NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci jadi cinta ( bab 5 )

Jam terasa berjalan lambat sekali di luar ruang UGD. Marco mondar-mandir, tangannya saling meremas. Dia yang biasa tenang, tak tergoyahkan, kini terlihat seperti orang yang kehilangan arah. Tidak ada yang berani mendekat — anak buahnya hanya berdiri di kejauhan, diam melihat bos mereka yang tampak hancur.

Pintu terbuka. Dokter keluar. Marco langsung menghadang langkahnya.

"Bagaimana dia?" suaranya bergetar, matanya menatap tajam namun penuh ketakutan.

"Dia selamat. Peluru menembus bahu, tapi tidak mengenai organ penting. Dia butuh istirahat dan waktu untuk pulih. Dia beruntung… dia kuat," kata dokter.

Marco menghela napas panjang, pundaknya terkulai seakan beban berat baru saja terangkat dari dadanya. Rasa lega yang luar biasa bercampur rasa bersalah yang mendalam.

Saat dia masuk ke dalam ruangan, Yuna sudah terbaring lemah di atas ranjang. Wajahnya pucat, perban tebal melilit bahu kanannya. Dia terlihat rapuh, tapi matanya masih memancarkan kelembutan yang sama saat dia membuka mata dan melihat Marco.

"Kamu… menangis?" bisiknya pelan, sedikit terkejut melihat mata merah lelaki itu.

Marco duduk perlahan di tepi ranjang. Untuk pertama kalinya, dia tidak menyembunyikan apa pun. Dia tidak menjawab, tapi tangannya yang besar dan hangat perlahan menggenggam tangan Yuna yang terbaring di atas selimut. Genggamannya lembut, seakan takut dia akan hancur jika dia memeluknya terlalu erat.

"Kenapa?" tanyanya akhirnya, suaranya rendah dan parau. "Kenapa kamu rela mengorbankan nyawamu untuk orang yang hanya memberimu kebencian dan rasa sakit?"

Yuna tersenyum lemah. "Karena aku tahu… di balik tembok tinggi yang kau bangun, ada hati yang kesepian. Dan aku tidak tega membiarkan hati itu hancur sendirian."

Marco menunduk, menempelkan keningnya pada tangan Yuna. "Maaf… maafkan aku, Yuna. Maaf karena selama ini aku memperlakukanmu dengan buruk. Maaf karena aku butuh waktu begitu lama untuk menyadari… bahwa kamulah satu-satunya hal yang membuat dunia ku

terasa utuh."

Hari-hari berikutnya berubah total. Marco tidak pergi bekerja. Dia tidak pergi ke mana pun. Dia selalu ada di samping ranjang Yuna. Dia yang membantunya makan, meminumkan obat, membacakan buku, atau sekadar duduk di sampingnya bercerita — hal-hal yang tak pernah dia bayangkan akan dilakukannya. Dia bercerita tentang masa kecilnya yang sepi, tentang beban berat yang dipikulnya sebagai Qing, tentang ketakutannya yang selalu dia sembunyikan di balik sikap dinginnya.

Yona dan Jisoo datang berkunjung. Mereka terkejut luar biasa melihat sosok yang ditakuti seluruh dunia itu berdiri dengan sopan, menyuguhi mereka minuman, dan bertanya dengan lembut apakah mereka butuh sesuatu.

"Kamu yakin ini Marco? Si Qing yang ditakuti semua orang?" bisik Yona tak percaya saat Yuna tersenyum melihat mereka.

"Dia hanya orang biasa yang terluka, sama seperti kita," jawab Yuna lembut.

Suatu malam, saat Yuna hampir tertidur, Marco duduk di sampingnya, mengusap rambutnya perlahan.

"Dulu aku pikir kebahagian itu lemah. Bahwa mencintai adalah kelemahan terbesar," gumamnya pelan. "Tapi kamu mengajarkanku sesuatu, Yuna. Bahwa cinta adalah kekuatan terkuat yang dimiliki seseorang. Dan aku… aku takut sekali kehilanganmu."

Yuna membuka matanya sedikit, menyentuh pipinya.

"Kamu tidak akan kehilanganku. Aku di sini. Bersamamu. Selamanya."

Marco menatapnya lekat-lekat, lalu untuk pertama kalinya… senyum tulus dan hangat terukir di wajahnya. Senyum yang membuatnya terlihat seperti lelaki biasa — bukan pemimpin mafia yang ditakuti, tapi seseorang yang akhirnya menemukan rumahnya.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!