Jam-jam segini biasanya pengunjung tidak banyak. Hanya beberapa mahasiswa yang seliweran untuk ngadem di dalam toko, atau foto-foto di dalam ruang ganti.
Nanang dan Rinjani muda pernah melakukan itu dulu jadi ia tahu dan membiarkan pengunjung itu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, asal tidak nguntit dagangannya.
Nanang
Ken.
Ken
Pak Nanang yang terhormat.
seloroh Ken sambil menyunggingkan senyum jail.
Nanang
Dimana CV-nya?
Ken membuka nakas dan memberinya kepada Nanang.
Nanang membukanya sambil meneliti data diri Sakila.
Nanang
"Pantas sekali dia memanggilku bapak-bapak, usianya bahkan seumuran Dalilah. Gadis kecilku yang tinggal di Melbourne."
batin Nanang.
Ia menyerahkan CV itu kepada Ken.
Nanang
Hubungi dia, Ken! Interview kerja.
Ken
Sesuai, Pak?
Ken
Cantik juga, badannya proposional dijadikan model.
Nanang mengulum senyum.
Ia menghubungi bagian produksi untuk meminta beberapa sampel pakaian yang akan di launching bulan depan.
Nanang
Bawa ke toko. Ukuran L-XL.
Ken terbahak-bahak mendengar ukuran yang disebutkan Nanang.
Ken
Paham betul, Pak! Padahal masih original.
Mata Nanang mendelik, ia mematikan sambungan telepon sebelum duduk lagi.
Nanang
Tugasmu sudah kelar?
Ken menepuk jidatnya.
Ken
Lupa, Pak!
Ken
Maaf.
Ken
Tapi...
Mata Ken menyipit untuk memandangi rambut Nanang yang menghitam, klimis, dan rapi.
Ken tersenyum lebar.
Ken
Habis potong, pak?
Nanang mengibas tangannya, ia geram dengan orang-orang disekelilingnya yang mengira ia sedang aneh.
Padahal ia hanya melakukan tugasnya secara profesional dan menyemir rambut adalah rutinitasnya beberapa bulan sekali saat usianya sekarang.
----
Sakila beranjak, mulutnya yang sedang mengunyah siomay kelabakan saat menerima panggilan telepon dari nomer yang tidak ia kenal.
Ia mengunyah dengan susah sebelum menelannya cepat-cepat untuk mengangkat telepon.
Sakila
Oh... oh...
Sakila memegang tenggorokannya saat siomay itu nyangkut disana.
Ken dan Nanang yang mendengarnya mengernyit heran dengan suara Sakila yang absurd bagi kedua pria itu.
Ken
Kenapa dia, pak?
Nanang mengendikkan bahu, namun sekelebat bayangan Sakila yang 'sering' dikasari oleh Toni membuat Nanang membulatkan matanya.
Comments
dian athar
jd kemana mana nie mikirnya. 😄
2022-09-21
0
MeiSudarmini Soegi
ojo kadohan mikire om GPH...
2022-04-09
0
CebReT SeMeDi
ahahayyyy yuks pak nanang yg terhormat bergerak
2022-01-04
1