1 tahun kemudian
"kenapa kamu terus saja mengikuti ku"tanya Charlotte yang kesal kepada Tama
"aku tidak mengikuti mu,aku hanya jalan-jalan di belakang mu saja"
"berhenti,sana pergi"
"kamu masih marah"
"menurut mu"
"emm masih"
"kalau sudah tahu jangan tanya"
"maaf tuan,kakek anda menyuruh Anda kembali"
"baiklah,aku pergi dulu ya"
"emm iya"
"ini untuk mu,jangan marah lagi kepada ku"
"hmm sana pulang,kakek sudah menunggu mu pasti"
"iya"
disisi lain
"kakek kenapa menyuruh kembali,aku masih bermain dengan Charlotte tadi"
"kamu harus pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolah kamu disana"
"tapi kenapa kek"
"papa dan mama kamu ingin sekolah yang bagus untuk mu,kakek pun juga sama"
"tapi aku tidak mau kek"
"kenapa"
"karena aku suka disini, apalagi ada Charlotte di sini"
"mau tidak mau,kamu harus pergi ini semua juga untuk masa depan kamu"
"baiklah kakek,tapi aku punya satu syarat kek"
"apa"
"aku ingin Charlotte menjadi istri saat dewasa nanti jadi kakek harus melamarnya untuk ku dan sebelum aku pergi"
"hah kalian masih sangat kecil terutama Charlotte yang baru berusia 11 tahun"
"jika kakek tidak setuju,aku juga tidak mau pergi"
"tunggu Tama, baiklah kakek akan berbicara kepada kedua orang tua mu terlebih dahulu setelah itu kakek akan berbicara dengan keluarga Charlotte"
"hmm terima kasih kek"jawab Tama dengan tersenyum
"hah anak itu benar-benar mirip dengan papa nya"ujar Alexander dengan pasrah apa yang di inginkan oleh cucu nya dan mengambil ponsel untuk menghubungi putra nya
"hallo reyhard"
"hallo pa ada apa"
"putra kamu setuju untuk pergi tapi dia memberikan sebuah syarat"
"syarat apa pa"
"dia ingin cucu dari Wilson untuk menjadi istri nya saat dia dewasa dan ingin papa tenangkan dengan dia"
"hah apa yang papa katakan tadi pa"
"itu yang di katakan oleh putra pertama mu"
"Tama ingin kita melamar teman bermain nya itu pa"
"iya,kalau kalian tidak mau,dia juga tidak akan pergi"
"tapi pa, bagaimana mungkin kita melamar nya sedangkan kita masih di Jerman"
"itu akan menjadi urusan papa,papa hanya perlu persetujuan kamu dan istri kamu"
"baik lah pa aku setuju,asal anak itu mau ke Jerman"
"ya sudah, kakek akan mencoba berbicara kepada Wilson untuk masalah ini"
"baik pa terima kasih banyak sekali lagi"
"iya, lanjutkan pekerjaan kamu"
"baik pa"
di sisi lain
setelah memutuskan panggilan nya, Alexander pergi menemui Wilson untuk berbicara tentang masalah ini.
"permisi tuan besar"ujar pelayan di rumah Wilson
"ada apa"
"tuan,tuan Alexander datang kemari ingin bertemu dengan anda"ujar seorang pelayan pria
"persilakan untuk masuk"
"baik tuan"
"Wilson"panggil Alexander Kepada temannya
"Alexander,apa yang membuat mu datang kesini"
"ada yang ingin aku bicarakan kepada mu ini tentang Tama"
"ada apa dengan Tama"
"hah orang tua nya ingin Tama pergi ke Jerman besok tapi dia menolak untuk pergi"
"apa kamu ingin Charlotte yang membujuk nya"
"tidak,ini bagaimana cara nya saya berbincang"
"ada apa"
"Tama mau pergi tapi dia meminta syarat dan syarat itu berhubungan dengan cucu mu"
"syarat apa"
"dia ingin melamar Charlotte untuk istri nya di masa depan"
uhuk uhuk uhuk
"kamu,apa yang kamu bicarakan tadi,Tama ingin Charlotte menjadi istri nya di masa depan"
"iya,aku juga ingin melamar nya untuk Tama"
"hah cucu kamu yang ini benar-benar luar biasa,aku akan membicarakan ini kepada orang tua nya dulu"
"baik lah terima kasih"
"hallo Mike"
"hallo pa,ada apa pa, apa ada masalah pa"
"iya"
"masalah apa pa"
"ada yang ingin melamar putri kamu"jawab kakek Wilson to the poin
"hah apa pa"teriak Mike di sebrang telefon
"ada yang ingin melamar anak kamu"
"tapi Charlotte masih kecil pa"
"papa tahu, mereka ingin melamar Charlotte untuk menjadi istri anak mereka saat sudah dewasa"
"bagaimana menurut kamu"
"aku tidak masalah pa,tapi bagaimana dengan keluarga nya"
"mereka dari keluarga yang baik-baik"
"baiklah atur saja pa,tapi kamu tidak bisa hadir"
"tidak masalah"
"baiklah pa,kalau begitu aku selesai kan dulu pekerjaan ku"
"iya,jaga kesehatan kamu di sana"
"papa juga"
"sampai jumpa pa"jawab Mike dan langsung mematikan telfon nya
"bagaimana"
"mereka setuju"
"terima kasih teman"
"di mana Charlotte"
"dia sedang di atas,nanti biar aku yang mengatakan nya"
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu,nanti akan kembali ke sini bersama dengan Tama"
"baiklah"
"kakek"sapa Charlotte yang baru turun dari dalam kamar nya
"ada apa kek"
"sayang kemari,kakek ingin berbicara dengan mu"
"ada apa kek"
"Tama akan pergi ke Jerman besok,tapi dia ingin kamu menjadikan mu sebagai tunangan nya sebelum dia pergi"
"eh kenapa harus Charlotte kek"
"jika kamu tidak mau dia tidak akan mau pergi"
"papa kamu juga setuju dengan ini sayang"
"tapi kek,jika nanti kalau Charlotte besar dan menemukan pasangan yang Charlotte inginkan gimana"
"kamu bisa membatalkan kan nya sayang,bila kamu sudah besar nanti dan tentu nya menemukan seseorang yang tepat untuk kamu"
"emm kalau begitu terserah kakek saja"
"baiklah,nanti mereka akan datang kemari lagi"
"kakek,kapan Dady dan momy pulang"
"kakek juga tidak tahu sayang"
"kenapa HM"
"aku sudah kangen dengan mereka kek"
"sabar ya sayang,pasti mereka akan pulang setelah pekerjaan mereka selesai"
"iya kek"
malam hari
"hai Charlotte,kamu sedang apa"
"sedang ingin memukul orang"jawab Charlotte dengan tatapan mata yang tajam kearah Tama
"kakek aku ingin berbicara dengan Tama sebentar"ujar Charlotte dengan menarik tangan Tama keluar rumah
"ada apa?"
"kamu yang ada apa? kenapa meminta ke kakek yang tidak-tidak hah"bentak Charlotte dengan kesal
"aku mau menikah dengan mu"
"apa kau tidak waras ya,masih kecil sudah mikir yang tidak-tidak"
"aku ingin menjaga mu saat kamu dewasa nanti,maka nya aku melakukan hal ini"
"aku tidak suka,kamu tahu itu"
"saat aku menemukan orang yang aku suka nanti saat dewasa akan ku kembalikan cincinnya kepadamu"
"terserah"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments