Cerita ini diangkat dari sudut pandang yang bebeda, dengan alur kehidupan sehari-hari.
Dan menyebabkan kebaperan. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini.
Amanda, gadis cantik dan lembut. Harus terikat hubungan terlarang dengan pria beristri yang bernama Satria. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan hutang budi, akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang tak semestinya.
Akankah mereka bersatu? Atau malah berpisah.
IG : nona_vie90
FB : Nevi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(Side story) Terbongkar
Setelah mendapatkan telepon dari sekretarisnya yang mengabarkan bahwa Renita datang ke kantor dan membuat keributan, Satria bergegas kembali ke kantornya.
Satria berjalan tergesa-gesa menuju ruangannya dan mendapati Renita sedang duduk di kursi meja kerjanya.
"Apa yang kau lakukan?" Satria menatap tajam istrinya itu.
"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh berkunjung ke kantor suamiku? Aku kan rindu! Habis kau tidak pulang semalam." Renita berbicara dengan santai sambil beranjak menghampiri Satria yang berdiri di hadapannya.
"Hentikan omong kosong mu! Dan sekarang juga pergi dari sini!" Satria membentak dan mengusir Renita, emosi lelaki ini naik level.
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?" Renita berbicara dengan tenang sambil memainkan dasi suaminya. Wanita itu semakin memancing emosi Satria.
"Cukup Renita! Jangan membuat kesabaran ku habis! Cepat pergi dari sini!"
"Kenapa kau mengusirku? Kau takut aku membeberkan kepada semua karyawan mu bahwa kau telah berselingkuh dan mengabaikan istrimu ini?" Renita sengaja berbicara dengan kuat, agar sekretaris dan karyawan Satria yang berada di luar ruangan mendengar ucapannya.
"Renita ...! Kau benar-benar keterlaluan! Sekarang juga kau ikut aku!" Satria yang sudah benar-benar habis kesabaran menarik lengan Renita dan menyeret wanita itu keluar dari ruangannya, mengabaikan para karyawan yang memandangi mereka sambil berbisik-bisik.
"Sat, lepasin aku! Tanganku sakit!" Renita meronta-ronta sambil meringis kesakitan karena Satria mencengkeram lengannya dengan kuat. Namun Satria tak menghiraukan ucapan sang istri, dia terus menyeret Renita sampai ke parkiran gedung Wijaya Grup.
"Masuk!" Satria membentak Renita dan menyuruh wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
Renita menuruti perintah Satria sambil memegangi lengannya yang sakit. Setelah Renita masuk, Satria pun ikut masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selama di perjalanan, Satria hanya diam dengan rahang yang mengeras menahan geram, dia bahkan menggenggam stir mobil dengan sangat kuat.
"Kau mau membawaku kemana?" Renita bertanya dengan cemas. Tapi Satria tak menjawabnya, lelaki hanya diam dan fokus mengemudi.
"Satria ...!"
Ciiiiitttt ....
Satria menepikan mobilnya dengan tiba-tiba, membuat Renita yang tak memakai sabuk pengaman hampir tersungkur ke depan. Lalu lelaki itu memandang Renita dengan penuh kemarahan.
"Puas kau sudah mempermalukan aku, haa ...? Kau sudah menghancurkan harga diriku. Apa lagi yang kau mau, Renita ...?" Satria berteriak meluapkan kemarahan dan rasa kesalnya kepada sang istri.
"Sat, aku cuma tak ingin kau menceraikanku dan berpaling kepada wanita lain!" Renita menjawab dengan nada suara yang tinggi.
"Hahaha ..." Satria tergelak. "Kenapa kau tak ingin bercerai dariku? Bukankah katamu, aku ini lelaki tak berguna? Lalu untuk apa kau masih bertahan disisiku, haaa ...?"
Renita terdiam, wanita itu tak menjawab pertanyaan-pertanyaan Satria.
"Jawab ...!!!" Satria kembali membentak Renita.
"Sat ... aku ..." Renita menjadi gugup, wanita itu tak tahu harus berkata apa.
"Aku apa ...? Kau mau bilang kalau kau tidak bisa hidup tanpa uangku, iyakan? Kau hanya mencintai hartaku! Harusnya dari awal aku tidak menikahimu! Dasar wanita gila harta!" Satria benar-benar meluapkan kemarahan dan sakit hatinya.
"Bukan begitu, Sat! Aku ..." Renita mencoba membela diri.
"Sudah cukup, Renita! Aku benar-benar sudah tak tahan dengan semua ini! Selama dua tahun ini aku tersiksa, kau mengabaikanku disaat aku membutuhkanmu. Aku berjuang sendiri untuk bisa sembuh dari sakit itu, tapi kau malah sibuk dengan duniamu! Istri macam apa kau ini?" Suara Satria mulai bergetar, cairang bening mulai menggenangi pelupuk matanya. Rasa sakit dan kepedihannya benar-benar telah membuat hatinya hancur.
"Jadi kau sudah sembuh? Kenapa tidak mengatakannya kepadaku?" Renita terperangah tak percaya suaminya telah sembuh.
"Untuk apa? Kau juga tidak perdulikan?"
"Sat, aku minta maaf! Aku mohon jangan ceraikan aku! Kita bisa perbaiki semua ini, kita mulai lagi dari awal. Aku tahu kau masih mencintaikukan?" Renita memelas dan mencoba memprovokasi perasaan Satria.
"Terlambat ...! Cinta untukmu sudah kukubur dan aku sudah mencintai orang lain!" Ucap Satria.
"Tidak ... kau pasti tidak mencintai wanita itu, pela cur ja lang itu hanya pelampiasanmu." Renita tak terima dan menghina Amanda.
"Jaga ucapanmu! Dia wanita baik-baik! Dia tahu bagaimana caranya melayani dan menghargaiku, bukan seperti kau!" Satria membanggakan Amanda di hadapan Renita.
"Wanita itu pasti hanya ingin mengejar hartamu! Lihat saja nanti!" Renita murka dan menuduh Amanda seenaknya.
"Terserah kau mau bilang apa! Yang pasti kita akan segera berpisah, aku sudah mengurus perceraian kita! Dan setelah itu aku akan menikahinya."
"Tidak....! Sampai kapanpun aku tak akan mau berpisah darimu!" Renita menolak keputusan Satria.
" Sudahlah, Renita! Sekarang turun dari mobilku dan pulanglah! Aku masih berbaik hati membiarkanmu tinggal di rumahku sampai perceraian kita diputuskan." Satria berbicara tanpa memandang Renita.
"Kau akan menyesal melakukan ini kepadaku!" Renita menggeram lalu segera turun dari mobil Satria dan membanting kuat pintu mobilnya.
Satria segera melajukan mobilnya menuju apartemen Amanda untuk meminta rekaman CCTVnya agar bisa melihat siapa peneror yang meletakkan kotak berisi bangkai ayam itu agar bisa menjadikannya barang bukti di kantor polisi nanti.
Saat diperjalanan, Satria menghubungi sekretarisnya lalu meminta agar sekretarisnya itu melarang karyawannya untuk membahas dan membocorkan cerita tentang Satria dan Renita kemana-mana.
Walaupun hari ini Satria sangat kesal dan marah kepada Renita, tapi dia masih bersyukur, hari ini Amanda tidak datang ke kantor. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi jika Amanda tahu Satria sudah menikah.
Mendadak hati Satria semakin merasa bersalah karena telah menutupi semua ini dari Amanda, harusnya dia jujur mengakui statusnya. Tapi Satria menjadi pengecut jika membayangkan Amanda yang menjauhinya jika tahu status Satria adalah suami orang. Satria terlalu takut kehilangan Amanda.
***
Sementara itu di gedung Wijaya Grup, sekretaris Satria sedang melarang dan mengancam para karyawan yang mendengar pembicaraan Satria dan istrinya tadi, agar tidak membahas dan menyebarkan berita itu kemana-mana.
Tapi tanpa sepengetahuan sekretarisnya itu, berita tentang Satria dan Renita sudah beredar di grup whatsapp karyawan dan menjadi bahan obrolan hampir di semua karyawan. Dan apesnya, Amanda adalah salah satu anggota grup itu, dia baru saja dimasukkan oleh Shinta.
Amanda yang sedang menonton drama kesukaannya merasa terganggu dengan bunyi notif pesan digrup whatsapp karyawan, dia meraih ponselnya dan segera membaca isi obrolan digrup itu. Berhubung masih dijam kerja, hanya beberapa yang ikut mengobrol.
Lusi : Guys, ada gosip hot ini.
Nana : apa?
Shinta : apaan sih?
Rika : gosip pak Satria itu ya?
Lusi : kau sudah tahu?
Rika : sudah, dari anak OB.
Shinta : gosip apaan sih? kepo ini!
Nana : iya, bagi-bagi dong!
Lusi : tadi istri pak Satria datang ke kantor, dia marah-marah nyariin pak Satria. Terus katanya pak Satria tak pulang gara-gara selingkuh.
Shinta : OMG, hot gosip!
Nana : ya ampun! GGS juga ternyata pak Satria.
Lusi : apaan tuh GGS?
Nana : Ganteng Ganteng Selingkuh.
Rudi : kerja ... kerja ... jangan menggosip.
Mata Amanda membulat sempurna, dia tak melanjutkan membaca isi obrolan itu. Bagai disambar petir rasanya, hati Amanda seperti terlempar keluar dan jantungnya berdebar tak karuan. Seluruh tubuh Amanda lemas dan gemetar, bahkan air mata gadis itu meluncur turun tanpa diaba-aba.
***
sukses
semangat
mksh