Setelah selesai makan, Axe memaksa Flo untuk berbicara serius berdua. Flo menurut kali ini karena dia juga ada hal yang ingin dia sampaikan.
Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu dengan duduk berdampingan.
"Aku yang duluan, aku tahu ini tidak membuat keuntungan apapun bagimu tapi aku hanya memintamu menjadi istri rahasiaku sementara sampai klan mafiaku kembali berjaya," ucap Axe penuh permohonan.
Flo menghembuskan nafasnya kasar. "Sementara itu berapa lama? Aku juga harus kembali ke negara asalku!"
"Beri waktu aku 3 bulan! Dengan bantuan Demon, aku pasti bisa mengumpulkan anak buah dan membangun markasku lagi!" jawab Axe meyakinkan.
"Baiklah, aku mau asal kau tidak mencuri kesempatan untuk menyentuhku!" Flo tidak mau kecolongan lagi.
"Sebenarnya..." Axe akan mengatakan hal yang dia sembunyikan supaya tidak ada lagi yang ditutup-tutupi dari Flo. "Saat aku menyatu dengan Demon, hasratku menjadi menggebu-gebu padamu! Karena kau pendampingku, kau adalah istriku!"
Flo memalingkan wajahnya karena hal itu, Axe terus menganggapnya istri. Tapi Flo sendiri justru takut karena di dalam diri Axe, tidak sendirian.
"Apakah Larry yang menginginkan hal itu?" tanya Flo kemudian.
"Jika benar dan kau ingin melakukan hubungan suami istri denganku, artinya Larry yang melakukannya!"
Wajah Flo jadi berubah saat mengatakan itu yang mana membuat Axe jadi tidak tega. Dia seperti memanfaatkan Flo setelah itu akan membuang gadis itu.
"Aku akan menahannya," ucap Axe yang membuat Flo langsung menatap lelaki itu.
"Jangan pernah biarkan Larry menguasai tubuhmu lagi," pinta Flo yang terus mengingat kata-kata Larry.
"Kalau itu aku tidak bisa berjanji," sahut Axe yang belum bisa mengontrol keberadaan Larry. Dia juga harus menanyakan mengenai Larry, Axe harus tahu Flo itu pendamping siapa sebenarnya. "Aku akan kembali ke hutan besok!"
"Ingin kembali ke tempat suku Ura itu?" tanya Flo memastikan.
"Aku harus menanyakan semuanya pada kepala suku, aku terlalu terburu-buru dan fokus pada pendamping waktu itu," jelas Axe.
Flo menganggukkan kepalanya kemudian teringat sesuatu yang ingin dia tanyakan. "Bagaimana cara memanggil Larry? Saat Larry menguasai tubuhmu, apa kau sadar?"
"Aku tidak tahu caranya, terakhir kali aku mengingat tentang perselingkuhanmu dengan Kenzo kemudian aku kembali sadar saat berciuman denganmu!" ungkap Axe yang membuat Flo mendekatkan diri pada lelaki itu.
"Jadi kau tidak mengingat apa yang dilakukan Larry?" tanya Flo yang terus mendekatkan diri sampai jaraknya dengan Axe begitu dekat. "Aku ingin memastikan sesuatu!"
Kemudian Flo dengan berani mencium Axe bahkan gadis itu mencium suaminya dengan menggebu-gebu, dia ingin memastikan apa Larry akan datang saat dia berciuman dengan raga Axe.
Dan sedetik kemudian Axe membalasnya tak kalah sama, lelaki itu bahkan mengangkat tubuh kurus Flo ke pangkuannya.
Ciuman mereka semakin dalam sampai Axe menurunkan ciumannya ke leher Flo dan memberi jejak di leher putih dan mulus itu.
"Akh! Hentikan!" teriak Flo yang berusaha menjauh tapi matanya fokus menatap Axe. "Larry?"
Flo melihat aura Axe sama seperti saat dia bertemu dengan Larry.
"Kau rupanya ingin melakukan penyatuan raga denganku!" ucap Larry yang menguasai tubuh Axe saat Flo menciumnya.
"Jadi benar," gumam Flo yang sekarang tahu caranya memanggil iblis itu.
Flo kemudian mengelus wajah Larry tapi tak lama sebuah tamparan keras dia layangkan. "Penyatuan raga? Raga ini milik Mr. Mafia bukan milikmu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Ney Maniez
😲😲😲😲
2024-05-29
1
Angraini Devina Devina
jadi kepikiran juga seperti apa soso leri
2023-07-27
3
Yunii Wahyunii
kerenn..penisrin bgd
2023-05-20
1