NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:502
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: ATURAN KAMAR TERLARANG

Malam harinya di kediaman Arsen, suasana rumah mewah itu terasa makin sunyi dan mencekam. Setelah menyelesaikan tugas menyiapkan teh chamomile dan merapikan buku-buku pelajaran Arsen di meja belajar, Clara berniat kembali ke kamarnya di lantai dasar.

Namun, saat melangkah melewati lorong lantai dua, langkah Clara terhenti. Di ujung lorong, sebuah pintu kayu tebal berwarna hitam pekat tampak terkunci rapat dengan rantai dan gembok besar. Lorong menuju pintu itu terasa jauh lebih dingin dibanding area rumah lainnya, diselimuti aroma debu dan kepengapan yang terisolasi.

Rasa ingin tahu merayapi pikiran Clara. Mengapa ada satu kamar di rumah megah ini yang disegel rapat seperti itu?

"Jangan pernah menatap pintu itu terlalu lama jika Nona ingin selamat."

Clara terlonjak kaget. Bi Inah berdiri di belakangnya dengan nampan kosong di tangan. Wajah wanita paruh baya itu tampak tegang, matanya melirik cemas ke arah tangga seolah takut Arsen tiba-tiba muncul.

"Bi Inah..." panggil Clara pelan, mengelus dadanya yang berdegup kencan. "Kenapa kamar di ujung itu disembunyikan dan dirantai begitu?"

Bi Inah mendekat, berbisik dengan suara yang amat pelan. "Itu kamar terlarang, Nona Clara. Aturan nomor satu di rumah ini adalah jangan pernah mendekati, memegang gagang pintu, apalagi berusaha melihat ke dalam kamar itu."

"Memangnya kenapa, Bi?"

Bi Inah menelan ludah sebelum melanjutkan. "Dua tahun lalu, ada seorang pelayan pribadi Tuan Muda Arsen yang baru bekerja beberapa bulan. Dia gadis yang rajin, tapi sayangnya punya rasa ingin tahu yang terlalu besar. Tanpa sengaja, dia masuk ke kamar itu dan menyentuh salah satu barang pribadi milik Tuan Muda Arsen..."

Bulu kuduk Clara berdiri seketika. "Lalu... apa yang terjadi padanya?"

"Sejak hari itu, gadis itu tidak pernah terlihat lagi," bisik Bi Inah dengan raut wajah bergidik ngeri. "Rumor yang beredar di antara para pekerja... Tuan Muda menghabisinya sendiri di dalam kamar itu karena amarahnya yang tak terkendali saat barang pribadinya disentuh. Tuan Besar Baskara lalu menyuap aparat dan menutupi kasus itu rapat-rapat. Sejak saat itu, tidak ada pelayan yang betah atau berani bertahan lama bekerja untuk Tuan Muda."

Clara membeku di tempat. Tenggorokannya terasa sangat kering. Cerita tentang sisi gelap dan kekejaman Arsen yang pernah didengarnya di sekolah ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Pria berhati dingin yang menyelamatkan nyawanya dari rentenir itu ternyata menyimpan monster yang sangat berbahaya di dalam dirinya.

"Nona Clara," panggil Bi Inah menatapnya prihatin. "Nona adalah satu-satunya pelayan yang diperlakukan sejauh ini oleh Tuan Muda. Tapi ingat pesanku... jangan pernah sekali-kali menyentuh barang pribadi Tuan Muda atau mendekati kamar itu jika Nona tidak ingin bernasib sama."

Malam makin larut, sekitar pukul satu pagi. Clara terbaring di kamarnya di lantai bawah, berusaha memejamkan mata. Namun, kisah Bi Inah terus membayangi pikirannya, membuatnya bergidik setiap kali mendengar erangan angin malam di luar jendela.

Kringgg... Kringgg...

Telepon internal di samping tempat tidur Clara mendadak berdering nyaring, memecah keheningan malam. Clara terlonjak kaget. Dengan tangan gemetar, ia mengangkat gagang telepon.

"H-halo?" cicit Clara.

"Ke kamarku... sekarang," suara Arsen terdengar sangat serak, berat, dan dipenuhi erangan napas yang tidak teratur dari balik telepon.

Brak! Gagang telepon di ujung sana terhempas kasar sebelum Clara sempat menjawab.

Jantung Clara berdegup kencang. Apakah Arsen mengetahui ia sempat menanyakan soal kamar terlarang itu pada Bi Inah? Apakah amarah monster di dalam diri Arsen baru saja bangkit?

Dengan tubuh gemetar dan ketakutan yang menjalar hingga ke ujung jari, Clara melangkah perlahan menyusuri lorong remang-remang menuju kamar utama Tuan Muda Arsen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!