Hujan semakin deras yang mana membuat tubuh Flo menggigil kedinginan. Dia masih kukuh dengan pendiriannya tidak mau masuk ke dalam pondok.
Sementara Axe di dalam pondok berusaha membuat api unggun untuk menghangatkan diri, dia mematahkan kursi kayu yang ada di dalam pondok dan membakarnya.
"Flo!" panggilnya. Dia keluar dan meminta Flo untuk masuk. "Aku membuat api unggun!"
"Aku tetap di sini sampai hujannya reda!" sahut Flo yang memeluk dirinya sendiri.
Karena tidak sabaran, Axe menggendong paksa Flo untuk masuk ke dalam pondok. Axe menurunkan Flo di depan api unggun yang sudah dia buat.
"Aku memang lelaki tidak baik tapi aku tidak akan membiarkan istriku sakit!" ucap Axe sambil memakaikan sebuah selimut yang dia temukan. "Lepas bajumu!"
"A--apa? Aku tidak mau! Nanti juga kering-kering sendiri!" tolak Flo yang membuat Axe membuka baju Flo secara paksa.
"Aku sudah melihat tubuhmu jadi tidak usah malu, kalau kau keras kepala yang ada kau akan sakit nanti!" ucap Axe yang terus berusaha membuka baju istrinya.
"Stop! Aku bisa sendiri!" Flo akhirnya membuka bajunya sendiri dari pada Axe yang melakukannya.
Flo membukanya kemudian menutup tubuhnya memakai selimut.
Tak lama Axe juga melakukan hal yang sama dan ikut masuk ke dalam selimut yang dipakai Flo.
"Aaaa... minggir!" Flo berteriak meminta Axe untuk menjauh tapi lelaki egois itu tidak mau menurut begitu saja justru dia mendekap Flo yang membuat kulit mereka saling bersentuhan.
"Diamlah, Flo! Kita harus seperti ini untuk menghangatkan satu sama lain!" ucap Axe kemudian.
"Ish, semua yang kau lakukan itu menguntungkan dirimu sendiri!" ketus Flo yang tidak suka dengan Axe, lelaki itu selalu semaunya sendiri.
Kemudian mereka terdiam karena memang hawa semakin dingin bahkan api unggun yang dibuat Axe juga sudah padam.
Axe dan Flo melakukan metode skin to skin untuk menghangatkan diri.
"Kapan hujannya akan reda, tempat ini sungguh misterius. Aku tidak suka," ucap Flo yang mulai membuka suaranya.
"Kalau kita nekat keluar dan menerobos hujan, aku takut kita akan terputar-putar lagi seperti sebelumnya," sahut Axe.
"Ya, kau benar. Ini semua karena ambisimu membuat kelompok mafiamu itu. Apa kau yakin ingin menjadi penjahat?" tanya Flo begitu menohok.
"Dari kecil hidupku sudah dalam kegelapan jadi memang itu tujuan hidupku!" ungkap Axe yang jadi mengingat masa lalu. "Orang sepertiku memang tidak bisa diterima di manapun jadi aku harus berkuasa supaya mereka mengakuiku!"
"Dengan jadi penjahat? justru kau tidak akan diterima Axe, kau hanya ditakuti tapi tidak disegani!“ komentar Flo yang membuat Axe menatap istrinya.
"Hidupku tidak sepertimu, kau sudah terlahir kaya dengan orang tua yang lengkap. Sementara aku..." Axe jadi begitu emosional sampai mengungkap masa lalunya. "Aku hanya anak haram yang tidak diinginkan, aku dibuang di panti asuhan sejak bayi dan hidup dengan liar setelah panti asuhan yang merawatku mengalami kebakaran!"
"Kau pasti tidak pernah merasakan yang namanya kelaparan. Aku bahkan pernah merasakan lapar sampai tiga hari lamanya, aku mencuri untuk bertahan hidup dan akhirnya aku menjadi penjahat sejak kecil!"
Flo terus mendengarkan cerita Axe sampai perutnya berbunyi karena minta diisi.
"Ups! Sepertinya semua orang pernah merasakan kelaparan, Mr. Mafia!" ucap Flo dengan tertawa supaya suasana diantara mereka tidak canggung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Ney Maniez
😲😲🥺🥺🥺
2024-05-29
0
Angraini Devina Devina
hemm hujan ini sengaja di buat lerii supaya dia bisa anu
2023-07-27
2
mama galaau
dpt selimut dari mana Flo??
2023-05-16
1