Hari dimana, Valen akan memberikan kejutan untuk Anin pun
tiba. Anin belum tahu kalau Valen akan memberikan kepada dirinya acara lamaran
sekaligus kejutan yang romantiss demi menghadiahkan momen yang istimewa buat
istrinya.
Sore itu setelah Anin pulang dari kantor, Valen langsung
mengajaknya untuk makan di luar, dengan dalih karena Valen mendapatkan proyek
sehingga ia ingin mengajak Anin untuk merayakannya berdua.
Tentu saja setelah kedua orang tua Anin tahu kalau Valen
mengajak Anin keluar makan. Mereka menyindirnya dnegan kata kata penghinaan.
“Halah, baru dapat duit sedikit aja udah boros, gimana
mau kaya? Palingan Mantu miskin itu hanya mau ngajakin makan bakso aja, Nin!”
kata papa Anin dengan sarkas.
“Sudahlah pa! Anin mau berangkat dulu ya.” Pamit Anin
disusul dengan Valen yang langsung ditolak oleh mertua Anin.
“Jangan bawa mobil kantor!” peringat mama Anin dengan
mencemooh.
“Iya, kami akan naik ojek online aja.” Kata Anin dengan
nada kesal, padahal kan yang sebenarnya dapat fasilitas mobil kantor kan juga
dirinya, kenapa malah papa dan mamanya yang marah marah gak jelas.
“Ayo, Nin! Jemputan kita sudah datang.” Kata Valen
mengajak Anin untuk segera pergi, karena ia pun juga tidak mau naik mobil yang
di fasilitasi oleh keluarga Bagaskara, karena kalau cuman beli mobil yang merknya
beredar banyak di pasaran tentu sangat mudah bagi Valen sekarang, maka ia meminta Revan untuk mengirim supir dan juga
mobil untuk menjemput mereka.
Ternyata mobil yang datang adalah mobil yang kapan hari
mengantar Valen dan Anin, yaitu Rolls-Royce Cullinan, membuat mata mertuanya
melotot, darimana ada ojek online yang memakai mobil dengan bandrol harga puluhan miliar rupiah.
“Sebentar, Nin! Kok mobil yang menjemput kamu mobil mewah
sih? Apa jangan jangan Andrew yang datang?” tanya mama Anin penasaran.
“Loh! Yang pesen mobil ojek onlinenya itu mas Valen kok! “
kata Anin keheranan, masa Andrew mau jemput mereka, emang sekarang Andrew sudah
ganti status sebagai supir ojek online.
“Ayo Nin, kita berangkat sekarang!” kata Valen dengan
nada kesal, masa dipikir Andrew yang jemput, yang bener aja dong!
Mereka berdua pergi diiringi dengan tatapan tidak percaya
oleh kedua mertua Valen, mungkin kalau seandainya Valen mengaku sekarang kalau
dirinya yang memiliki Weston grup, dijamin pasti mertuanya akan menganggap dirinya halu.
Sesampainya mereka disana, mereka langsung di sambut oleh
sekuriti yang berjaga di lobby. Mengingat pengalaman kedua temannya yang
kemarin dipecat oleh pak Afgan membuat mereka mengingat ingat tentang tuan muda
Valen yang harus mereka hormati dan jangan sampai salah perlakuan.
“Wah, mas! Sekuriti disini sopan sopan ya.” Kata Anin
yang kagum kalau sekuritinya melayani tanpa melihat mereka kaya atau miskin,
karena di pikiran Anin dirinya itu kan hanya orang biasa. Sedangkan Valen
hanya masang wajah datarnya seperti biasa.
Tiba tiba mereka bertemu dengan Andrew di lobby club
house Weston Resort. Tentu saja Andrew yang melihat Anin bersama Valen menampilkan senyum mengejeknya, karena ia menganggap Valen adalah orang miskin yang berani
beraninya masuk ke dalam Weston resort yang terkenal mahal bahkan tanpa membawa kartu akses.
“Loh Nin! Kamu juga disini? Sama siapa? Kamu emangnya
bawa kartu akses masuk ke tempat ini?” tanya Andrew dengan nada menghina karena
ia tahu biasanya tidak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk tanpa tanda
pengenal berupa kartu akses, kecuali pemilik tempat ini yaitu Willy Weston.
“Oh aku kesini hanya bersama suami aku, ini Valen yang
ngajak aku kemari” katanya sambil menggandeng lengan Valen, yang saat ini mengenakan pakaian formal begitu juga dengan Anin yang menggunakan gaun yang tampak
anggun dan tentu saja Anin kelihatan tambah cantik dan seksi.
“Ha ha ha emang Valen memiliki Kartu akses ke tempat
semacam ini?” tanya Andrew dengan nada mencemooh.
Sedangkan Valen yang dihina hanya menatap Andrew dengan
datar dan dingin, para sekuriti yang mendengar hanya bisa diam dan menunduk saja, mereka tidak mau kejadian yang menimpa temannya kemarin terjadi lagi pada mereka. Mereka sudah tahu
siapakah Valen sebenarnya.
Andrew bisa sombong karena dirinya pemegang kartu gold akses yang artinya anggota VVIP di resort itu, ia bahkan bisa memakai dan mengundang orang yang tidak memiliki akses sama sekali.
“Sudahlah Nin, kamu masuk saja bareng aku, soalnya hanya
orang tertentu saja yang bisa masuk kemari.” Katanya sambil melambai lambaikan kartu akses di depan wajah Valen, sedangkan Valen masih diam saja.
“ Oh gak usah repot repot, Ndrew! Kalau aku gak bisa
masuk ke dalam gak apa apa kok! Aku sama suami aku saja! Kamu masuk aja lebih
dahulu.” Kata Anin dengan santun, membuat Andrew semakin geram. Ia merasa Anin yang cantik tidak cocok dengan Valen yang miskin.
“Anin! Apa sih yang kamu lihat dari pria miskin macam
suami kamu itu.” Kata Andrew dengan nada sombong sambil menyerahkan kartu akses
goldnya kepada sekuriti, tapi yang mengagetkan Andrew adalah tidak ada satupun orang sekuriti yang berani mengambil kartu akses yang dimiliki oleh Andrew.
“Pak Andrew, mas Valen adalah suami saya, jadi wajar
kalau saya memilih bersama dia.” Kata Anin dengan tegas. Membuat Valen menjadi
kagum dengan istrinya yang benar benar baik luar dalam, wajahnya yang cantik, tubuhnya
juga bagus ditambah hatinya yang super baik membuat Valen merasa tambah sayang.
Valen memberi kode kepada para sekuriti untuk tidak
menerima kartu akses milik Andrew.
“Maaf pak Andrew, kartu anda tidak bisa dipakai lagi.” Kata
salah seorang sekuriti itu dengan nada hormat.
“Bagaimana bisa? Kan kartu akses ini berlaku seumur hidup, asalkan aku membayar iurannya aku akan tetap bisa mamakainya kan?” tanya Andrew dengan raut wajah heran.
“Maaf pak, kartu ini sudah tidak bisa dipakai.” Kata sekuriti
itu dengan kukuh karena melihat kode dari Valen yang diberikan secara sembunyi sembunyi.
“Mana bisa? Coba kamu panggil manager atau sekalian GM
kalian pak Afgan untuk mengurus kartu akses saya.” Kata Andrew masih dengan gayanya yang sombong, ia merasa jatuh gengsi karena kartu aksesnya tidak berfungsi karena dilihat oleh Anin dan Valen yang tadi ia hina hina. Sedangkan Valen hanya bisa menunduk sambil tersenyum melihat
kebingungan Andrew.
Valen langsung menarik Anin untuk segera masuk, dan yang
membuat Andrew menjadi heran adalah ternyata Valen dan Anin malah diijinkan masuk
walau tanpa menunjukan kartu akses apapun. Ini jelas membuat Andrew protes keras.
“Eh kalian itu bagaimana sih? Mereka kok bisa masuk
sedangkan aku gak bisa masuk? Padahal mereka juga tidak pakai kartu akses.” Protes
Andrew dengan nada keras membuat pengunjung lain merasa terganggu. Tapi petugas sekuriti terselamatkan karena pak Afgan datang, dipanggil oleh kepala sekuriti.
“Ada apa ini?” tanya pak Afgan dengan nada ketus, karena
sebenarnya ia sedang sibuk saat dipanggil tadi.
Para sekur\iti langsung membisikan dan menjelaskan apa
yang terjadi dengan suara lirih, tentu saja pak Afgan yang tidak mau ambil
resiko melawan keinginan Valen.
“Maaf pak Andrew, kartu anda disuspend karena anda sudah
menyinggung atasan kami. Dan akan dikembalikan lagi kalau bapak sudah melakukan permohonan maaf dengan atasan kami.” Kata pak Afgan dengan nada hormat, ia juga tahu kalau Andrew termasuk jajaran orang kaya, jadi ia harus mengatakannya dengan santun
kalau tidak mau mendapatkan masalah juga.
“Apa? Siapa yang aku sudah singgung?” tanya Andrew dengan
tatapan heran, ia sambil mengingat ingat siapakah yang barusan sudah ia singgung.
“Bapak sudah menyinggung anak pemilik tempat ini.” Kata
Afgan menjelaskan dengan siapa Andrew bermasalah.
“Anak tuan Willy Weston? Siapa?” tanyanya masih dengan
raut heran.
“Pak Valendra Weston.”
“Hah???”
.
.
.
TBC
Hai readers, ini up kedua ya di hari ini. Besok thor usahain bisa up 2 lagi yaaa, happy reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 278 Episodes
Comments
Praised93
terima kasih👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-12-18
1
noor jamaah jamaah
semangat
2023-07-30
0
imas sukarsih
Afgan kamu ceroboh, kan gak boleh ada yg tahu identitas Valen 🙈
2023-05-25
0