermaksud seperti itu."ucapnya menyesal.

"Ya udah nanti minta maaf sama kak Lita,"ucap sang ibu.

Mutia menganggukkan kepalanya.

Setelah selesai mereka berdua berangkat sekolah bersama karena mereka bersekolah ditempat yang sama.

Lita memasuki gedung sekolah,di sana sudah banyak siswa dan siswi yang datang.

" Lita..".panggil seseorang.

Aku melihat Tea dan Gea lalu tersenyum

"kalian baru datang?tanyaku.

" Iya".jawab Gea lalu menghampiri ku dan kami pun berjalan beriringan menuju kelas.

Suasana di dalam kelas sudah ramai,Aku melangkah menuju tempat duduk ku.

Aku juga melihat Pramudya sudah datang.

Pramudya melihatku dan tersenyum.

"Kenapa Ar?tanyanya.

" Apa kamu ada waktu luang?" Faiz ingin minta kamu untuk melatihnya main bola basket".

Pramudya diam sebentar karena sedang berpikir.

"Hari Sabtu dan Minggu aku free,jadi bisa buat melatih basket,soal tempat tentuin sendiri lalu kabarin aku kalau sudah siap."

"Baiklah nanti ku kasih tahu sama Faiz kalo kamu bisa ngajarin Faiz. Thanks".

"Sama-sama".

Bel berbunyi tanda masuk lalu pelajaran pun dimulai.

Setelah hari itu Pramudya mulai merasakan kalau Arlita telah sedikit berubah,entah apa yang terjadi.Arlita mulai menghindar saat tidak sengaja bertemu baik di sekolah maupun di Restoran.

Seminggu berlalu.

Suasana pagi di kantin tempatku sekolah sangat ramai banyak siswa-siswi yang makan disana.Aku,Tea dan Gia pun ikut serta meramaikannya juga dengan ikut makan di sana.

Saat asyik makan tiba-tiba seseorang berdiri dan mendekatiku.

" Wah ternyata ada orang susah makan disini."ucapnya dengan senyuman mengejek.

Aku hanya diam tanpa merespon dengan apa yang di ucapkan nya.kata-kata itu sudah sering Dia ucapkan jadi Aku sepertinya biasa saja menanggapinya.

sikapku acuh seakan -akan tidak ada orang dan melanjutkan makan ku.

"Brak." suara meja di gebrak

"Elo tuli ya sampai gue ngomong,elo tidak denger ya? tanya Yana kesal.

Gea yang kesel langsung berdiri,saat hendak menyahut untuk membalas kata-kata itu

Lita langsung ikut bicara"

"Biarkan saja."

"Tapi Lita kata-kata si Yana sangat keterlaluan,kalau tidak dibalas nanti dia bisa besar kepala".ucap Gea lagi.

Arlita berdiri berhadapan dengan Yana cs,tanpa bicara apapun Lita melangkah pergi meninggalkan kantin diikuti Tea dan Gea.

Hati Yana semakin emosi karena Lita sama sekali tidak menanggapinya."Awas lo nanti".ancamnya geram.

Saat tiba di dalam kelas Lita melihat Pramudya,laki-laki itu tersenyum

"Deg...deg..deg."

suara jantungku berdetak sangat kencang,perasaan apa ini."ucapku dalam hati.

bersambung

Episodes
1 Pertemuan pertama
2 2.Kedatangan sang pemilik restoran
3 3.ini seperti mimpi
4 4.masa lalu
5 5.Kejutan disekolah
6 6.Penjelasan
7 7.Penguntit
8 8.Pergi bersama
9 9.Rasa apa ini
10 10.Arlita putriku
11 11.karma
12 12.curhat
13 13.pergi tanpa pamit
14 14.Hari yang menyedihkan
15 15.sedih
16 16.kenyataan
17 17.lelah
18 18.mulai menerima
19 19.pingsan
20 20.fakta
21 21.
22 22.Egois
23 23.lamaran mendadak
24 24.kita nikah
25 25.hal penting
26 26.bicara
27 27.sah
28 28.membuka hati
29 29.pulang
30 30.pulang ke rumah besar
31 31.menantu hebat
32 32.ketahuan
33 33.Rasa bahagia
34 34.Mimpi
35 35.jalan-jalan
36 36.jalan-jalan
37 37.
38 38.Rumah baru
39 39.Hidup bersama
40 40.Obrolan malam
41 41.Bersama
42 42.Bertemu sahabat
43 43.Trauma
44 44.
45 45.
46 46.Pov Mahesa
47 47.Bicara
48 48.
49 49.
50 50.
51 51
52 52.
53 53
54 54.
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68.
69 69.
70 70
71 71.
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78.
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147.
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
2.Kedatangan sang pemilik restoran
3
3.ini seperti mimpi
4
4.masa lalu
5
5.Kejutan disekolah
6
6.Penjelasan
7
7.Penguntit
8
8.Pergi bersama
9
9.Rasa apa ini
10
10.Arlita putriku
11
11.karma
12
12.curhat
13
13.pergi tanpa pamit
14
14.Hari yang menyedihkan
15
15.sedih
16
16.kenyataan
17
17.lelah
18
18.mulai menerima
19
19.pingsan
20
20.fakta
21
21.
22
22.Egois
23
23.lamaran mendadak
24
24.kita nikah
25
25.hal penting
26
26.bicara
27
27.sah
28
28.membuka hati
29
29.pulang
30
30.pulang ke rumah besar
31
31.menantu hebat
32
32.ketahuan
33
33.Rasa bahagia
34
34.Mimpi
35
35.jalan-jalan
36
36.jalan-jalan
37
37.
38
38.Rumah baru
39
39.Hidup bersama
40
40.Obrolan malam
41
41.Bersama
42
42.Bertemu sahabat
43
43.Trauma
44
44.
45
45.
46
46.Pov Mahesa
47
47.Bicara
48
48.
49
49.
50
50.
51
51
52
52.
53
53
54
54.
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68.
69
69.
70
70
71
71.
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78.
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147.
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!