"Nile,kamu bisa istirahat dulu nanti baru kita bahas lagi soal proyek nya"
"baik nona"
"pak Will"
"ya nona"
"antarkan Nile ke kamar nya"
"baik nona"
"terima kasih nona"
"hmm"ujar Teresa setelah itu dia pergi ke dalam kamar nya untuk membersihkan tubuhnya dan setelah selesai dia segera memakai pakaian nya, setelah selesai Teresa segera turun ke bawah untuk menemui orang tua nya dan tamu nya.
"kakak"
"iya,ada apa sayang"
"aku ada tugas dari sekolah,nanti tolong bantuin nya"
"tugas apa memang nya hmm"
"entah lah kak,aku juga kurang mengerti"
"pfffff kenapa tidak mengerti hmm,apa kamu tadi tidak memperhatikan pelajaran nya"
"tentu saja aku memperhatikan nya,tapi tidak semua nya"ujar Greyson pelan dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"pfffff hahaha"
"baiklah nanti kakak bantu, katakan kamu ingin makan dengan apa hmm"
"nasi goreng seafood"
"itu saja"
"dengan milk shake cokelat dan cake"
"baiklah tunggu di sini dulu,kakak akan buatkan untuk mu"
"aku ikut ya kak"
"ya sudah ayo,tapi jangan ganggu kakak ya"
"siap kak"
"sayang"
"iya ma"
"tolong buatkan untuk mereka semua ya"
"baiklah ma"
"Teresa ke dapur dulu"
"iya sayang"
"sejak kapan Rere bisa memasak kak"
"sudah lama"
"sepertinya banyak perubahan di diri Rere kak"
"kamu benar,tapi terkadang aku merindukan sosok Teresa yang dulu"
"sepertinya kami akan menyetujui perjodohan ini derent, bagaimana dengan mu"
"aku juga setuju Mike tapi perjodohan ini tetap harus meminta pendapat dari anak-anak"
"uncle bujuk saja Rere,aku yakin jika uncle yang membujuknya pasti dia mau"
"yang di katakan Leo benar kak"
"aku akan mencoba nya nanti"
"siap-siap untuk menjadi ipar kami"bisik Tama kepada Steve
"ayolah kak jangan membuatnya tertekan"ujar Leo
"haha Steve kenapa wajah kamu seperti tertekan seperti ini "
"sudah cukup kalian mengganggu ku"
"ckck aku ingin lihat perubahan kamu setelah menikah dengan sepupu kami"bisik Tama
"pasti sangat menyenangkan melihat mu tunduk kepada nya"bisik Leo mereka memang suka bercanda satu dengan yang lainnya
"apa yang kalian bertiga bicarakan sampai-sampai berbisik seperti itu"ujar papa derent dengan menatap tajam kearah dua keponakan nya dan calon menantunya
"biasa uncle soal kerjaan"ujar Leo dengan tersenyum kikuk
hampir satu jam Teresa di dalam dapur dengan berkutat memasak makanan untuk sang adik setelah satu jam akhirnya masakan nya sudah jadi dan Teresa membawa keluar kopi,jus dan juga cake nya.
"Tere dimana adik kamu"ujar papa derent saat melihat putrinya datang sendiri
"lagi ada di gazebo pa, sedang makan"
"sajikan untuk mereka dan ya di ujung depan itu untuk grandma Monica karena itu gula nya lebih sedikit"
"kamu masih ingat tentang ini sayang"
"tentu saja grandma,ini untuk papa dan mama"
"terima kasih sayang"
"Rere jadi hanya kedua orang tua kamu yang di layani oleh kamu bagaimana dengan kami semua nya sayang"ujar aunty Lauren dengan memasang wajah cemberut
"baiklah aunty,aku akan mengambil kan nya untuk aunty"
"biarkan saja aku yang akan mengambil kan nya untuk mereka"
"baik nona"
"tolong kamu awasi Greyson saja"
"baik nona saya permisi"
"hmm"
"ini untuk aunty dan juga uncle"
"terima kasih sayang"
"aunty tidak menyangka loh gadis kecil yang tomboi dulu kini menjelma menjadi perempuan yang anggun"
"hah,aunty memangnya dulu pernah bertemu Tere sebelum nya"ujar Tere yang terkejut dengan perkataan momy Clara, sedangkan momy Clara terkekeh melihat reaksi Teresa
"tentu saja sayang,dulu aunty sering mengunjungi tempat mu tinggal"
"benarkah itu aunty tapi kenapa aku tidak ingat ya"
"karena kamu selalu sibuk bekerja sayang, sampai lupa jika mempunyai seorang mama yang menunggu putri nya untuk bermanja-manja dengan nya"ujar mama Victoria dengan cemberut
"haha mama ini ada-ada saja"
"kenapa hanya momy Dady dan uncle aunty yang di ambil Lin kenapa kami tidak"ujar Tama dengan menatap tajam kearah Teresa
"apa kamu pikir aku akan takut dengan tatapan mata mu itu huh tidak,kalian masih muda ambil saja sendiri"ujar Tere dengan membuang mukanya ke samping
"sayang tidak boleh begitu, tolong ambilkan untuk Tama dengan yang lainnya juga"
"hmm mama terlalu memanjakan keponakan mama itu,kalau begitu kita tukeran tempat saja Tama Leo"
"tukeran tempat bagaimana maksud mu"
"kalian menjadi anak nya mama dan aku menjadi anak nya aunty saja"ujar Tere dengan memanyunkan bibirnya
"sayang berapa usia kamu, kenapa seperti anak kecil sih"ujar momy Lauren yang gemas melihat tingkah Rere yang menurut nya sangatlah lucu
"ishhh aunty sakit tau,jangan di cubit pipi aku nanti bisa tambah besar pipinya"ujar Tere dengan kesal
"haha astaga sayang kenapa aunty tidak pernah melihat kamu seperti ini dulu ya"
"karena aunty terlalu pusing ngurusin anak aunty yang kayak tembok berjalan Thu"ujar Tere dengan menunjuk ke arah Tama dan Leo dengan menggunakan dagunya
"sayang, duduk lah ada yang harus kita bahas dulu dengan mu"
"hmm"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments