NovelToon NovelToon
Aku & Kamu

Aku & Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Runi Baene

Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..

sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Pertemuan kedua

Seperti biasa sebelum berangkat ke kampus, Rani dan kedua orangtuanya sarapan terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas keseharian mereka. Rani yang harus ke kampus dan mama Sinta dan papa nya yang harus berkerja seharian.

Setelah selesai sarapan, rani berpamitan dengan orangtuanya..

"mah,pah. Rani berangkat ke kampus dulu yah" ucapnya dan tidak lupa mencium tangan orangtuanya.

"hati-hati yah sayang bahwa motornya" ucap papanya

"iya pahh" balas Rani

Rani keluar dari rumah dan berjalan kearah motornya, naik ke atas motornya dan menghidupkan motornya.

Selama perjalanan Rani menikmati udara pagi yang segar, angin yang sejuk dan dipenuhi pohon mangga di pinggir jalan, hati siapa yang tidak tergiur untuk mengambil nya.

"yah Tuhan, buah mangga itu banyak banget" bisik Rani yang tergoda

"pengen ambil, tapi takut di teriaki pemilik nya lagi" sambung Rani

Alhasil Rani menurunkan niatnya untuk mengambil buah mangga itu, takut dikejar pemilik nya.

Rani telah sampai di kampus dan sialnya kelas pagi ini ditiadakan.

"gilaaa, knp nggak dari tadi sih bilang sebelum berangkat" kesel Rani

"kan kalau tadi bilang, nggak perlu ke kampus" sambung Rani lagi dengan menghendakkan kakinya

Selama perjalan menuju kelas, Rani terus menerus ngomel karena dosan yang seenak jidatnya menunda kelas.

Rani sampai ke kelas dengan wajah yang kesal dan penuh amarah,.

"kamu kenapa Rani, kok bete gitu ?" heran lia dengan sikap temannya itu

"kesal anjing, masa udah sampai ke kampus, tiba-tiba kelas di tunda. Siapa coba yang nggak kesal" ucap Rani dengan nafas yang panjang

"yah mau gimana lagi, keputusan kan ada di dosennya mau masuk apa nggak, Kitakan cuma terima apa adanya " jawab vio santai

Keheningan pun di mulai, tidak ada percakapan yang di bahas, sibuk dengan urusan masing-masing. Hingga akhir Lia mengakhiri keheningan itu dan memulai percakapan tentang apa yang mereka bahas semalam..

"ehh, gimana cowok yang kemarin, udah dapat belum nomornya" tanya Lia kepo

" belum" balas vio

"nomor siapa" Rani yang keheranan dengan apa yang di ucapkan Lia

"nomor cowok yang kita bahas" balas Lia

"makanya lihat grup" sambung Lia dengan kesal, kenapa tidak Rani seenaknya meninggal grup.

"yah mau gimana lagi, aku ngantuk" jawab Rani untuk membela diri

"kenapa belum dapat" jawab Lia sekali lagi

"susah Lia cari nomornya. Aku udah buka grup prodi kita tapi nggak dapat"vio mulai kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Lia

"ohhh" gumamnya Lia

Rani pun mulai jenuh dengan pembahasan kedua temannya itu.

"ke kantin tuk, haus nih" ajak Rani

"boleh itu, yok" jawab Lia penuh semangat empat lima

ketiganya langsung berjalan menuju kantin, dan seperti biasa duduk di tempat ternyaman mereka.

"Lia sama pesan, aku mau taro aja. Kalau Vio mau apa?" ucap Rani kepada Lia dan tidak lupa menanyakan apa yang ingin Vio pesan

"samain aja kaya Rani" balas vio

"oke, tunggu sebentar" Lia pun langsung memesan pesanan kami kepada bapak kantin

"om, pesan minum dong, taro dua dan coklat satu" ucap Lia dengan bapak kantin

"Oke neng" balas bapak kantin

Menunggu pesan mereka datang, ketiganya menghabis waktu dengan berbicara banyak hal, seperti menertawakan penampilan yang enah di mata merak, memandang pria tambah yang melintas, menganggu anak orang, dan bergosip. Itu lah yang sering mereka untuk menghibur diri..

Pesanan pun datang, tak lama kemudian, rombongan laki-laki yang pernah duduk barang mereka kembali datang dan duduk di samping kami

"boleh duduk di sini nggak?" tanya putra

"boleh" balas Rani dengan semangat, mungkin karena ada laki-laki yang di sukai itu

Aku hanya menghela napas panjang dan tidak penuh dengan kehadiran mereka. Ini adalah pertemuan kedua kami dengan para lelaki tersebut.

Kedua temanku asik berbicara dengan mereka, sekali-kali mengajak laki-laki yang sok cuek itu berbicara. Vio yang paling semangat kenapa tidak laki-laki yang di sukai nya duduk di samping nya, sedang aku duduk tepat di hadapan vio.

Saat vio ingin menyentuh nya, ia langsung menghindar, hal tersebut tak luput dari perhatian Rani saat respon laki-laki di hadapannya itu.

Percakapan tersebut berlanjut, Rani hanya menyimak apa yang mereka bahas dan sekali-kali ikut nimbrung dengan mereka.

laki-laki tersebut berdiri, ia berjalan menuju ke warung dekat kantin entah apa yang di belinya. Dia pun kembali duduk pada tempat nya dan mengambil sebatang rokok di saku bajunya.

Sebelum dia menyalakan rokoknya, Rani terlebih dahulu menegurnya

"kalau mau merokok jangan di sini cari tempat yang lain, nggak semua perempuan suka dengan asap rokok itu" hal tersebut membuat laki-laki itu mengubah posisi duduk nya dan duduk di kursi ujung meja.

Dia seolah-olah tidak mendengar apa yang di sampai oleh Rani.

"memang anjing" umpet Rani pada laki-laki itu

"sabar Rani"ucap Lia yang mendengar makian rani kepada pria itu

Asap rokok yang terus mengarah kepada mereka, hal itu membuat Rani batuk dan benar-benar kesal dengan pria itu

"kau tuli nya" ucap Rani dengan tidak sopan

"kalau nggak dengar, kebetulan nada suara aku tinggi, sini biar aku teriaki di telinga kau yang tuli itu" sambung Rani dengan mata sinis

Pria itu terus diam, dan tidak merespon apa yang Rani ucapkan kepadanya

"benar-benar tuli nih anak" Rani kesal karena perkataan tidak di respon dan hanya dianggap angin lewat

"BODOHH" umpet Rani

"sok cuek, ganteng aja nggak" Rani mulai kesal dan tidak bisa lagi mengontrol ucapannya

Yah begitu lah Rani, kalau nggak suka sama orang tuh mulut nggak bisa di filter dan ekspresi nya juga nggak bisa dia kontrol, tidak peduli apa kah itu seniornya atau bukan...

Pertemuan kedua Rani dan laki-laki itu masih terbilang tidak baik, mungkin sikap laki-laki itu yang membuat Rani tidak ingin mengenal nya. Tapi entah lah seperti apa ke depannya...

Mungkin Rani akan mencoba menerima mereka saat duduk dengan semeja...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!