"hmm"
"jangan berbicara yang tidak-tidak"ujar Charlotte dengan kesal
"aku tidak asal bicara, bukankah kamu tunangan saya"
"menyingkirlah,kamu dari kecil tidak pernah berubah, sama-sama nyebelin"
"aku seperti ini hanya saat bersama dengan kamu saja"
"sana pulang, jangan kemari lagi"
"kamu mengusir ku"
"iya,sana pergi"
"aku akan pergi tapi ingat satu hal,aku tidak akan biarkan ada pria lain yang mendekati kamu dan karena aku sudah menemukan mu jangan harap bisa dekat dengan pria lain"jawab Tama dengan membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Charlotte dan pergi meninggalkan tempat mereka
"Tama Alexander kau pria aneh, kenapa dulu aku mau menjadi teman mu,kau sangat menyebalkan"teriak Charlotte dengan memenuhi satu ruangan kantin
"kenapa kamu masih saja mengatur ku sesuka hati mu"
"emm Presdir itu"ujar sang asisten yang tidak berani melanjutkannya
"tidak apa,dia akan berhenti sendiri nanti"
"sejak kapan Presdir mengenali nya"
"saat dia menabrak tubuh ku tapi saat itu aku belum yakin jika itu adalah dia dan saat teman nya memanggil namanya aku masih sedikit ragu,kenapa?"
"tidak ada Presdir"
"pantas saja tadi Presdir tidak marah kepada nya ternyata sudah mengenalinya dari awal, kalau orang lain pasti sudah di pukuli oleh nya.tapi kenapa sifat Presdir terhadap nya beda,dia bahkan berbicara dengan nada yang lembut dan aku tidak pernah melihat nya berbicara selembut itu kepada siapapun termasuk keluarga nya sendiri"batin sang asisten pribadi sedangkan Tama hanya tersenyum kecil mendengar perkataan dari Charlotte yang sedang marah
"Charlotte"panggil seseorang dari belakang dan membuat Charlotte berbalik ke arah nya,Tama yang mendengar nya pun menatap tajam kearah pria itu
"kakak"teriakan Charlotte memenuhi satu ruangan dan didengar oleh Tama dan yang lainnya
"siapa yang berani membuat adik kakak marah hmm"ujar Steve dengan memeluk tubuh adiknya
"kenapa kakak menjemput ku, bukan nya tadi pagi aku sudah Bilang jika aku akan pulang terlambat"
"kakak tahu itu tapi kita harus segera pulang karena teman-teman Dady akan datang ke rumah kita."jawab sang kakak
"kenapa aku harus ikut pulang kak,kakak tahu ini sudah ke tiga kali nya aku batal untuk jalan-jalan"ujar Charlotte dengan memanyunkan bibirnya
"lain kali saja ya jalan-jalan nya,kakak janji setelah ini tidak akan ada yang melarang mu pergi untuk bersenang-senang,bagaimana nona kecil ku?"jawab sang kakak dengan mencubit hidung adiknya
"awww sakit kak,janji ya setelah ini aku bisa jalan-jalan seharian penuh"
"iya,kita pulang"
"let's go kak"jawab Charlotte dengan menarik tangan sang kakak sedangkan sang empunya hanya tersenyum kecil melihat tingkah adiknya yang tidak pernah berubah
"eh kita di tinggal gini aja nih"ujar nata yang bingung
"udah lah kayak gak tau Charlotte saja,kalau sudah dengan kakak ya gini nasib kita"jawab clowi
"hah itu anak ya benar-benar lengket sama kakak nya"timpali Naura kesal dengan Charlotte yang melupakan keberadaan nya dengan yang lainnya
"eh tunggu-tunggu emang ada acara apa di rumah Charlotte, sampai kakaknya datang kemari. biasanya juga tidak pernah masuk ke dalam kampus kalaupun dia jemput Charlotte"ujar flora yang membuat teman-teman duduk di kursi tempat Charlotte tadi
"kau benar,ini sangat mencurigakan"jawab nata yang telah duduk bersama dengan teman-teman nya
"atau jangan-jangan Charlotte bakal di jodohkan dengan anak teman Dady nya"ujar clowi yang mana membuat teman-teman nya menatap ke arahnya dengan tatapan tajam
"stttttt jangan keras-keras ngomong nya,kalau ada yang dengar omongan kamu ini bisa habis nanti kita"ujar nata dengan menaruh satu jari nya di tengah bibir nya dan sedikit berbisik
"sorry sorry habis nya kak Steve sangat aneh tadi"jawab clowi dengan tersenyum kikuk
"sudah lah tidak usah di bicarakan lagi atau kita semua akan dalam masalah besar,kita bisa bertanya kepada Charlotte nanti dan lebih baik baik kita segera pergi dari sini"ujar Naura dan di angguki teman-temannya dan meninggalkan tempat itu
di sisi lain
"seperti nya saya pernah melihat orang tadi, walaupun dia memakai topi tapi saya seperti pernah melihat nya di suatu tempat tapi dimana ya."ujar sang asisten pribadi dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Tama
"kamu pernah melihat nya dimana"tanya Tama tanpa melihat ke arah sang asisten pribadi nya
"sepertinya di sebuah perusahaan milik klien anda tuan"
"bagaimana dengan acara nanti,apa kamu sudah menyelidiki nya"
"saya sudah mengatur kedatangan anda nanti,soal itu saya sudah menyelidiki nya namun mereka tidak memiliki seorang putri"
"apa kau yakin"
"sebenarnya saya kurang yakin dengan hasil penyelidikan nya tuan"
"kenapa?"
"karena banyak yang melihat mereka saat pergi tidak hanya bertiga saja,di samping mereka juga ada seorang perempuan muda tapi data nya sangat di rahasiakan"
"terus selidiki tentang keluarga itu"
"tuan, kenapa anda ingin sekali mengetahui tentang mereka"
"karena aku merasa jika gadis kecil ku dari keluarga itu"
"bukan kah ini hal baik tuan"
"ini memang hal baik, tapi aku sangat penasaran kenapa mereka tinggal di Jerman sedangkan Charlotte. tinggal di desa kecil bersama dengan kakeknya"
"baik saya akan usahakan untuk mencari berbagai informasi tentang mereka tuan"
"tapi ingat jangan sampai Steve tahu tentang hal ini, bagaimana pun juga dia adalah sahabat saya"
"baik tuan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments