Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Andra membulatkan matanya saat Sarah duduk diatas pangkuannya, bahkan wanita itu bergerak nakal diatas pangkuannya
"Apa yang kamu lakukan Sarah?"
"Kamu tau Andra? Aku tertarik sama kamu..." Napas pria itu tercekat saat Sarah mulai menggerayangi tubuhnya
Bibir dinginnya menyentuh leher dan membuat tubuh Andra bereaksi. Dibawah sana juga sudah memberontak minta dikeluarkan
"Tolong lepaskan Sarah! jangan seperti ini" Bibir bisa saja mengatakan itu, tapi tubuh ini sangat menerima apa yang Sarah lakukan
Bibir Sarah mulai mengarah pada bibir pria dihadapannya, ini benar-benar memabukkan dan Andra mulai menikmatinya
Tubuh ini sangat pas saat dipeluk, bagian depan yang memiliki ukuran menakjubkan menempel sempurna ditubuh bidang Andra dan membuatnya mabuk kepayang
Dengan liar jemari lentik itu melepas kancing kemeja putih yang Andra kenakan satu persatu, hingga kulit keduanya saling menempel
Kondisi jalanan yang sepi membuat keduanya terbakar gelora, bahkan tangan lebar Andra sudah meremas salah satu bagian paling indah ditubuh ini
Suara lenguhan mengisi setiap sudut mobil berwarna hitam itu, mobil berguncang seiring dengan kegiatan yang tengah dua orang itu lakukan
Beberapa tanda merah telah menghiasi leher jenjang itu, sungguh ini sangat memabukkan dan Andra mulai hanyut didalamnya
"Sarah..." Napas keduanya memburu, sungguh permainan ini sangat menakjubkan
Andra menyukai sensasi takut yang dirasakan, namun begitu puncak itu tetap mereka dapatkan
Tubuh Sarah bersandar pada dada bidang pria yang juga tengah mengatur napasnya
"Kita harus pulang" Andra mengembalikan tubuh menggoda itu kembali ketempat nya
Sarah masih mengatur napasnya, wajahnya begitu seksi saat basah oleh keringat. Andra memperbaiki pakaian yang ia gunakan lalu kembali melajukan kendaraan roda empat itu
Setelah tiba dikontrakkan, Andra kembali harus membantu wanita itu kembali kerumahnya
Andra tidak tahu dimana kamar yang ditempati Sarah dirumah ini, alhasil wanita itu ia baringkan saja diatas sofa
"Maafkan aku Sarah, aku mengambil kesempatan saat kamu tidak sadar"
Andra menyesali perbuatannya, bagaimana bisa ia tergoda hingga melakukannya pada wanita yang merupakan rekan kerjanya sendiri
Ada apa dengan dirinya? Bahkan ia sudah mengkhianati istrinya, Aini
Saat mobil melaju menuju rumah, Andra berulang kali menggelengkan kepalanya, ia tidak pernah berpikir untuk mengkhianati Aini, tapi Sarah, wanita itu sangat menggoda dan Andra menginginkannya
Setibanya dirumah, Andra masuk. Ia sempat ragu saat membuka pintu kamar, berharap saja jika istrinya sudah terlelap dan kejadian ini tidak akan diketahui
Andra membuka pintu dengan perlahan, ia terkejut saat melihat istrinya yang tengah duduk diatas sofa sambil memangku buah hati mereka, sepertinya bayi perempuan itu baru saja menangis
"Mas, kamu dari mana aja?" Aini bangun dari duduknya, melangkah pelan kearah boks bayi lalu meletakkan putri kecilnya disana
Aini mendekat kearah sang suami, Andra sudah panik. Ia takut jika istrinya mencium aroma lain ditubuhnya
"Ada apa?" Aini bertanya karena menyadari perubahan raut wajah suaminya "Mas mabuk?"
Andra menggeleng "Enggak dek, si Aldo emang ngajakin mas buat minum-minum, tapi mas gak minum kok"
Wanita cantik itu tersenyum lalu mendekat, saat itulah ia sadar jika suaminya tidak beraroma alkohol tapi ada aroma lain yang bercampur dengan aroma parfum milik seorang wanita
"Mas kumpul-kumpulnya sama temen cewek?" Tanya Aini, wajahnya menyiratkan kecurigaan
"I-iya, ada dua temen cewek yang ikut" Andra mengendalikan raut wajahnya, ia tidak ingin Aini tahu jika dirinya baru saja meniduri salah satu teman wanitanya
"Baju kamu bau parfum cewek" Aini mengulurkan tangannya untuk mengambil alih kemeja putih itu
"Tadi dia mabuk, cuma mas aja yang masih sadar, makanya mas bawa mereka pulang dulu" Jawab Andra seraya melepas pakaiannya
"Celananya mas!"
Sumpah mati, Andra tidak akan menyerahkan pakaian terakhir ini pada istrinya
"Nanti mas aja yang bawa ini"
"Gak apa-apa, biar aku masukin ke mesin cuci sekarang!" Aini Keukeh
"Ini udah malem, dek. Sebaiknya kamu tidur!" Andra mengambil lagi kemejanya lalu mendorong lembut tubuh istrinya itu hingga keatas ranjang
Andra masuk kekamar mandi, didalam sana barulah ia bisa bernapas lega. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana jadinya jika Aini benar-benar mendapatkan pakaiannya
Setelah mandi, Andra keluar dan mendapati sang istri telah terlelap. Pria itu berjalan pelan keluar kamar lalu menuju dapur
Pakaian ini segera ia masukkan kedalam mesin cuci, demi apa Andra harus mencuci pakaian ditengah malam seperti ini
Pagi-pagi sekali Aini sudah sibuk dengan pekerjaannya didapur. Wanita cantik itu menyiapkan sarapan dan beberapa pekerjaan rumah lainnya sebelum buah hatinya yang rewel
"Mas" Aini tersenyum pada sang suami yang melangkah menuju ruang makan "Aku udah siapin sarapan"
"Makasih yaa dek" Aini mengangguk lalu meletakkan gelas kopi didepan suaminya
"Semalam mas nyuci baju yaa?" Tanya Aini, karena pagi tadi ia melihat pakaian yang sudah dijemur
"Iya, mas gak mau kamu kerepotan pagi-pagi, kasian kamu" Andra tersenyum agar dapat membuat istrinya itu percaya
"Astaga mas, padahal aku udah biasa loh" Aini menggeleng karena hal ini tidak biasa suaminya lakukan
"Gak apa-apa dek, suami istri itu kan harus kerja sama"
Sesampainya dikantor, Andra merasa gelisah. Ia tidak tahu bagaimana reaksi Sarah setelah mengetahui apa yang terjadi semalam
Pintu diketuk, Andra mempersilahkan seseorang diluar sana untuk masuk. Ya, ini harus dihadapi karena Sarah tepat berada dihadapannya
"Pak" Wanita cantik itu menunduk "Ini laporan yang bapak minta" Ucapnya seraya meletakkan berkas diatas meja atasannya itu
Keduanya diam, Andra sibuk memeriksa laporan yang Sarah bawa
"Sarah"
"Iya pak"
"Saya..." Andra tampak ragu, bagaimana ia memulai ini "Soal yang semalam..."
"Tidak perlu dipikirkan pak, saya akan melupakan kejadian itu" Ujar Sarah sambil menundukkan kepalanya "Itu kesalahan saya, harusnya saya tidak mabuk"
"Tidak Sarah, saya yang salah karena saya memanfaatkan keadaan kamu yang tidak sadar"
Andra merasa jika ini terjadi karena kesalahannya, harusnya ia bisa menjaga diri dan bukannya malah mengambil kesempatan
"Saya sadar apa yang saya lakukan, saya tidak cukup mabuk untuk dapat merayu bapak"
Pengakuan itu membuat Andra terkejut, apa maksudnya Sarah mengatakan jika ia dalam keadaan sadar
"Maksud kamu?"
"Saya sengaja merayu bapak karena saya jatuh hati pada pak Andra"
Semakin terkejut saja Andra dibuatnya, jadi semalam Sarah sengaja menggodanya karena wanita ini mencintai dirinya?
"Kamu bercanda?" Andra bangkit dari duduknya, kini keduanya saling berhadapan "Katakan jika semua ini tidak benar!"
"Maafkan saya pak, harusnya perasaan ini tidak ada karena bapak sudah memiliki istri" Sarah menunduk, ia merasa sangat bersalah karena sudah mencintai pria beristri
"Kamu benar-benar mencintai saya?" Tanya Andra memastikan
Anggukan kepala Sarah berikan sebagai jawabannya. Ini memalukan tapi inilah kenyataannya
Cinta tidak bisa memilih dimana ia ingin hinggap dan hatinya memilih pria beristri ini
Andra mengulurkan tangannya, jari telunjuknya mengangkat dagu wanita itu hingga wajah cantiknya dapat terlihat
"Apa kamu ingin bersama saya?" Lagi-lagi anggukan kepala Sarah berikan sebagai jawabannya
"Saya tidak masalah menjadi wanita kedua asalkan saya bisa bersama bapak"
Andra tersenyum, wajahnya mendekat untuk dapat mengecup bibir merah nan menggoda itu
Kali ini rasanya benar-benar lebih memabukkan, terlebih Sarah membalasnya. Tangan lebar Andra berpindah ke tengkuk untuk dapat memperdalam ciumannya
"Ahh pak" Sarah mendorong tubuh kekar itu hingga kecupan ini terlepas "Kita masih dikantor"
Andra tersenyum, ia juga mengusap ujung bibir wanitanya karena lipstik merah itu keluar dari garis bibirnya
"Kamu membuat saya gila Sarah" Andra memeluk tubuh kekasih gelapnya itu dan menghirup aroma memabukkan dari tubuhnya
"Saya harus segera kembali, karyawan lain akan membuat gosip nanti" Sarah membalik tubuhnya, saat itu juga ia mendapat tamparan ditubuh bagian bawah yang begitu mengundang hasrat
"Kamu tuh yaa" Sarah menggeleng lalu meninggalkan ruangan pria yang baru saja menjadi kekasihnya
"Ini pasti akan sangat menyenangkan" Gumamnya lalu kembali duduk dikursi kebesarannya
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.