NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Jadi Ibuku?

"Mbak, ada Raden Dwipa yang ingin bertemu." Gendis, Asisten Astri yang juga merupakan sepupu dari pihak ibunya, mengabari hal itu pada wanita cantik yang sudah lebih dari tiga tahun menjadi Bosnya.

Gendis jugalah yang menjadi saksi bagaimana dua insan yang semula saling mencintai itu, kini harus berpisah namun memiliki takdir yang masih berkaitan.

"Aku ndak mau bertemu dengannya, Ndis." Jawab Astri tanpa ragu.

"Jangan pernah izinkan dia masuk untuk menemuiku." Imbuh Astri lagi.

"Njih, Mbak." Jawab Gendis yang kemudian meninggalkan ruangan Astri.

Astri kemudian berjalan menuju ke jendela ruangannya yang menghadap ke luar. Dari sana, ia bisa melihat bagaimana Raden Dwipa berjalan dengan langkah gontai.

Penampilan pria itu terlihat acak-acakan. Jauh berbeda saat pria itu sedang bersamanya, dulu. Meskipun hatinya masih terasa ngilu saat menatap pria yang pernah ia cintai itu, Astri memilih untuk berdamai dan mencoba fokus dengan takdir barunya.

...****************...

Astri mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah Mall. Ia hendak bertemu dengan kliennya di salah satu Cafe yang ada di Mall itu. Dengan langkah cekatan, Astri berjalan menyusuri Mall yang tampak ramai hari itu.

Saat sedang melewati wahana permainan anak, netranya tak sengaja menangkap seorang anak yang sedang menangis. Seorang wanita tampak sedang membujuk si anak yang menangis itu, namun, si anak tetap saja enggan menghentikan tangisannya.

Astri menyipitkan mata. Ia mengamati gadis kecil yang sedang menangis itu. Ia mengernyitkan dahi karena mengenali siapa gadis yang sedang tantrum di wahana bermain itu.

"Sasmaya?" Batinnya.

Astri pun mengubah arahnya. Ia segera menghampiri Sasmaya yang masih saja menangis. Melihat kedatangan Astri, Sus Sari, langsung membungkuk hormat pada calon istri dari Tuannya itu.

Tentu saja ia tau jika Astri akan menjadi Nyonya di rumah Tuannya. Kabar mengenai pernikahan antara Raden Daksa dan Astri, sudah terdengar oleh semua orang meskipun mereka tidak mengetahui mengapa alasan di balik acara yang mendadak dan akan digelar secara tertutup itu.

"Ada apa, Sus? Sasa kenapa?" Tanya Astri dengan sopan.

"Ah, itu Den Ayu. Den Ajeng menangis karena mainannya yang selalu di rebut oleh pengunjung lain. Tetapi, Den Ajeng ndak mau saat aku ajak pulang." Jawab Sus Sari.

"Maksudnya, Sasa hanya diam ketika mainan yang sedang ia mainankan direbut paksa?" Tanya Astri yang di jawab anggukan oleh Sus Sari.

"Ndoro Putri (Marini) yang selalu mengajarkan itu pada Den Ajeng. Den Ajeng selalu diminta untuk mengalah dan bersabar demi menjaga tatakrama." Ujar Sus Sari.

Mendengar itu, Astri hanya bisa menghela nafas. Ia memeluk dan berusaha menenangkan Sasa yang masih menangis. Untungnya, Sasa mau berhenti menangis setelah astri berjanji akan menemaninya bermain.

"Bulik mau menemani Sasa bermain?" Tanya Sasmaya yang masih sesenggukkan.

"Iya, Cah Ayu. Nanti Bulik akan temani Sasa bermain. Tetapi, Bulik harus bekerja dulu, sebentar." Jawab Astri yang masih belum memberi tau jika ia akan menjadi ibu sambung dari gadis kecil itu. Makanya, ia masih menyebut dirinya sebagai Bulik. Biarlah Raden Daksa yang akan memberi tau Sasmaya nanti, pikirnya.

"Kalau gitu, Sasa boleh ikut Bulik bekerja?" Tanya Sasmaya.

"Sasa mau?" Tanya Astri sambil tersenyum.

"Mau!" Jawab Sasmaya dengan semangat. Ia buru-buru mengusap jejak air mata yang ada di pipinya.

"Sus Sari, boleh aku ajak Sasa?" Tanya Astri pada pengasuh Sasa.

"Aku akan menelfon Raden Mas Daksa untuk meminta izin dulu, Den Ayu." Ujar Sus Sari.

"Ayo Bulik! Kita bekerja sekarang." Ajak Sasa sambil menarik tangan Astri.

"Kita harus minta izin dengan Ayah dulu, Den Ajeng." Kata Sus Sari.

"Ayah pasti mengizinkan." Kata Sasmaya.

"Tunggu sebentar ya, Nduk. Biar Sus Sari meminta izin ayah dulu." Kata Astri yang mencoba memberi pengertian pada Sasmaya.

Namun, setelah beberapa kali menelfon, Raden Daksa tak kunjung menjawab panggilan atau membalas pesan yang dikirimkan oleh Sus Sari.

Karena waktu yang semakin mepet, pada akhirnya Astri membawa saja Sasmaya dan Sus Sari bersamanya. Biarlah dia yang akan menanggung akibat jika Raden Daksa marah, nantinya.

Sasmaya tampak sangat senang ketika Astri membawanya ikut bersamanya. Saat Astri sedang bertemu kliennya, Sasmaya tampak anteng duduk di sebelahnya sembari memainkan pulpen dan kertas yang diberikan oleh Astri.

[Dimana Sasa, Sus?] Pesan dari Raden Daksa masuk ke ponsel Sus Sari. Sus Sari pun mengirimkan foto Sasmaya yang sedang berada di pangkuan Astri.

[Den Putri sedang bersama Den Ayu, Raden Mas.] Pesan yang di tuliskan sebagai caption dari foto yang di kirimkan oleh Sus Sari.

[Den Ayu meminta izin untuk mengajak Den Putri bekerja sebentar. Setelah itu, Den Ayu mau mengajak Den Putri bermain.] Sus Sari kembali mengirim pesan pada Raden Daksa.

"Lho! Kok cuma ceklis satu? Barusan ponselnya aktif." Batin Sus Sari saat pesan yang ia kirimkan ke Tuannya itu belum terkirim.

Namun, Sus Sari tak mempermasalahkan hal itu, barang kali, Radennya itu sedang sibuk dan ponselnya mati kehabisan batrai. Ia kini justru fokus melihat Sasmaya yang nampak bahagia duduk di pangkuan Astri.

"Semoga Den Putri bisa selalu bahagia seperti ini. Terima kasih Den Ayu karena sudah menyayangi Den Putri." Lirih Sus Sari sambil mengusap air mata yang ada di sudut matanya.

Sus Sari adalah orang yang merawat Sasmaya sejak ia masih bayi. Sasmaya yang terlahir prematur, tentu membutuhkan perawatan khsusus setelah diperbolehkan pulang.

Selama itu, Sus Sari dan Raden Daksa yang merawat Sasmaya dengan sungguh-sungguh. Raden Daksa pun selalu mengantarkan Sasmaya saat waktunya kontrol atau imunisasi ke Dokter. Pria itu, tak pernah melewatkan memantau tumbuh kembang putrinya.

Namun, Sus Sari hanya menyayangkan pola asuh yang diterapkan oleh Ndoro Putrinya (Marini). Meskipun mereka tinggal terpisah, tetapi hampir setiap hari supir dari rumah utama datang untuk menjemput Sasmaya.

Gadis kecil itu dipaksa mengikuti pelajaran tata krama ala putri bangsawan yang sebenarnya belum ia pahami. Gadis kecil itu seolah dipaksa untuk menjadi lebih dewasa dari usianya.

Setelah selesai meeting dengan kliennya. Astri kemudian mengajak Sasa dan Sus Sari untuk makan siang terlebih dulu sebelum pergi ke wahana bermain. Dengan telaten, Astri menyuapi Sasa makan, bergantian dengan menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.

"Raden Mas belum membalas pesan atau menelfon, Sus?" Tanya Astri.

"Tadi sempat membalas pesan, Den Ayu. Tetapi, kemudian ponselnya justru tidak aktif." Kata Sus Sari.

"Ini, belum lama Asistennya menghubungi, katanya ponsel Raden Mas pecah karena terjatuh dari ketinggian. Raden mas juga bilang, nanti akan menyusul kesini setelah makan siang." Imbuh Sus Sari lagi.

Mendengar itu, Astri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Raden Daksa seceroboh itu, hingga ponselnya terjatuh dan pecah.

"Sasa suka di suapi Bulik." Celetuk Sasa tiba-tiba.

"Rasanya Sasa seperti disuapi Ibu. Sasa belum pernah disuapi Ibu karena Ibu Sasa sudah meninggal." Imbuh Sasa yang membuat hati Astri mencelos. Ada rasa sakit tersendiri kala mendengar ucapan jujur dari calon anaknya itu.

"Nanti, Bulik Astri akan sering menyuapi Sasa." Ujar Astri sambil mengusap sayang kepala Sasa yang begitu lahap makan ketika ia suapi.

"Bulik jadi Ibu Sasa saja, ya?" Pinta Sasa yang di jawab senyuman oleh Astri.

1
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
This Is Me
Astri & Daksa pasti jadi pasangan ortu idaman 🩷🩷
Rahmawati
astri. harus rajin olahraga biar bisa ngimbangi raden Daksa yg sll on fire😂
This Is Me
Terlalu lama puasa nih🤣
Reni Setia
raden Daksa lagi maruk,,, maklum duda lama 😄😄
🟢Rafifah
bsk sblm honeymoon terakhir mantap2 ny di kolam renang nich pasti seru
ika
wadowwww🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!