Ia benar-benar ngos-ngosan dan keringat benar-benar memenuhi keningnya.
Toni yang sudah uring-uringan terus menggedor pintu rumah.
Sampai para tetangga heran kenapa ini orang gak pergi-pergi saja. Sudah tahu gak ada orang. Dasar!
Sakila mengganti pakaiannya, mencuci mukanya dengan buru-buru.
Bahkan ia yakin Toni akan marah-marah lagi dengan tidak jelas.
Sakila mencoba melatih senyumnya agar tidak terlihat seperti pembohong kambuhan.
Sakila
Yang, maaf lama.
ucapnya setelah membuka pintu.
Toni
Perutmu kenapa sih? Bermasalah?
sungut Toni.
Antara mau marah atau mau perhatian.
Dua hal yang kadang membuatnya bingung harus bersikap.
Sakila
Iya, yang. Mules.
Sakila
Mau keluar tapi gak jadi-jadi.
Sakila
Jadi lama banget.
Toni
Beli obat! mau?
Sakila langsung menggeleng.
Sakila
Nanti beli pepaya di warung Bu Siti, yang!
Sakila
Lebih alami.
Toni mengangguk, bahkan ia menempelkan telapak tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Sakila.
Toni
Gak demam!
Sakila
"Dasar! mana ada gak bisa pup sampai demam, ini mau kalau sampai kronis baru iya."
Sakila mengulum senyum. Ia menurunkan tangan Toni.
Sakila
Habis makan pepaya pasti bisa, yang!
Sakila
Jangan khawatir.
ucap Sakila lembut.
Toni
Ya sudah aku beliin pepaya sekarang!
Toni
Mana warungnya?
Sakila
"Yah..."
Sakila
Belok ke kanan gang, pas pojokan dekat tugu.
Toni
Tunggu!
Toni menyerahkan makanan yang ia bawa dan menggeber motornya ke warung Bu Siti.
Sakila mendesah lega, secara bersamaan ibunya pulang setelah membeli benang di toko Jago dan kulakan kain di anugrah fabric bersama tukang ojek langganan beliau.
Dulu ada temen kuliah ku yang kayak gitu punya pacar toxic... Sampai temen ku juga tau pacarnya dia yang toxic itu sampai magerin dia biar ga ada cowok yang suka... Kerjaan nya berantem terus... Cowoknya ga mau kalahan... Habis ribut temenku pasti nangis kejengker... Tapi habis itu pacarnya yang toxic datang lagi ke kost bawa makanan yang banyak kayak ga terjadi apa apa. Dan seperti biasa baikan lagi... Bertengkar lagi... Baikan lagi... Tapi ga tau sekarang kabar temanku sekarang gimana...
Comments
Dina Nurista
mending putus aja dech daripada boong terus
2022-04-22
1
Astri Astri
Dulu ada temen kuliah ku yang kayak gitu punya pacar toxic... Sampai temen ku juga tau pacarnya dia yang toxic itu sampai magerin dia biar ga ada cowok yang suka... Kerjaan nya berantem terus... Cowoknya ga mau kalahan... Habis ribut temenku pasti nangis kejengker... Tapi habis itu pacarnya yang toxic datang lagi ke kost bawa makanan yang banyak kayak ga terjadi apa apa. Dan seperti biasa baikan lagi... Bertengkar lagi... Baikan lagi... Tapi ga tau sekarang kabar temanku sekarang gimana...
2022-01-29
2
CebReT SeMeDi
wis jodohmu WIS nampak Killa 🤣🤣
2022-01-05
1