Sesuai dengan permintaan Flo, hari ini dia ingin ikut bersama Axe untuk kembali ke hutan di mana suku Ura berada.
Sebelum itu, Flo mencoba menghubungi Gerald supaya pengawalnya itu tidak melaporkan apapun ke London.
"Apa sudah selesai?" tanya Axe yang sudah siap menyetir mobil.
"Ya, aku mengirim pesan pada Gerald. Aku menyuruhnya istirahat! Dia masih berpikir kemarin akan dirampok," sahut Flo sambil memasang seatbelt di tubuhnya.
Axe tergelak kecil kemudian mulai menginjak pedal gas mobil untuk membawa mereka kembali ke hutan.
Hari itu tampak mendung jadi Axe dan Flo buru-buru masuk ke hutan saat sampai. Mereka segera mencari keberadaan suku Ura.
Sudah dua jam tapi mereka tidak juga menemukan tempat di mana suku itu berada padahal mereka sangat yakin jalan yang mereka ambil.
"Aku merasa terus berputar di tempat yang sama," keluh Flo yang lagi-lagi melihat sebuah pohon yang dia beri tanda sebelumnya.
"Ya, kau benar!" sahut Axe dengan mengusap peluhnya.
"Suku itu benar-benar mistis Axe!" komentar Flo yang jadi takut sendiri.
"Aku hanya membutuhkan artefak yang mereka miliki jadi aku tidak tahu bagaimana asal usulnya," jelas Axe mencoba membela diri.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, kau bermain-main dengan sesuatu yang tidak kau mengerti!" ketus Flo yang duduk bersender di bawah pohon untuk istirahat.
Axe ikut duduk di samping Flo, dia mengeluarkan artefak dari dalam tasnya dan memberikannya pada Flo.
"Mau melihatnya?" tanya Axe yang dibalas gelengan kepala oleh Flo.
"Saat aku memegangnya, hal pertama yang akan aku lakukan adalah menghancurkannya!" sahut Flo yang membuat Axe menelan ludahnya. Hati Flo memang sekeras batu.
"Artefak ini tidak bisa dihancurkan sembarangan, bukannya mendapat kejayaan justru aku akan mendapat kesialan!" jelas Axe yang memasukkan artefak itu lagi.
Flo tidak menanggapi lagi sampai dia melihat sosok anak kecil yang berpakaian aneh seperti suku Ura.
"Ayo kita ikuti anak itu!" Flo langsung berdiri dan berlari mengejar anak kecil yang dilihatnya.
Sampai anak kecil itu tiba-tiba menghilang. Dan Flo berhasil menemukan tempat suku Ura berada tapi ada yang aneh, tempat itu tampak terbengkalai.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Flo yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Axe yang menyusul Flo juga tak kalah terkejut tempat itu memang tampak terbengkalai seperti sudah lama ditinggalkan.
"Padahal beberapa hari yang lalu, tempatnya tampak baik-baik saja," komentar Axe.
Flo merasa ada yang tidak beres, dia tidak mau terlibat lebih jauh lagi.
"Tolong batalkan, Axe! Pasti ada caranya agar bisa batal, kalau kau butuh uang aku bisa memberikannya padamu!" ucap Flo memberi solusi.
"Aku tidak tahu cara membatalkannya!" sahut Axe yang jadi bingung sendiri.
"You sick!" teriak Flo yang berniat ingin keluar dari hutan.
Tapi saat beberapa langkah, hujan turun dengan deras yang membuat Axe menarik Flo masuk ke salah satu pondok. Baju mereka sudah terlanjur basah.
"Kita harus masuk Flo, bajumu sudah basah! Kau bisa masuk angin!" ucap Axe yang meminta pendampingnya masuk.
"Aku akan meminta Gerald untuk memesan tiket, aku akan kembali ke London setelah keluar dari sini!" ucap Flo yang bergeming di depan pintu pondok, dia tidak mau masuk ke dalam pondok dan berduaan dengan Axe.
Flo sekarang sangat illfeel pada lelaki itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Alfia Amira
hidup seperti Larry 🤣🤣🤣
2024-05-17
1
Angraini Devina Devina
cuaca mendukung untuk malam pertama 🤭🤭🤭🤭🤭😜lerii
2023-07-27
2
Ney Maniez
😔🤦♀
2022-09-22
0