"Hak suami!?" geram Flo yang meninggikan suaranya. "Aku bukan istrimu!"
Flo segera menutup pintu apartemennya tapi dengan sigap Axe menahan kakinya di celah pintu yang terbuka kemudian secara paksa Axe masuk ke dalam apartemen.
"Pergi!" usir Flo dengan memukul Axe memakai payung yang kebetulan ada di dekat pintu.
"Hentikan! Kita bicara baik-baik!" Axe berusaha menghindari pukulan payung itu.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan baik-baik, bagiku kau hanya lelaki gila!?" Flo terus memukul Axe memakai payung yang membuat Axe akhirnya kehilangan kesabaran juga.
Axe menangkap payung yang memukulnya kemudian mendorong Flo sampai membentur dinding.
"Dengarkan aku Nona, kau sekarang adalah istriku jadi jangan pernah menolak kenyataan!" Axe mengikis jarak yang membuat wajahnya begitu dekat dengan Flo.
"Dari segi apapun, pernikahan itu tidak sah!" Flo tetap kukuh dengan pendiriannya.
"Terserah apa katamu tapi kau adalah pendampingku sekarang!" Axe memejamkan matanya dengan menaruh wajahnya ke leher Flo, dia sangat menyukai aroma yang tak biasa dari tubuh istrinya. "Kulitmu begitu halus dan aromanya begitu memabukkan!"
Dug!
Flo langsung menendang terong bangsa romawi Axe yang membuat lelaki itu mundur dan memekik kesakitan.
"Jangan berani dekat atau menyentuhku, Tuan tidak tahu malu!" ketus Flo yang berjalan ke arah pintu apartemen dan membuka pintunya kembali. "Silahkan keluar atau aku panggil security!"
Axe berdecak karena Flo bukanlah gadis yang mudah ditaklukkan. Dia hanya membutuhkan Flo sampai klan mafianya berjaya lagi.
Axe harus mencari kelemahan Flo supaya gadis itu tunduk padanya, tapi apa? Sementara Axe saja tidak mengenal gadis itu.
"Seharusnya aku menyewa wanita malam saja," kesal Axe yang tidak berpikir panjang sebelumnya.
Axe mendekati Flo lagi tapi bukan untuk keluar dari apartemen, Axe mengangkat tubuh Flo dan membawanya ke kamar yang notabene adalah kamar gadis itu sendiri.
Brak!
Axe menutup pintu dan menguncinya kemudian kunci itu dia cabut supaya Flo tidak kabur.
"Lepaskan aku brengseek!" Flo terus meronta sampai tubuhnya dibanting di atas ranjang.
Dengan gerakan cepat Axe menghimpit tubuh Flo yang membuat gadis itu lagi-lagi tidak bisa berkutik.
"Jadi kau masih tidak mau bicara baik-baik padaku?" Axe kali ini tidak sabaran, dia menggigit resleting baju depan Flo dan menurunkan resleting itu menggunakan mulutnya.
"Stop!" teriak Flo yang panik. "Okay. Kita bicara tapi lepaskan aku!"
"Kau pikir aku percaya setelah beberapa kali kau menendangku!" Axe tetap tidak mau melepas Flo begitu saja.
"Jadi apa maumu? Katakan!" Flo akhirnya mengalah. Dia tetap membiarkan Axe menindihnya dari atas.
"Aku ingin kau jadi pendampingku sampai aku berhasil membuat klan mafiaku kembali berjaya," ungkap Axe yang tidak mau berbasa-basi lagi.
"Jadi kau seorang mafia?" tanya Flo memastikan.
"Ya, aku telah dikhianati dan aku ingin membuat klan ku bangkit seperti semula. Aku membutuhkan artefak dari suku Ura, sialnya jika ingin memiliki artefak itu aku harus mempunyai seorang pendamping! Dan kebetulan aku bertemu denganmu di hutan," jelas Axe panjang lebar.
"Oh, jadi itu alasanmu mengajakku menikah?" Flo justru malah tertawa mendengar penjelasan Axe. "Kau seorang mafia? tapi kenapa percaya dengan hal yang berbau magic? Apa itu benar? Bagaimana kalau kau ditipu?"
Axe memicingkan matanya karena tidak suka dengan tanggapan Flo.
"Kalau memang artefak itu tidak berfungsi, aku tidak mungkin ada di sini." Axe menunduk dan menjangkau telinga Flo. "Demon yang menuntunku untuk menemukanmu! Kau adalah pendampingku!"
...~°••°~...
Bonus Visual
Flower Ocean Hoult [Flo]
Axe Leory Blancet [Axe]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
vj'z tri
visual nya Thor yang kantuk langsung sadar 🤣🤣🤣🤣🤣
2025-03-15
1
momi
wadidau axe silau,,
2025-02-21
0
Rohmah Drwskincare
axe gk ada bulu keteknya 😁
2024-07-02
0