Reno terbangun tengah malam. Karena merasa haus, ia keluar dari kamar menuju dapur.
Ketika melewati kamar Naura, Reno mendengar suara isakan. Ia mencoba membuka pintu kamar putrinya itu.
Reno melihat Naura yang sedang menangis sambil memeluk foto ibunya.
Ia ingin memeluk putrinya, tapi egonya melarang. Reno tak ingin putrinya makin keras kepala.
"Ibu... jemput Naura" ucap Naura diantara tangisnya.
Reno menghapus air mata yang membasahi pipinya. Ia tak pernah melihat putrinya serapuh itu.
Naura berbaring dilantai dengan masih terus memeluk foto ibunya.
Reno masuk ke kamar setelah mematikan putrinya tertidur. Ia menggendong putrinya dan membaringkan di atas tempat tidur.
Reno menyelimuti tubuh Naura. Sebelum pergi, ia mengecup dahi putrinya itu.
Selamat tidur putri kecilku. Aku sangat mencintaimu. Salah jika kau berpikir, aku lebih menyayangi Santi dari pada dirimu. Kau tetap bertahta di hati ini.
Reno kembali ke kamarnya setelah ia yakin Naura tertidur nyenyak, ia membaringkan tubuhnya perlahan takut membangunkan istrinya Santi.
"Mas, dari mana," ucap Santi yang ternyata telah bangun.
"Tadi aku haus, dan ingin minum. Aku melihat Naura menangis sambil memeluk foto ibunya dan berkata ia ingin ikut menyusul ibunya. Apa aku terlalu keras selama ini dengan Naura" lirih Reno
"Mas, mungkin Naura masih butuh waktu untuk dapat menerima aku. Mas jangan terlalu memaksa ."
"Apa kamu tak marah dan sakit hati karena sikap Naura padamu."
"Nggak. Jika aku jadi Naura mungkin saja aku akan melakukan hal yang sama. Tapi yang membuat aku sedih, kenapa orang selalu saja memandang hina pada setiap wanita simpanan seperti aku. Apa salah jika aku mencintai pria yang telah beristri. Bukankah cinta itu datang tanpa kita minta dan inginkan. "
"Kamu ataupun wanita lain yang sama, tidak salah. Karena mencintai seseorang itu bukan dosa. Mungkin kehadiran kamu di dalam hidupku saja yang tak tepat. Kita mengenal saat aku masih berstatus suami orang."
"Aku tak pernah bermaksud merebut mas dari anak dan istrimu. Selama ini aku hanya meminta waktumu sedikit."
"Jangan kamu pikirkan itu. Sekarang kita tidur aja lagi. Yang penting aku tidak pernah menganggap kamu hina."
Reno mengajak istrinya tidur. Dengan saling berpelukan mereka akhirnya terlelap.
................
Pagi harinya, Naura bangun dan heran melihat dirinya yang telah berada diatas tempat tidur.
Ia bangun dan segera mandi. Sehabis mandi Naura segera menuju meja makan.
Ia melihat Santi yang sedang sarapan dengan segelas susu dan roti bakar.
Naura menarik kursi yang ada dihadapan Santi dan mengambil roti. Naura memberi selai kacang pada rotinya.
"Kemana aja kamu, Naura. Ayahmu sangat kuatir. Aku sudah mencoba mencari kontak temanmu di tempat kuliahmu dulu. Tapi tak satupun dari mereka yang pernah berteman dekat denganmu. Lain kali jika ingin menginap, kamu bisa beritahu dan jangan matikan ponselmu ."
"Jangan pura- pura perhatian. Bukankah lebih baik bagimu jika aku tak pernah kembal.i"
"Aku tak sejahat yang ada dipikiranmu, Naura. Emang aku salah karena telah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ibumu. Tapi aku tak pernah ingin memiliki ayahmu seutuhnya. Aku rela berbagi."
"Apa kamu pikir, ibuku rela berbagi dengan wanita j*l*ng sepertimu. Jika saja membunuh itu bukanlah dosa, saat ini aku akan membunuhmu. Apakah kamu tak pernah memikirkan perasaan ibuku, bagaimana sakit hatinya ibuku setelah tau perselingkuhan kalian. Kamu bilang tidak bermaksud memiliki ayahku. Tapi sejak ia mengenalmu ia jarang pulang dan tak betah dirumah."
"Apakah itu juga salahku. Aku tak pernah meminta ayahmu untuk berada didekatku lebih lama. Jika ayahmu di sini, aku juga tak pernah melarang. Apa tak pernah kamu pikirkan kenapa ayahmu lebih memilih didekatku dari pada bersama anak dan istrinya ." ujar Santi
"Maksudmu apa."
"Mungkin saja semua ini ada kesalahan pada ibumu. Dan juga dirimu. Jika ibumu bisa membuat ayahmu nyaman dan betah, ia tak akan mencari kenyamanan dari wanita lain."
"Jadi maksudmu semua ini kesalahan ibuku."
"Mungkin saja."
Mendengar jawaban Santi Naura mengangkat gelasnya dan menyirami wajah Santi.
"Dasar perempuan j*lang kau yang telah merebut ibuku, kenapa ibuku yang kau salahkan," teriak Naura.
Reno yang akan sarapan, melihat pertengkaran istri dan putrinya.
"Ada apa lagi Naura."
"Tanyakan saja sama istri ayah."
"Sayang, kenapa wajah dan bajumu basah. Apa ini perbuatan Naura," ucap Reno melihat wajah Santi yang basah.
"Aku pantas mendapatkan semua ini," gumam Santi.
Reno mendekati Naura dan memegang pergelangan tangan putrinya erat.
"Apa yang kamu lakukan dengan ibumu."
"Dia bukan ibuku. Harus berapa kali aku mengatakannya, " teriak Naura
"Siapa yang telah mempengaruhimu , kenapa kamu jadi liar begini. Kamu berani berteriak dengan ayah."
"Wanita j*l*ng itu yang membuatku jadi begini."
"Jangan pernah mengatakan Santi seperti itu lagi. Minta maaf, atau ayah akan.... "
"Akan apa, ayah akan melakukan apa jika aku tak mau minta maaf."
Reno menarik tangan Naura dengan keras sehingga ia terjatuh dari kursinya.
Naura meringis merasakan bok*ngnya yang sakit.
"Minta maaf segera," ucap Reno dengan suara yang keras.
"Aku tak mau, aku tak salah. Ia yang telah menghina ibuku," teriak Naura tak kalah kerasnya
"Mas, sudahlah. Aku tak apa- apa." ucap Santi
"Jangan pernah mengalah dengan anak seperti ini. Ia akan makin melunjak nantinya."
"Mas, mungkin memang aku yang salah. Maafkan aku, Naura."
"Lihat, Santi saja mau meminta maaf walau ia tak salah."
"Ia hanya berpura -pura baik. Agar ayah makin membenciku. Dasar rubah betina."
"Ayah tak mengerti lagi padamu, Naura. Kamu semakin liar. Sekarang juga minta maaf dengan Santi."
"Aku tak akan pernah meminta maaf."
Reno mendekati Naura dan menarik tangannya. Naura diseret hingga bersimpuh di depan kaki Santi.
"Cepat, minta maaf," ulang Reno lagi
"Aku tak mau, lebih baik aku mati dari pada harus meminta maaf pada wanita ini," Ucap Naura.
Naura lalu berdiri, dan mengambil gelas diatas meja . Naura melempar gelas ke lantai dan memegang pecahan kacanya. Reno melihatnya jadi kaget.
Ia mendekati Santi dan memeluknya , Reno takut Naura menyakiti Santi.
"Apa yang ingin kamu lakukan. Kamu sudah gila. Apa kamu mau menyakiti Santi."
"Ayah jangan takut, aku tak akan menyakiti istri ayah tercinta. " ucap Naura.
Tanpa Reno duga, Naura menyayat pergelangan tangannya dengan pecahan kaca itu.
"Naura.... " teriak Reno panik
Reno dengan cepat menarik tangan Naura sebelum pecahan kaca itu melukainya lebih dalam.
Telapak tangan Reno ikut terluka karena menggenggam pecahan kaca.
"Bibi... " teriak Reno melihat darah yang mengucur dari pergelangan tangan putrinya.
"Maafkan Naura, ibu.Naura terpaksa melakukan ini. Naura ingin ikut denganmu," ucap Naura sebelum kesadarannya hilang.
Bibi yang datang dengan tergesa kaget melihat tangan Naura dan Reno yang berdarah.
Bersambung
**************
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Sunarmi Narmi
SALAH BESAR..KAMU TIDAK BISA MENEKAN EGOMU..CINTAMU TIDAK SALAH TPI MENCINTAI ORANG YG BUKAN MILIKNYA ADALAH SALAH..TEMPATNYA YG SALAH KRN HRUS MELUKAI ORANG LAIN..KRN PDA DASARNYA KMU PUNYA HATI DAN OTAK BUAT BERFIKIR..PAHAM SANTI...
2024-12-05
0
copai
ya salah laaah...
2023-02-05
0
Fay
🙄🙄
2022-08-18
0