NovelToon NovelToon
LAYU SEBELUM MALAM : RAHASIA DI BALIK MAHKOTA CLARISSA

LAYU SEBELUM MALAM : RAHASIA DI BALIK MAHKOTA CLARISSA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Clarissa Mahendra adalah ratu kampus yang ditakuti cantik, angkuh, dan tak segan menghancurkan siapa pun yang mendekati cowok pujaannya. Namun, di balik riasan tebal dan gaya hidup mewahnya, Clarissa menyimpan rahasia mematikan: Vonis Leukemia Stadium 3.
Di tengah perjuangan hidup dan mati, ia justru terasing di rumahnya sendiri. Ayahnya sosok yang dingin, dan kakak kembarnya, Bastian, membencinya karena menganggap Clarissa penyebab kematian ibu mereka saat melahirkan.
Kini, Clarissa sengaja memakai topeng "jahat" agar dunia membencinya. Ia ingin pergi dalam sunyi, tanpa ada yang merasa kehilangan. Namun, mampukah ia terus bersandiwara saat waktu yang ia miliki perlahan habis sebelum malam menjemputnya selamanya?
"Satu rahasia, seribu kebencian, dan satu takdir yang tak bisa dihindari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAKRAWALA CINTA DI MALADEWA

Mentari pagi di Maladewa muncul dengan warna jingga yang membasuh permukaan air laut seputih kristal. Di sebuah vila terapung yang jauh dari hiruk-pikuk dunia, Clarissa berdiri di dek kayu, membiarkan angin laut yang hangat menerpa wajahnya. Ia mengenakan gamis pantai berbahan sifon ringan berwarna putih dengan jilbab senada. Di bahunya, tersemat bross kupu-kupu pemberian Adrian yang selalu menjadi pengingat akan transformasinya.

Untuk pertama kalinya sejak didiagnosis leukemia, Clarissa merasa benar-benar "hidup". Tidak ada jadwal infus, tidak ada bau obat, hanya ada suara deburan ombak yang ritmis.

"Melamunkan apa, Istriku?"

Sepasang lengan kokoh melingkar di pinggangnya dari belakang. Adrian menyandarkan dagunya di pundak Clarissa, menghirup aroma parfum mawar yang lembut dari jilbab istrinya.

"Aku cuma lagi berpikir, Dri... apa semua ini nyata? Kadang aku takut kalau besok aku bangun, aku masih ada di ruang isolasi Singapura dan semua ini cuma mimpi indah," bisik Clarissa pelan.

Adrian mempererat pelukannya, memberikan kehangatan yang nyata. "Aku nyata, Clar. Cincin di jari kamu nyata. Dan laut ini juga nyata. Tuhan sedang menunjukkan bahwa setelah badai yang begitu besar, Dia sudah menyiapkan pelangi yang jauh lebih indah."

Siang harinya, saat matahari sedikit meredup, Adrian mengajak Clarissa untuk bersantai di kolam renang privat mereka. Clarissa sempat ragu sejenak. Ia merasa tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya. Ada beberapa bekas suntikan yang menghitam di lengannya, dan bekas kateter vena di dekat dadanya yang masih menyisakan parutan luka kecil.

Melihat keraguan istrinya, Adrian mendekat. Ia duduk di tepi kursi santai dan meraih tangan Clarissa.

"Kenapa, Sayang?"

"Aku... aku nggak suka lihat bekas luka ini, Adrian. Rasanya seperti pengingat kalau aku ini 'cacat'," jawab Clarissa lirih, matanya berkaca-kaca.

Adrian mengambil tangan Clarissa dan mencium bekas suntikan di lengannya satu per satu dengan penuh ketulusan. "Jangan pernah sebut ini cacat, Clarissa. Di mata aku, ini adalah medali keberanian. Setiap bekas luka ini adalah bukti kalau kamu sudah menang melawan maut. Kamu itu pejuang, dan pejuang selalu punya tanda kehormatan."

Clarissa tertegun. Kata-kata Adrian seolah menghapus rasa malu yang selama ini menghimpitnya. Ia menyadari bahwa Adrian tidak pernah melihatnya sebagai wanita sakit, melainkan sebagai wanita yang paling kuat di dunia.

Malam itu, mereka menikmati makan malam romantis di atas pasir putih, hanya diterangi oleh obor dan cahaya bintang yang bertaburan. Adrian telah menyiapkan kejutan kecil; sebuah video kompilasi perjalanan mereka dari masa sekolah, masa sakit, hingga pernikahan.

Di akhir video, ada pesan suara dari Pak Gunawan dan Bastian yang mendoakan kebahagiaan mereka. Clarissa menangis haru, ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Adrian.

"Adrian, terima kasih sudah memilihku. Terima kasih sudah mengajariku bahwa cinta itu bukan tentang siapa yang paling sempurna, tapi tentang siapa yang paling mau berjuang," ujar Clarissa.

Adrian mengecup puncak kepala istrinya. "Aku yang berterima kasih, Clar. Karena kamu sudah mau hijrah dan memberikan kesempatan buat pria biasa sepertiku untuk jadi imammu. Aku janji, selama jantung ini masih berdetak, aku bakal jadi benteng pertahananmu."

Kembali ke dalam vila, suasana menjadi sangat intim. Di bawah temaram lampu yang redup, Adrian membimbing Clarissa untuk duduk di atas sajadah. Mereka menutup malam itu dengan salat sunah dua rakaat bersama, memohon agar kebahagiaan ini tidak hanya di dunia, tapi juga kekal hingga ke surga.

Selesai berdoa, Adrian membantu Clarissa melepaskan jilbabnya. Ia menatap rambut Clarissa yang kini tumbuh pendek namun tebal dan berkilau sebuah tanda bahwa tubuh Clarissa sudah mulai memulihkan diri sepenuhnya.

"Kamu sangat indah, Clarissa," bisik Adrian.

Malam itu di Maladewa, di tengah sunyinya samudera, mereka kembali menyatukan jiwa dan raga dalam ikatan yang semakin kuat. Setiap sentuhan Adrian adalah doa, dan setiap balasan Clarissa adalah syukur. Di tempat ini, jauh dari bayang-bayang rumah sakit, Clarissa benar-benar merasa telah pulih. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara batin.

Keesokan paginya, mereka duduk di tepi pantai sambil menunggu matahari terbit. Clarissa mengeluarkan sebuah buku catatan kecil. Ia menuliskan satu kalimat pendek:

"Di Maladewa, aku meninggalkan sisa-sisa kesedihanku di dasar laut, dan aku membawa pulang harapan baru dalam genggaman suamiku."

Adrian melihat tulisan itu dan tersenyum. "Siap untuk pulang ke Jakarta dan mulai hidup kita yang sesungguhnya?"

Clarissa mengangguk mantap. "Siap, Suamiku. Ayo kita bangun rumah tangga yang diridhai Allah."

Mereka berjalan menyusuri pantai, meninggalkan jejak kaki di atas pasir putih yang perlahan tersapu ombak. Perjalanan panjang melawan kanker telah berakhir, dan kini perjalanan baru sebagai pasangan sejati baru saja dimulai.

1
Haura Az Zahra
👍
Yuyu
/Sob/
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
mewek
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
nagis gue😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!