NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Ivy

Kehidupan Kedua Ivy

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Cinta kadang dapat membutakan mata seseorang, itu juga yang terjadi pada Ivy. Cinta membuatnya buta hingga tega merebut tunangan saudara kembarnya sendiri.

Ivy memang berhasil, pertunangan Mateo dan Evelyn dibatalkan dan dia berhasil menikahi Mateo. Tapi sayangnya pria itu tidak pernah mencintai Ivy. Mateo melakukan banyak hal untuk menyakit hati Ivy bahkan dia juga berselingkuh hanya agar Ivy lebih terluka. Tapi Ivy selalu memaafkan Mateo.

Hingga hari itu Ivy benar-benar berhenti mencintai Mateo. Sejak Mateo lebih memilih menemani selingkuhannya dibandingkan mengantarkan putri mereka ke rumah sakit. Hingga akhirnya Ivy harus kehilangan putrinya untuk selamanya. Sejak saat itu, cinta Ivy lenyap dan dia akhirnya memilih bercerai dan meninggalkan Mateo.

Saat Ivy berpikir dia sendirian dan tak punya tempat untuk pulang, Edgar datang memberikan cahaya untuknya. Awalnya Ivy berpikir jika Edgar hanyalah pria biasa. Tapi ternyata identitas Edgar tidak sesederhana itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Pencarian Ivy

Malam itu, setelah memastikan istrinya sedikit lebih tenang, Tuan Gilbert masuk ke ruang kerjanya. Wajahnya masih terlihat muram, bayangan tentang Grizella terus berputar di kepalanya, begitu pula wajah Ivy yang selama ini mereka perlakukan dengan dingin. Dia mengambil ponselnya dan segera menghubungi tangan kanannya yang paling dia percaya, Jack. Tidak butuh waktu lama sampai panggilan itu tersambung.

"Jack."

"Ya, Tuan."

"Aku ingin kau mencari seseorang untukku."

Jack terdiam sejenak, nada suara tuannya terdengar jauh lebih berat dari biasanya.

"Siapa yang harus saya cari?" Tanya Jack di seberang sana.

"Menanantuku, Ivy Alexandra Myles." Kata Gilbert tegas.

Jack sedikit terkejut mendengar nama itu.

"Nyonya Ivy?" Tanya Jack, bukannya Ivy sudah bercerai dengan Mateo. Lalu kenapa tuannya ini masih memanggil Ivy sebagai menantunya, pikir Jack.

"Huft, tapi sayangnya saat ini dia sudah bukan menantu keluarga ini lagi, " jawab Gilbert lirih. "Tapi aku tetap ingin kau menemukannya." Lanjut Gilbert.

Gilbert berjalan menuju jendela besar di ruang kerjanya, dari sana dia bisa melihat halaman rumah yang gelap dan sepi.

"Aku ingin tahu di mana dia berada sekarang, cari tahu semuanya, dengan siapa dia tinggal, apa yang dia lakukan, dan apakah dia baik-baik saja." Kata gilbert, suaranya terdengar sedikit bergetar dan serakm

"Baik, Tuan. Saya akan segera mencari tahu." Kata Jack.

Gilbert terdiam beberapa detik sebelum kembali berbicara.

"Dan Jack..."

"Ya?"

"Jangan membuatnya takut." Kata Gilbert, kali ini

suaranya terdengar semakin berat.

"Kalau kau berhasil menemukannya, jangan langsung membawanya kemari. Aku hanya ingin tahu keberadaannya terlebih dahulu." Lanjut Gilbert.

"Baik, Tuan."

Panggilan itu berakhir, Gilbert menurunkan ponselnya perlahan. Kini dia akhirnya menyadari betapa banyak kesalahan yang telah dilakukan keluarganya kepada Ivy.

Dulu dia hanya melihat Ivy sebagai wanita yang telah menghancurkan hubungan Mateo dan Evelyn, dia tidak pernah benar-benar berusaha memahami alasan di balik semua tindakan Ivy.

Dia bahkan tidak pernah bertanya bagaimana perasaan wanita itu ketika harus hidup bersama seorang pria yang tidak mencintainya dan yang paling menyakitkan, dia tidak pernah membela Ivy ketika Mateo mengabaikannya. Kini semuanya sudah terlambat, Grizella telah pergi untuk selamanya. Ivy juga telah meninggalkan Mateo setelah dia kehilangan putrinya, entah berapa banyak luka wanita itu selama ini, Mateo benar-benar telah berhasil menghancurkan hati wanita yang benar-benar tulus mencintanya.

Gilbert mengepalkan tangannya.

"Maafkan kami, Ivy..." Lirih Gilbert.

Air mata perlahan menggenang di sudut matanya.

"Aku tidak bisa mendidik putraku dengan baik, andai saja aku mendidiknya dengan baik. Mungkin dia tidak akan menyakiti mu dan Grizella, mungkin dia bisa menjadi suami dan ayah yang lebih bertanggungjawab. Maafkan aku dan Cassandra juga karena tidak pernah benar-benar ada untukmu dan Grizella selama ini, maafkan kami karena tidak bisa menjadi mertua yang baik untukmu. Maaf karena kelalaian kami, kau harus kehilangan putrimu. Mungkin kata maaf saja tidak bisa mengembalikan Grizella kepadamu, juga tidak bisa menghapus semua luka yang telah kami berikan tapi aku harap kau bisa memaafkan kami." Kata Gilbert.

Dia menundukkan kepalanya.

"Tapi setidaknya kali ini biarkan aku melakukan sesuatu untukmu, sebagai penebus semua dosa kami padamu selama ini."

Bukan untuk mendapatkan pengampunan, bukan pula untuk memaksa Ivy kembali kepada keluarga Agler. Gilbert hanya ingin menebus sedikit dari kesalahan yang telah mereka lakukan.

Sementara itu, di tempat lain, Jack sudah mulai bekerja. Dia menghubungi beberapa orang kepercayaannya dan memberikan satu perintah yang sama.

"Temukan Ivy Alexandra Myles, tapi lakukan dengan diam-diam." Perintah Jack.

Jack tidak tahu alasan sebenarnya mengapa Gilbert begitu bersikeras menemukan Ivy, namun dia tahu satu hal, kali ini, Tuan Gilbert tidak sedang mencari mantan menantunya untuk membawanya kembali. Dia sedang mencari seseorang yang selama ini telah mereka sakiti dan jauh di dalam hatinya, Gilbert hanya berharap semoga Ivy masih mau memberinya kesempatan untuk menebus kesalahan.

Malam semakin larut, di sebuah ruangan sederhana yang dipenuhi cahaya lampu meja, Jack masih sibuk menatap layar laptopnya. Beberapa informasi tentang Ivy sudah berhasil dikumpulkannya, tetapi semuanya belum cukup untuk memastikan keberadaan wanita itu.

"Rupanya dia benar-benar ingin menghilang dari semua yang telah menyakiti dia selama ini." Kata Jack sambil memijit keningnya.

Setelah perceraian, Ivy tidak hanya meninggalkan rumah keluarga Agler. Dia juga menjauh dari lingkungan sosial yang selama ini mengenalnya,

Jack terus menelusuri informasi yang ada. Hingga akhirnya, sebuah laporan membuatnya berhenti.

Sebuah tiket penerbangan. Jack membaca nama penumpangnya dengan teliti.

Ivy Alexandra Myles.

Matanya langsung membelalak.

"Jadi nyonya Ivy akan pergi ke Jepang..."

Dia segera menghubungi salah satu anak buahnya untuk memastikan informasi tersebut.

"Pastikan data ini benar, aku tidak mau memberikan informasi yang salah kepada Tuan Gilbert."

"Baik, Pak Jack."

Beberapa menit kemudian, orang yang di tugaskan Jack untuk mencari informasi tentang Ivy menghubungi Jack. Ternyata, Ivy memang telah mempersiapkan kepindahannya ke Jepang. Dia bahkan sudah mengurus tempat tinggal dan beberapa dokumen sebelum proses perceraiannya selesai.

Jack menghela napas panjang.

"Dia benar-benar sudah merencanakan semuanya."

Namun ada satu hal yang membuat Jack semakin terdiam, Ivy tidak pergi membawa banyak barang.

Dia hanya membawa beberapa koper dan meninggalkan sebagian besar kehidupannya di negara itu, seolah-olah wanita itu benar-benar ingin memulai hidup dari awal. Jack segera mengambil ponselnya dan menghubungi Gilbert,

Panggilan tersambung pada dering kedua.

"Bagaimana?" tanya Gilbert dengan suara penuh harap.

"Saya sudah menemukan informasi tentang Nyonya Ivy." Jawab Jack.

Gilbert langsung berdiri dari kursinya.

"Di mana dia?" Tanya Gilbert penuh rasa penasaran.

"Dia masih ada di kota ini tuan, saya akan mengirimkan alamat nyonya Ivy pada tuan. Tapi sebelum itu, saya ingin menyampaikan pada tuan, kalau nyonya Ivy berencana akan meninggalkan negara ini, Tuan."

Mendengar perkataan Jack, Gilbert terdiam. Jadi Ivy benar-benar akan pergi.

"Ke mana?" Tanya Gilbert.

"Jepang tuan." Jawab Jack tegas.

Ruangan itu mendadak terasa sunyi, jadi Ivy akan pergi ke Jepang, mungkin luka di hatinya terlalu dalam itulah sebabnya Ivy ingin pergi ketempat yang jauh dari sini.

Gilbert menutup matanya sebentar.

"Apakah kau tahu alamatnya?" Tanya Gilbert.

"Belum secara pasti, tapi saya sedang mencarinya."

"Terus cari."

"Baik, Tuan."

Gilbert kembali duduk, untuk beberapa saat dia hanya menatap kosong ke depan. Muncul banyak pertanyaan di kepala Gilbert, mulai dari berapa lama Ivy akan tinggal di Jepang, apakah dia masih berniat untuk kembali ke negara ini, atau dia benar-benar tidak berniat untuk kembali lagi.

Mungkin Ivy pergi meninggalkan semuanya, setelah semua yang dilakukan keluarganya kepadanya. Bagaimana mungkin Ivy masih ingin tinggal di sini, jika kota ini terlalu banyak meninggalkan luka untuk wanita itu.

Namun Gilbert tidak menyerah.

"Jack."

"Ya, Tuan?"

"Jangan menghubungi atau menemui Ivy dulu."

Jack terdiam.

"Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan?"

"Aku akan datang kesana sendiri."

"Tuan?"

Gilbert menatap foto keluarga yang ada di atas meja, foto itu memperlihatkan Mateo ketika masih kecil bersama dirinya dan Cassandra. Dulu dia begitu bangga dengan keluarganya, sekarang setiap kali melihat foto itu yang dia rasakan justru penyesalan.

"Aku sudah terlalu lama diam."

Suara Gilbert bergetar.

"Kali ini aku sendiri yang harus meminta maaf kepada Ivy."

Dia menggenggam ponselnya erat.

"Aku tidak tahu apakah dia akan memaafkan aku dan Cassandra, aku juga tidak tahu apakah dia akan membenci kami."

Gilbert menghela napas.

"Tapi aku tetap harus mencobanya."

Di tempat lain, tanpa mengetahui bahwa seseorang sedang mencarinya, Ivy berdiri di depan jendela apartemen sementaranya. Di tangannya terdapat secangkir teh hangat, tatapannya mengarah pada lampu-lampu kota yang berkilauan di kejauhan.

Kini tidak ada lagi suara Mateo yang membentak dirinya, tidak ada pertengkaran hanya karena Mateo tidak menyukai makanan yang telah dia siapkan, tidak ada lagi tatapan penuh kebencian,

juga tidak ada lagi keluarga yang menghakiminya saat apa yang dia lakukan tidak sesuai keinginan mereka. Kini hanya ada kesunyian, namun kesunyian itu tidak lagi terasa menakutkan. Ivy mengusap dadanya perlahan.

"Grizella..."

Senyumnya perlahan berubah menjadi senyum sedih.

"Maafin Mommy."

Air mata jatuh tanpa suara.

"Mommy janji sama Izel, kalau mommy akan hidup dengan baik mulai sekarang. Jadi izel nggak usah cemasin mommy lagi, Izel juga harus janji sama mommy ya sayang, kalau izel juga akan baik-baik aja di sana. Izel nggak boleh nakal ya sayang, Mommy sayang banget sama izel, mommy juga kangen nak." Lirih Ivy.

Dia tidak tahu bahwa saat ini ada seseorang sedang berusaha mencari keberadaannya.

Dan orang itu bukan Mateo.

Melainkan ayah Mateo sendiri, seorang pria yang akhirnya menyadari bahwa penyesalan tidak akan mengubah masa lalu, tetapi mungkin masih bisa digunakan untuk memperbaiki sedikit masa depan Ivy.

Bersambung

1
Putry Chan
aku mendukung kalian dan semoga kalian bahagia
Putry Chan
langka yang bagus untuk membagikan hubungan baik
Misa
Bagus
Mundri Astuti
aamiin ...aku dukung Edgar 🤭
Dinda Putri
semangat yo thor 🔥🔥🔥
Dinda Putri
lanjut up thor
Putry Chan
wah sepertinya lvy di terima baik
Putry Chan
bagus lah akhirnya MC kita nikah juga
Putry Chan
bagus lah semoga cepat ya ke hubungan yang lebih serius
Putry Chan
ya tapi hati mu tidak berubah
Putry Chan
untung lah ada Edgar yang mulai sekarang nemenin lvy
Putry Chan
dia teman masa kecil lvy dia juga baik lvy sepertinya dia orang yang tepat untuk mu
Putry Chan
apakah ada harapan untuk lvy membangun keluarga lagi ntah lah
Putry Chan
benar lvy seharusnya kau dari dulu melakukan hal ini
Putry Chan
hahahahaha ternyata mereka di kelabui oleh lvy 😄
Putry Chan
ya dia pergi meninggalkan kalian smua termaksud kmu
Putry Chan
mereka ini gak peka atau emg gak punya malu ya lvy itu udah gak mau ketemu sama kalian smua , biarkan dia pergi dan hidup bebas , klo kalian muncul lagi itu malah bikin dia sakit lagi
Putry Chan
lvy ada di Paris dan dia ingin menghilang bagus lvy
Putry Chan
mau menebus dosa klo gitu mati lah
Putry Chan
gak ada kata maaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!