Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Axel melangkah lebar melewati koridor vila yang sunyi, membawa Anna yang berada di dalam dekapannya menuju lantai atas. Saat pintu kayu ek besar di ujung koridor dibuka, Anna langsung disuguhi pemandangan sebuah kamar utama yang luar biasa mewah.
Kamar itu sangat luas, didominasi oleh warna putih, abu-abu arang, dan aksen emas yang elegan. Di tengah ruangan, terdapat sebuah tempat tidur berukuran king-size dengan sprei sutra abu-abu yang tampak sangat lembut. Dinding bagian depan kamar itu seluruhnya terbuat dari kaca transparan besar, menyajikan pemandangan langsung ke arah samudra lepas yang biru. Cahaya matahari sore masuk dengan estetik, memantul di atas lantai marmer mengilap yang dingin. Ada sebuah lampu gantung kristal minimalis di langit-langit, serta sofa beludru panjang di sudut ruangan.
"Wah... mewah banget," gumam Anna takjub, matanya berbinar-binar memandangi setiap sudut kamar yang terasa seperti kamar hotel bintang lima berlian.
Axel tidak menyahut. Ia berjalan mendekati tempat tidur, lalu menurunkan Anna dengan perlahan di atas kasur yang empuk itu.
Namun, sebelum Anna sempat mengagumi pemandangan luar jendela lebih jauh, perhatiannya teralih saat mendengar suara gesekan kain. Anna menoleh dan seketika menelan ludah dengan susah payah. Axel baru saja menarik bagian bawah kaus turtleneck hitamnya ke atas, membukanya dalam satu gerakan cepat, lalu melempar baju itu sembarangan ke lantai.
Pemandangan di depan Anna langsung berganti dengan dada bidang Axel yang tegap, perut sixpack yang tercetak sangat jelas, serta otot lengan yang kokoh. Kulitnya yang bersih dan tatapan matanya yang menggelap membuat aura pria itu terasa sangat sensual dan dominan.
Belum sempat Anna menetralkan rasa terkejutnya, Axel tiba-tiba merangkak naik ke atas ranjang. Dengan gerakan cepat dan tak terbantahkan, tangan kekar Axel mencengkeram pergelangan kaki jenjang Anna yang terekspos karena celana jeans pendeknya, lalu menariknya dengan sekali hentakan lembut hingga tubuh Anna merosot ke tengah kasur.
"P-Paman?!" pekik Anna tertahan.
Dalam sekejap, Axel sudah berada di atasnya, menghimpit tubuh mungil Anna di antara kedua lengan kokohnya yang bertumpu di sisi kepala gadis itu. Jarak mereka begitu mengikis, hingga Anna bisa merasakan embusan napas hangat Axel yang memburu menerpa wajahnya. Hidung mereka nyaris bersentuhan.
Anna mendadak gugup setengah mati. Jantungnya bergedup begitu kencang seolah ingin melompat keluar. Kulitnya yang putih langsung merona merah padam sampai ke leher. Ia meremas sprei sutra di bawahnya, tidak berani menatap langsung ke dalam manik mata Axel yang kini menatapnya seperti seekor serigala yang siap menyantap mangsanya.
"Paman... mau ngapain?" cicit Anna dengan suara yang bergetar polos, membuat Axel menarik sudut bibirnya, gemas melihat reaksi gugup gadis kecilnya.
Axel memajukan wajahnya sedikit lagi, berbisik tepat di depan bibir Anna yang gemetar. "Mandilah sekarang. Bersihkan tubuhmu dari pasir pantai."
Axel perlahan menjauhkan tubuhnya, memberikan ruang bagi Anna untuk bernapas kembali setelah hampir terkena serangan jantung. "Pakaian ganti untukmu sudah disiapkan di dalam kamar mandi. Cepat mandi, atau aku yang akan memandikanmu di sana," ancam Axel dengan nada rendah yang seksi.
Mendengar ancaman itu, Anna langsung bergerak cepat bagai kilat. Ia berguling menjauh dari Axel, melompat turun dari kasur dengan wajah yang masih merah merona, lalu berlari terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi mewah di sudut ruangan, memicu tawa rendah yang puas dari bibir Axel.
Anna berendam cukup lama di dalam bathtub marmer yang mewah. Air hangat beraroma esensial lavender benar-benar membuat seluruh tubuhnya rileks dan rasa senangnya kembali memuncak. Setelah merasa puas memanjakan diri, ia akhirnya menyudahi ritual mandinya dan melangkah keluar dari bathtub dengan tubuh yang segar dan wangi.
Namun, saat Anna mendekati meja rias di mana baju ganti telah disiapkan, langkah kakinya seketika terhenti. Matanya membelalak menatap sepotong pakaian yang terlipat rapi di sana. Ia mengambil baju itu, membentangkannya, dan langsung melongo tak percaya.
"Yakin ini bajunya? Ini serius?!" gumam Anna heran setengah mati.
Baju yang disiapkan adalah sebuah dress satin mewah sepanjang lutut berwarna merah menyala. Potongannya sangat berani—menggunakan model tali leher (halter neck) yang otomatis membuat bagian pundak dan seluruh punggungnya terekspos sempurna tanpa selembar benang pun.
Anna membolak-balik dress tersebut, mencari-cari sesuatu yang kurang. Kok... nggak ada bra-nya ya? pikirnya bingung.
Dengan kepolosan yang luar biasa, Anna sama sekali tidak berpikir jauh atau mencurigai niat tersembunyi di balik pilihan baju itu. Ia justru mengangguk-angguk sendiri, membuat kesimpulan yang menurut otaknya sangat logis. Oh, mungkin Paman Axel nggak tahu ukuran bra-ku, makanya dia nggak beliin. Ya sutra lah, lagian bahan dress ini tebal di bagian dada, pikirnya santai.
Tanpa beban, Anna pun memakai dress merah tersebut.
Begitu ia bercermin, aura kecantikan Anna terpancar begitu memukau. Warna merah menyala dari kain satin itu sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih dan mulus, membuatnya terlihat luar biasa seksi sekaligus elegan. Dress itu melekat dengan sempurna, mencetak lekuk tubuhnya yang indah dan proporsional dengan sangat pas. Punggungnya yang mulus tanpa cela terekspos sepenuhnya, memberikan kesan sensual yang tak terbantahkan, sementara rambutnya yang masih agak basah dibiarkan tergerai bebas ke depan untuk sedikit menutupi dadanya.
cerita ny bagus banget 😍