2.Kedatangan sang pemilik restoran

Bel berbunyi menandakan semua murid untuk pulang.

Lita memasukan peralatan sekolah kedalam tasnya dan bersiap untuk pulang.

"Lita kita nongkrong di kafe deket sekolah yuk,Elo kan sudah lama gak ikut kita" ucap Nola dan Tea dengan raut muka memelas biar mereka bisa membujuknya..

"Maaf bestie gue gak bisa, kan gue harus kerja,mungkin lain kali,oke." balasnya sambil merangkul kedua temennya keluar dari kelas.

"Janji ya,lain kali kita hang out bersama".

" Iya gue janji".

Kedua temannya tersenyum senang sambil melanjutkan langkah mereka menuju tempat parkir lalu mereka berpisah.

Lita melangkah keluar gedung sekolah menuju Halte untuk menunggu Mobil Angkot.

Dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikannya di dalam Mobil Sport,siapa lagi kalau bukan pengagum setianya "Pramudya Gilang Perdana".

Lita menaiki Mobil Angkot untuk pulang ke rumah dulu untuk mengganti baju seragam sekolah,lalu setelah itu dia berangkat kerja.Hampir 15 menit Dia pun sudah sampai di rumah.

"Assalamu'alaikum!" ucapnya setelah membuka sepatu dan masuk kedalam rumah.

"Wa'alaikumsalam!" ucap Mutia sang adik.

"Ibu pulang Dek?" tanyanya pada adiknya.

"Belum Kak mungkin sebentar lagi!" jawab Mutia.

Arlita masuk ke dalam kamarnya.Setelah mengganti seragam sekolah berganti memakai Baju Kaos lengan pendek dan celana levis.Lalu dia melangkah keluar kamar sambil membawa tas ranselnya.

"Kakak berangkat kerja dulu". pamitnya kepada adiknya yang melihat kearahnya.

"Tidak makan dulu Kak?" tanyanya.

"Tidak sempat Dek,ini saja sudah terlambat.Kakak berangkat dulu ,Assalamualaikum".

"Iya kak.Wa'alaikumsalam,

hati-hati dijalan Kak".

"Iya." ucapnya sambil melangkah keluar rumah karena ojek online sudah menunggunya.

Sementara ditempat yang berbeda kesibukan sangat-sangat terlihat,mulai dari yang sibuk bersih-bersih dan juga kegiatan lainnya.

Arlita memasuki gedung Restoran mewah itu,matanya memperhatikan keadaan sekitarnya.Dalam hatinya bertanya-tanya

"Apa mungkin mau ada acara party lagi,kok semuanya terlihat sibuk".ucapnya dalam hati.

"Lita kamu sudah datang?" tanya Mba Hera sambil menghampirinya.

"Ya Mba, maaf Aku telat". balasnya.

"Oke no problem,dimaafkan!" ucapnya.

Arlita tersenyum senang

"Cepatlah Kamu ganti seragam terus langsung ikut kerja,karena hari Bos besar mau datang."ucapnya lagi.

"Baik Mba!" ucap Lita sambil melangkah ke ruang ganti.

Setelah selesai Lita ikut berkumpul berdiri berjajar bersama teman-teman nya yang seprofesi dengannya.

Sebuah Mobil Spot berwarna merah berhenti tepat didepan pintu masuk Restoran.

Pintu Mobilnya terbuka,keluarlah sosok laki-laki tampan dan disambut oleh Manager Restoran Pak Teguh dan Para Staf yang lain.

"Selamat Datang Tuan Muda!" sambutnya

"Terima kasih semua telah menyambut kedatangan saya." balasnya lalu melangkah masuk kedalam Restoran.

"Ya.. ampun gantengnya".ucap Rea melihat sosok bosnya terkagum-kagum.

Lita melihatnya,alangkah terkejut Dia ternyata pemilik Restoran tempatnya bekerja adalah murid baru disekolah dan juga yang mengadakan party semalam.

Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya,seakan-akan tidak percaya.

" Oh My God."ucapnya dalam hati.

Acara perkenalan pun telah selesai,kini semua karyawan di Restoran sudah kembali bekerja.

Sementara di dalam ruang kerjanya seseorang sedang memeriksa beberapa berkas tentang Data keuangan.

Disela kesibukannya Laki-laki itu menelpon bagian dapur untuk menyiapkan makan siang untuknya.

Lalu Dia juga menyuruh karyawan yang bernama Arlita untuk segera mengantarkan pesanannya ke Ruangannya.

"Lita." panggil Mba Hera

"Ya Mba."ucapku sambil mendekatinya.

" Kamu dipanggil tuh sama Bos!" ucapnya.

"Aku Mba." ucapku terkejut

"Iya kamu Arlita,memangnya yang namanya Arlita ada berapa? balasnya.

"Aku takut dipecat Mba,nanti nasibku gimana". ucapku khawatir.

"Kamu jangan berprasangka buruk dulu,sudah sana anterin makan siang buat Bos jangan sampai telat".

"Baiklah Mba".jawabku lesu.

Aku melangkah kearah dapur untuk mengambil troli yang di atasnya sudah disiapkan dengan aneka makanan yang tersaji diatasnya.Ku dorong troli menuju keruangan sang bos dengan hati yang was-was.

"Mungkinkah hari ini terakhirku bekerja." pikirnya

Didepan ruangan

"Tok..tok..tok!" suara pintu diketuk

"Masuk." ucap seseorang dari dalam.

Arlita membuka pintu lebar-lebar dan mendorong Troli yang berisi makan siang dan menutup pintunya.Sekilas Aku melihatnya.Dia terlihat begitu sibuk membaca beberapa berkas.

"Maaf Pak,mau diletakkan dimana makanannya?" tanya ku yang masih berdiri untuk menerima perintahnya.

"Letakan saja dimeja itu". ucapnya sambil merapihkan berkas-berkas dimeja kerjanya.

"Baik pak". ucapku sambil meletakan makanan di atas meja.Setelah selesai aku berniat untuk pergi tapi langkahku terhenti karena mendengar dia berbicara.

"Mau kemana kamu?" tanyanya sambil melangkah menuju sofa.

"Saya mau kembali kerja pak". ucapku.

"Duduk disini!" ucapnya.

"Tapi...!" ucapku bingung.

"Temani Saya makan siang".

Aku hanya terdiam.

"Cepatlah,duduk disini".ucapnya dengan suara sedikit tinggi.

Aku masih berdiri ditempat.

"Kenapa masih berdiri?" tanya sambil menatapku.

"Saya tidak dipecat kan Pak?"

tanyaku tiba-tiba.

Dia tersenyum smirk."kemungkinan besar iya!"

Aku terkejut mendengarnya.

"Anda serius Pak? Harus cari kerja lagi".batinku berucap.

"Tapi,itu jika kamu tidak nurut sama perintah saya". ucapnya.

"Baiklah,asalkan saya tidak dipecat!" ucapku pasrah.

"Duduklah temani saya makan." perintahnya kemudian.

"Baik pak".ucapku dan ikut duduk di sofa berhadapan dengannya.

Dia melihat ke arahku.

" Makanlah yang banyak,aku tahu kamu belum makan siang kan".

Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda iya.

"Dari mana dia tahu kalau aku belum makan,apakah dia seorang cenayang."batinku berkata.

"Kenapa,apa ada yang Kamu pikirkan?" tanyanya selesai makan.

"Tidak ada Pak Saya hanya merasa ini tidak pantas berada disini dengan Anda,saya inikan karyawan Anda bukannya kerja malah makan siang bersama Anda". ucapku.

" Anggap saja sekarang kamu sedang kerja". ucapnya.

"Kerja,Saya kan tidak lagi kerja orang cuma temenin Bapak makan.Nanti yang ada gaji saya berkurang ."ujar ku ceplos

Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.

Laki-laki itu tertawa kecil.

"Kamu tidak usah khawatir,gaji Kamu tidak akan dipotong percaya sama saya kan Bosnya ini juga bagian dari pekerjaan".ucapnya

Gadis itu terdiam.

" Satu lagi mulai hari ini jangan panggil saya dengan panggilan Pak,kesannya saya ini sudah tua banget".

"Maksud Anda apa?" tanyaku bingung.

"Kita ini seumuran,jadi lebih baik kamu panggil Nama aja". pintanya sambil melihat kearah ku.

"Saya tidak bisa Pak,Anda kan Bos masa saya harus panggil dengan Nama saja".

"Hanya kalau kita lagi berdua saja seperti ini juga pada saat berada disekolah, bagaimana?"ucapnya

Sejenak Gadis itu berpikir lalu menganggukkan kepala tanda setuju.

Dia tersenyum,"Ya ampun baru lihat dia tersenyum saja sudah buat hati ini tidak karuan,rasanya ada yang aneh gitu!"batinku berbicara.

"Mulai sekarang kita ganti bahasanya,mulai dari saya menjadi aku dan Kamu bisa juga panggil aku dengan panggilan Pram saja". pintanya.

Setelah lama berpikir akhirnya Aku berucap "Baiklah."

Akhirnya kami melanjutkan makan siang yang tertunda.

sesekali aku meliriknya,makan berdua seperti aku merasa seperti pasangan suami istri,padahal kenyataannya kami baru 2 kali bertemu.Pertemuan pertama di acara party semalam dan yang kedua disekolah.

"Dunia sempit sekali bukan". pikirku.

"Terima kasih,sudah temani aku makan siang." ucapnya.

"Sama-sama."balasku sambil merapihkan tempat makan

dan menaruhnya di atas troli.

Aku melihat Pram melangkah kembali ke meja kerjanya.Dia melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

bersambung

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

kan teman skls dskul lho...

2024-10-24

0

Novita Sari

Novita Sari

saya suka saya suka 😍

2024-09-17

0

ˢ⍣⃟ₛAngela

ˢ⍣⃟ₛAngela

cinta pertama ku😅😅😅

2024-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan pertama
2 2.Kedatangan sang pemilik restoran
3 3.ini seperti mimpi
4 4.masa lalu
5 5.Kejutan disekolah
6 6.Penjelasan
7 7.Penguntit
8 8.Pergi bersama
9 9.Rasa apa ini
10 10.Arlita putriku
11 11.karma
12 12.curhat
13 13.pergi tanpa pamit
14 14.Hari yang menyedihkan
15 15.sedih
16 16.kenyataan
17 17.lelah
18 18.mulai menerima
19 19.pingsan
20 20.fakta
21 21.
22 22.Egois
23 23.lamaran mendadak
24 24.kita nikah
25 25.hal penting
26 26.bicara
27 27.sah
28 28.membuka hati
29 29.pulang
30 30.pulang ke rumah besar
31 31.menantu hebat
32 32.ketahuan
33 33.Rasa bahagia
34 34.Mimpi
35 35.jalan-jalan
36 36.jalan-jalan
37 37.
38 38.Rumah baru
39 39.Hidup bersama
40 40.Obrolan malam
41 41.Bersama
42 42.Bertemu sahabat
43 43.Trauma
44 44.
45 45.
46 46.Pov Mahesa
47 47.Bicara
48 48.
49 49.
50 50.
51 51
52 52.
53 53
54 54.
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68.
69 69.
70 70
71 71.
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78.
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147.
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Pertemuan pertama
2
2.Kedatangan sang pemilik restoran
3
3.ini seperti mimpi
4
4.masa lalu
5
5.Kejutan disekolah
6
6.Penjelasan
7
7.Penguntit
8
8.Pergi bersama
9
9.Rasa apa ini
10
10.Arlita putriku
11
11.karma
12
12.curhat
13
13.pergi tanpa pamit
14
14.Hari yang menyedihkan
15
15.sedih
16
16.kenyataan
17
17.lelah
18
18.mulai menerima
19
19.pingsan
20
20.fakta
21
21.
22
22.Egois
23
23.lamaran mendadak
24
24.kita nikah
25
25.hal penting
26
26.bicara
27
27.sah
28
28.membuka hati
29
29.pulang
30
30.pulang ke rumah besar
31
31.menantu hebat
32
32.ketahuan
33
33.Rasa bahagia
34
34.Mimpi
35
35.jalan-jalan
36
36.jalan-jalan
37
37.
38
38.Rumah baru
39
39.Hidup bersama
40
40.Obrolan malam
41
41.Bersama
42
42.Bertemu sahabat
43
43.Trauma
44
44.
45
45.
46
46.Pov Mahesa
47
47.Bicara
48
48.
49
49.
50
50.
51
51
52
52.
53
53
54
54.
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68.
69
69.
70
70
71
71.
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78.
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147.
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!