“Siapa anak tuan Willy Weston?” tanya Andrew ingin meyakinkan diri.
“Tuan muda Valendra Weston.”
“Valendra maksudmu yang baru saja masuk bersama dengan
istrinya itu?” tanya Andrew meyakinkan.
“Benar itu adalah tuan muda kami, Tuan Valendra Weston,
anak pemilik Resort ini. Bahkan kabarnya dia yang akan menjadi pewaris tunggal
Weston grup.” Kata Afgan masih dengan nada hormat.
Ini sungguh menjadi tamparan yang sangat keras untuk
Andrew, yang tadinya menghina Valen sedemikian rupa, tiba tiba Ia juga takut
kalau karena dendam Valen akan membalas dirinya melalui perusahaan keluarganya.
Karena bukannya dia tidak tahu kalau Weston grup sangat mampu untuk melakukan
itu semua, karena sebagian besar dari rumah sakit yang dimiliki keluarganya
investasinya dimiliki oleh Weston grup.
“Kamu tidak mengada ada kan?” tanya Andrew takut kalau
ternyata apa yang ia dengar hanya kabar burung saja.
“Sayangnya tidak tuan. Kemarin malam tuan Willy sendiri
yang mengatakan itu semua, memang ini masih di sembunyikan keberadaannya. Belum
ada seorang pun yang tahu, tapi tentunya akan ada harga yang harus dibayar
kalau sampai ada orang yang berani melawan atau melakukan penghinaan kepada
tuan muda. Dan itu sudah diinstruksikan oleh tuan Willy sendiri kalau barang
siapa yang melakukan pembullyan kepada anaknya akan berurusan dengannya. Apa
yang anda alami adalah bagian dari kata kata tuan Willy.” Kata Afgan
menjelaskan.
“Baiklah kalau begitu saya akan masuk untuk meminta maaf
secara langsung kepada tuan muda anda.” Kata Andrew dengan nada lirih, tidak
bisa se sombong tadi.
“Maaf, kalau hari ini tuan muda ada acara yang tidak bisa
di tinggalkan.” Kata Afgan lagi, karena ia tahu persis, Valen sedang ada acara
penting bersama dengan istrinya dan ia pasti tidak akan mau di ganggu.
“Lalu kapan saya bisa bertemu?” tanya Andrew dengan
sabar.
”Saya akan memberikan info itu kepada anda besok.” Kata
Afgan memberikan solusi.
“Baiklah kalau begitu saya akan pulang!”
“Maafkan atas ketidak nyamanannya.”
“Saya tahu, dia memiliki hal untuk menolak saya, karena
ini semua kan miliknya.” Kata Andrew dengan nada lirih, ia tidak menyangka
kalau ini bakal terjadi padanya, tadinya ia ingin menunjukan pada Anin kalau dirinya lebih berharga daripada Valen
tapi pada kenyataannya dia malah yang dipermalukan. Tapi ia bukan orang yang tidak tahu tata cara di dalam dunia bisnis, siapa yang kuat akan menguasai yang lemah, dan ia tahu diri saat ini ia ada jauh di bawah Valen, ia harus meminta maaf sebelum semua yang ia miliki dihancurkan keluarga Weston.
***
Sementara itu di dalam ruangan yang di pakai oleh Valen,
Anin merasa canggung dengan kemewahan yang disajikan disana untuk sekedar makan
malam bersama suaminya itu.
“Mas, emang kamu itu dapet uang berapa sih? Kok kamu
sampai mau mengajak makan malam bersama semewah ini.” Tanya Anin dengan nada
cemas, ia takut kalau Valen tidak bisa membayar.
“Tenang aja, mas pasti bisa bayar kok, lagian ini semua
sudah mas bayar, jadi kamu tidak usah cemas.” Kata Valen bisa membaca kecemasan
istrinya.
Sekalipun Anindiya terlahir dari keluarga yang
berkecukupan, tapi sejak kakeknya meninggal, nenek Arka menghentikan bantuannya
dan lebih mementingkan dirinya sendiri dan juga cucu kesayangannya yaitu There.
“ Mas, kamu dapet uang dari mana sih? Ini kan mahal
banget loh!” kata Anin sambil berbisik lirih, takut didengar oleh pramusaji
yang sedang menghidangkan makanan.
“Sssttt, kita nikmati dulu saja ya makanannya.” Kata Valen
sambil memakaikan serbet ke tubuh Anin pertanda ia ingin menikmati makan malam romantis
dengan diiringi musik yang sengaja di sewa untuk membangun suasana.
“ Maas, makanannya enak, makasih ya!” kata Anin saat ia sudah selesai menikmati makanannya, ia ingin
menghargai suaminya. Dan Valen hanya mengangguk saja, ia grogi bagaimana ia
akan memulai acara lamarannya.
“Nin! Ehm mas mau kasih kamu sesuatu.” Katanya dengan sedikit
gugup
“Aduh mas, kamu gak usah beliin macam macam.” Kata Anin tidak enak hati, dia sudah cukup senang
saat suaminya itu tidak lagi dingin dan mengajaknya melakukan hal hal yang romantis
seperti ini.
“Maaf kalau selama ini mas belum pernah mengajak kamu
seperti ini dan juga belum pernah memberi kamu perhatian yang seperti ini, maukah kamu
menerima yang mas kasih dan menjadi istri mas yang sesungguhnya?” tanya Valen
dengan cepat, untuk menghilangkan kegugupan yang ia rasakan.
“Mas, apa ini?” tanya Anin ketika Valen menyodorkan
sebuah cincin permata yang sudah ia beli kemarin untuk melamar kembali
istrinya.
“Itu tanda aku melamar kamu kembali dan menjadi suami
kamu yang sebenarnya. Dulu aku melamar kamu dengan cincin yang diberikan kakek,
kalau sekarang aku melamar dengan apa yang aku miliki.” Kata Valen yang membuat Anin terharu, cuman ia belum mengira kalau cincin itu benar benar asli, Anin hanya berpikir kalau itu cincin emas dengan batu permata yang palsu.
“Cincinnya bagus banget mas, makasih ya! Aku sangat suka
dengan pilihan kamu ini mas.” kata Anin sambil menatap cincin yang diberikan
oleh suaminya, membuat Valen langsung memakaikan cincin mahal itu ke jari
tangan Anin yang lentik. Anin melihat cincin yang sudah melingkar di jarinya
dengan perasaan bahagia.
“Aku kan sudah jadi istri kamu yang sah, mestinya kamu
tidak usah memberikan cincin yang cantik seperti ini, dan melamarku lagi.” Kata
Anin dengan sendu, ia terharu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
“Makasih ya Nin kalau selama ini kamu mau membelaku. Dan selalu mau berada di sisiku.” Kata
Valen sambil mengecup tangan Anin yang dihiasi oleh cincin permata yang mahal
itu, ini adalah skinship terintim yang pernah Valen lakukan kepadanya selama
setahun pernikahan mereka, membuat ada perasaan aneh di hati Anin yang
membuatnya merona malu.
“Tentu mas! Kamu kan suami aku, dan aku juga
berterimakasih kamu mau susah susah membuat acara romantis seperti ini. Gak
akan pernah aku lupakan.” Kata Anin dengan nada malu malu, membuat Valen merasa
apa yang ia sudah lakukan tidak sia sia.
Sampai kemudian mereka pulang ke rumah, Valen dan Anin
tidak melepaskan genggaman tangannya, karena Anin merasakan kenyamanan yang
lebih saat bersama dengan Valen, begitu pula sebaliknya.
***
Keesokan harinya, Anin kembali harus berkutat dengan persiapan
Pesta Perayaan kemenangan Bagaskara mendapatkan tender. Dan lagi lagi Anin
diminta oleh nenek Arka untuk memastikan kedatangan bu Susan dan CEO baru
mahkota Horeka.
“Nin kau sudah cek semua undangan yang ada?” tanya nenek
dengan nada tegas.
“Sudah nek! Semua kolega bisnis dan juga para wartawan
sudah juga diundang untuk meliput acara kita ini.” Kata Anin sambil menyerahkan
berkas berkas yang ada.
“Ya sudah kamu pastikan kedatangan dua tamu kehormatan
kita, jangan sampai mereka tidak datang!” kata nenek sambil mengibaskan tangannya,
karena ia sedang tidak ingin diganggu, dan Anin pun segera pergi meninggalkan
ruangan nenek Arka, karena pada dasarnya tadi ia hanya ingin menyerahkan berkas
berkas yang harus ia tanda tangani oleh nenek.
Tiba tiba tanpa ketukan dan pemberitahuan, ada seseorang
yang kemudian masuk ke ruangan nenek Arka, membuat nenek Arka kesal.
“Kamu itu apa tidak pernah di ajarkan sopan santun? Masuk
ke ruangan nenek tanpa mengetuk pintu.” Kata nenek dengan nada sarkas.
“ Aduh nek!! Biasanya nenek tidak pernah memperhitungkan
hal itu. Apakah ini karena nenek mau mengangkat Anin menjadi direktur
pelaksana, menggantikan aku?” tanya There dengan nada marah, ia mendengar kabar
kalau ia bakal diturunkan jabatannya digantikan oleh anak sialan itu.
Nenek tercekat, bagaimana cucunya ini tahu tentang
rencananya? Tapi sebenarnya itu adil dan sah saja, karena Anin lah yang
berhasil mendapatkan tender kontrak dengan Mahkota Horeka kan?
.
.
.
TBC
hai readers, thor akan coba up 1 episod lagi hari ini, ditunggu ya!! Jangan lupa like dan favoritkan cerita ini yaa.Happy reading!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 278 Episodes
Comments
Wisnu Mahendra
tendernya gak konsisten, lagi 1 milyar lagi 1 trilyun
2024-12-03
0
Praised93
terima kasih 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-12-18
0
Eric ardy Yahya
makanya gak usah sombong kamu Andrew , kamu ini dokter tapi berlagak seperti orang kaya . gak usah ngejar Anin lagi
2023-06-06
0