"huh sepertinya aku sudah tidak memiliki pilihan lain"ujar Tere kepada dirinya sendiri
tok tok tok tok
ketukan pintu kamar yang keras membuyarkan lamunan Tere dengan sedikit kesal dia membuka pintu kamar nya dan saat membuka pintu matanya terbelalak melihat Tama dan Leo berdiri di depan nya dengan menyilang kan kedua tangannya di depan dada.
"Tere sepertinya kita harus memberikan mu pelajaran, bisa-bisa nya kamu berbicara seperti tadi di hadapan mereka semua"ujar Tama dengan kesal dan berjalan masuk ke dalam kamar Tere dan di ikuti oleh Leo
"lebih baik kalian berdua keluar dari dalam kamar ku"ujar Tere yang sudah hafal dengan sifat kedua sepupunya itu
"jangan harap kami keluar sebelum memberikan mu pelajaran"ujar Leo
"salah sendiri kenapa kalian terus memojokkan ku hah"ujar Tere tak kalah kesal nya
"Leo tangkap kucing ini dan setelah itu baru dia berikan pelajaran"ujar Tama dan memberikan isyarat kepada Leo
"Leo berhenti di tempat sekarang juga"ujar Tere yang berlari ke sana kemari saat melihat Leo berjalan kearah nya
"aaaaaaa Dady tolongin Tere, keponakan Dady sudah gila"teriak Tere yang berlari ke sana kemari sedangkan semua orang yang mendengar teriakkan Tere langsung berjalan keluar kamar mereka, mereka terkejut melihat aksi kejar-kejaran Tere Tama beserta Leo
"Tere berhenti sebelum kami mematahkan kaki kamu"teriak Tama
"apa kau gila hah,aku tidak akan mengantarkan nyawaku kepada kalian berdua"ujar Tere yang masih berlari
"Tere berhenti kami bilang"
"tidak akan"
"kalian ini berhenti,ini sudah malam waktu nya istirahat bukan kejar-kejaran apa kalian mengerti hmm"ujar papa derent dengan menatap tajam kearah tiga makhluk hidup itu
"mereka duluan dad yang mulai"
"diam kami tidak melakukan nya kalau kamu tidak berbicara sembarangan"ujar Tama dan Leo bersamaan dengan kesal
"itu karma untuk kalian karena sudah mencari masalah dengan ku"ujar Tere yang bersembunyi di belakang tubuh Steve
"Tere lihat bagaimana kami akan membereskan mu besok"ujar Tama meninggalkan Tere yang masih bersembunyi di belakang Steve sedang kan yang lainnya sudah masuk kembali kedalam kamar mereka begitupun dengan Leo
"mereka sudah pergi"ujar Steve dengan lembut
"kamu memang berbeda dengan yang lainnya Tessa"bisik Steve di telinga Tere yang mana membuat nya menegang mendengar panggilan dari Steve, sedangkan Steve sudah masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Tere yang masih terdiam di tempatnya
"hah kenapa dia bisa tahu nama panggilan ini,hanya satu orang yang selalu memanggil ku itupun si kutu buku"ujar Tere yang masih berdiri di depan pintu kamar Steve
"haisss seperti nya,otak ku kebanyakan buat kerja sehingga salah mendengar perkataan nya tadi,ya seperti nya aku memang salah mendengar nama panggilan nya tadi"timpalnya dengan menggeleng kan kepala kuat dan pergi menuju ke kamar tidur nya
setelah sampai di dalam kamar tidur nya Tere tidak bisa memejamkan matanya begitu juga dengan Steve,dia terus membayangkan wajah Tere yang kadang dingin,cuek tak terasa itu membuatnya tersenyum lebar hanya dengan membayangkan Tere.
"gadis kecil kita bertemu lagi"ujar Steve dengan tersenyum menyeringai
"hah sepertinya kamu memang sudah tidak mengenali ku lagi"timpalnya
sedangkan disisi lain Tere masih saja memikirkan panggilan dari Steve untuk nya dan itu masih terngiang-ngiang di kepala Tere.
"haisss pergi dari pikiran ku kenapa selalu saja muncul sih"ujar Tere dengan kesal
"arrrrrrrrttght...... aku tidak bisa tidur kalau begini apalagi besok status juga berubah"ujar Tere menghela nafas panjang
"jika aku tidak memikirkan tentang perasaan Dady dan momy mungkin aku sudah pergi dari sini"
"aku harap keputusan ku kali ini tidak akan melukai perasaan ku kembali,aku berharap kamu orang yang terakhir berada disisi ku"
KEESOKKAN HARINYA
"selamat pagi Dady momy"ujar Tere dengan mencium pipi kedua orang tua nya
"selamat pagi sayang"ujar kedua orang tua Tere
"kenapa kamu memakai pakaian kantor sayang"ujar momy Victoria yang baru menyadari penampilan putrinya
"memangnya kenapa mom,hari ini aku akan ke kantor ada urusan"ujar Tere dengan sengaja
"sayang kamu tidak lupa jika hari ini kamu akan ke kantor sipil kan"ujar momy Victoria dengan menyipitkan matanya sedangkan Tere mengerutkan keningnya
"untuk apa mom"ujar Tere
"sayang bukankah hari ini kamu akan menikah di sana hmm"ujar momy Victoria yang gemas melihat tingkah putrinya yang berpura-pura lupa
"benarkah mom,tapi di agenda ku hari ini sepertinya tidak ada jadwal seperti itu"ujar Tere dengan tersenyum kecil
"sayang,jangan berulah mengerti"ujar momy Victoria dengan menarik hidung kecil putri nya
"aduh mom sakit,Tere bukan anak kecil mom"
"kamu memang bukan anak kecil tapi sifat kamu terkadang melebihi anak kecil kau tahu itu huh"
"I'm sorry mommy, I can't stand it if I don't tease mommy."ujar Tere dengan tersenyum lebar melihat momy nya kesal terhadap nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments