Gerald melirik Flo dari kaca spion mobil, dia melihat gadis yang duduk di kursi belakang itu terlihat sangat gelisah.
"Anda baik-baik saja, Nona? Apa saya perlu menghubungi tuan Grey?" tanya Gerald yang mencemaskan keadaan Flo.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing," sahut Flo berusaha baik-baik saja padahal dia sedang memikirkan Axe. Lelaki yang menganggapnya istri dan ingin melakukan kebutuhan biologis dengannya.
"Laki-laki di manapun sama aja," ketus Flo.
Saat sampai di sekolah parfum yang Flo tuju, gadis itu segera menemui profesor yang ada di sekolah itu. Profesor yang ahli dalam bidang kimia.
"Jadi kau ingin membuat aroma parfum yang aromanya sama dengan aroma tubuhmu?" tanya Profesor yang bernama Xavier.
"Iya Prof, saya sudah melakukan berbagai riset dan penelitian tapi tidak membuahkan hasil," ungkap Flo yang merasa tidak nyaman jika orang selalu memandangnya secara berlebihan apalagi kaum lelaki. Dia ingin membuat wanita-wanita di luar sana juga bisa beraroma sama dengannya.
"Kau pernah bilang padaku jika semakin kau berkeringat maka aroma itu akan semakin tercium bukan?" tanya Profesor Xavier.
"Iya benar," jawab Flo.
Profesor Xavier memberi Flo sebuah tabung reaksi. "Kumpulkan keringatmu sebanyak tabung reaksi ini, aku akan menelitinya!"
"A--apa?" Flo menerima tabungan reaksi itu dengan membulatkan mata. "Sebanyak ini?"
"Hanya 100ml," jawab Profesor Xavier.
Mau tidak mau Flo harus mengumpulkan keringatnya sebanyak itu.
Flo meminta Gerald untuk mengantarnya ke tempat gym karena Flo ingin mengumpulkan keringat di sana.
Seperti biasa saat Flo datang ke suatu tempat selalu saja menjadi pusat perhatian. Banyak yang menggodanya terutama para lelaki apalagi sekarang Flo berada di tempat gym.
"Hai, beautiful," goda pria dengan badan kekar dengan kulit hitam ditambah kepala yang botak, membuat Flo merasa merinding.
Flo ingin menjauh tapi tangannya dicekal oleh pria itu.
"Lepaskan aku!" teriak Flo yang membuat seorang pria datang untuk menolongnya.
Pria itu mendorong pria berkepala botak itu. "Minggir, Dude. Wanita ini adalah kekasihku!"
"Sorry," ucap pria botak langsung undur diri karena tahu tengah berhadapan dengan siapa.
Flo memandangi pria yang menolongnya. "Thanks."
Pria itu tersenyum manis sekali. "Sekarang kau aman! Ada yang bisa aku bantu?"
"Aku hanya ingin berolahraga menggunakan tread mill jadi tidak perlu bantuan apapun. Sekali lagi terima kasih," ucap Flo yang ingin berlalu untuk segera naik ke tread mill dan mengumpulkan keringatnya.
"Siapa namamu?"
"Panggil saja Flo. Dan kau?"
"Aku Kenzo!"
Kenzo merasa tertarik dengan Flo, dia terus memperhatikan gadis itu saat berlari di atas tread mill.
Dan saat Flo mulai mengeluarkan keringat, Kenzo mencium aroma yang tidak biasa. Bahkan tempat gym seperti memiliki pengharum ruangan.
"Gadis yang unik," komentar Kenzo apalagi dia melihat Flo yang menampung keringatnya sendiri.
Satu jam berlalu Flo menyudahi olah raganya karena keringat yang dia butuhkan sudah lebih dari cukup.
"Akhirnya," batin Flo sambil menutup tabung reaksi. Dia harus kembali ke sekolah parfum di mana Profesor Xavier yang masih berada di sana.
Tapi saat Flo akan masuk ke ruang ganti langkahnya terhenti karena Kenzo yang menghadangnya.
"Bagaimana kalau aku mentraktirmu minum, Flo?" tawar Kenzo yang ingin lebih dekat dengan gadis itu.
Flo tersenyum dan berusaha menolak sehalus mungkin karena dia tidak mau diganggu laki-laki. "Maaf aku harus cepat pulang, suami dan anak-anakku sudah menunggu!"
"What? Kau sudah menikah dan memiliki anak?" tanya Kenzo tidak percaya.
"Ya, bahkan aku mempunyai 4 orang anak," jawab Flo sambil berlalu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Yunia Afida
langsung mundur alon alon ni
2023-10-20
4
Angraini Devina Devina
hahahaha keren flo
2023-07-27
1
Cher Ganbate
bisa ajah boong nya si flo
2023-06-18
0