"tuan tunggu sebentar tuan"teriak sang asisten yang tertinggal di belakang
"kenapa anda mau ke kantor dosen tuan"tanya sang asisten
"untuk melaporkan gadis tadi"jawab Tama dengan datar dan ekspresi wajah yang sulit terbaca
"tapi tuan"
"tidak ada tapi-tapian"
"arrrrrrrghttttt kenapa bisa hilang kalung itu"teriakan Charlotte berada di dekat gerbang kampus dengan mencari kalung nya
"tuan,kenapa berhenti"
"apa kalung itu sangat penting untuk nya, namanya sama dengan Charlotte kecil tapi tidak mungkin dia berada di Jerman"gumam Tama Dengan melihat ke arah Charlotte
saat ingin ke ruangan dosen,,tidak sengaja Tama menemukan kalung dengan cincin di tengah yang berada di lantai dan mengambil nya.mata nya terbuka lebar saat memperhatikan kalung itu dan segera berlari menuju ke arah Charlotte yang tengah duduk dengan lesu
"kalung,dari mana kamu menemukan kalung ini"tanya Charlotte dengan mata berbinar dan seketika membuat nya diam saat melihat siapa yang menemukan kalung nya
"kembalikan"ujar Charlotte dengan mengulurkan tangannya kearah Tama
"ini punya kamu"tanya Tama dengan menatap wajah Charlotte
"iya"
"ambillah"ujar Tama dengan memberikan kalung nya kepada Charlotte,
"terima kasih"jawab Charlotte dengan tersenyum melihat ke arah kalungnya dan ingin berjalan meninggalkan tempat itu namun langkahnya terhenti
"Charlotte kecil,apa kamu tidak ingat dengan ku"tanya Tama tanpa mengalihkan pandangan nya dari Charlotte dan seketika membuat Charlotte menatap wajah tama
"kamu panggil aku siapa?"tanya Charlotte untuk memastikan sekali lagi
"Charlotte kecil"jawab Tama singkat dengan tersenyum menatap wajah Charlotte
"tuan,apa anda tidak apa-apa"tanya sang asisten namun tidak di hiraukan oleh Tama yang terus melihat ke Charlotte
"kau jangan sembarang panggil nama ku ya"ujar Charlotte dengan kesal
"jadi kamu sudah melupakan ku,apa kamu sudah menemukan seseorang yang kamu suka"tanya Tama dengan tersenyum dan berjalan menuju ke arah Charlotte
"kamu,beraninya melupakan ku hmm, lihatlah ini"timpalnya dengan memeluk Charlotte, dan menunjukkan cincin kecilnya dulu dan membuat Charlotte membuka matanya lebar-lebar
"Tama"
"hmm iya, akhirnya aku menemukan mu sayang"
"kamu kenapa bisa ada disini"
"seharusnya aku yang bertanya kepada mu,apa kamu lupa hmm jika aku pergi ke Jerman dulu"
"hmm aku lupa soal itu"
"aku ingin berbicara dengan mu,ayo ke kantin saja"ujar Tama dengan menarik tangan Charlotte, sedangkan Charlotte hanya pasrah
"hei hei hei lihatlah,CEO Tama sedang berjalan ke kantin dengan memegang tangan Charlotte"ujar si A yang heboh saat melihat kedatangan Tama dan Charlotte, teman-teman Charlotte pun tak kalah terkejutnya
"wah gila,tadi mereka masih berantem dan Sekarang malah seperti pacaran saja" ujar B
"iya nih,jadi iri sama Charlotte"jawab salah satu perempuan yang sama fakultas
"apa lagi,cara pegang nya dengan penuh kasih sayang seperti itu"jawab perempuan yang lainnya
"kamu sedikit berubah"ujar Tama setelah duduk
"kenapa aku harus berubah,kamu juga banyak berubah"jawab Charlotte dengan tersenyum
"maaf,saat kakek Wilson tidak ada,aku tidak bisa datang menemani kamu"
"tidak apa-apa"
"aku sangat merindukan kamu"bisik Tama di dekat Charlotte
"aku tidak merindukan kamu sama sekali"jawab Charlotte dengan kekehan kecil
"aku tidak peduli itu"
"jangan dekat-dekat disini banyak orang"
"apa kamu mau pindah ke tempat yang lain hmm"
"ti tidak,sana geser sedikit"
"dulu waktu kecil kamu sangat nakal dan tomboi dengan sedikit keras kepala,tapi kenapa saat besar kamu jadi feminim seperti ini,ya walaupun masih keras kepala"
"enak saja"
"Charlotte"
"hmm'
"apa kamu sudah punya kekasih?"
"kenapa bertanya seperti itu"
"aku hanya penasaran saja"
"tidak punya,kamu"
"tidak, karena aku hanya ingin bersamamu saja"
"aku tidak yakin itu"
"ma maaf permisi, mengganggu waktu kalian"ujar nata
"ada apa nata"
"kemari, kenapa sekarang kamu lebih akrab dengan nya"
"emmm ini ya,gimana mau jelasin ya"
"ayolah kita sangat penasaran"
" hah dia sahabat kecil ku"
"itu artinya dia tunangan kamu waktu kecil" tanya nata dengan terkejut
"iya"
"Charlotte"sapa seseorang pria yang baru datang
"ada apa"tanya Charlotte
"aku ingin berbicara dengan mu sebentar saja"
"katakan saja"
"Charlotte aku mencintaimu maukah kau menjadi pacar ku"tanya pria itu dengan memberikan sebuah kotak kecil
"dia tidak akan menjadi milik siapa pun, karena dia adalah tunangan masa kecil ku"jawab Tama dengan menarik pinggang Charlotte
"wah ternyata, mereka sudah bertunangan dengan CEO Tama apa lagi masih kecil"
"pergilah, jangan mengganggu tunangan saya kembali"
"Tama"teriakan Charlotte memenuhi satu ruangan kantin karena teriakan nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments