NovelToon NovelToon
PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

Freya Westley adalah Putri Count Gola Westley. Punya cinta bertepuk sebelah tangan selama 10 tahun lamanya. Tak tahan karena cintanya akan pergi berperang, Freya bertekad untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah bertahan selama 10 tahun.
Tapi apa jadinya kalau Freya yang frustasi malah menenggak anggur dan mabuk, lalu salah menyatakan perasaannya pada orang yang dia takuti selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sejak siang itu, James tak menampakkan wajahnya di depan Freya. Sama sekali dan benar benar tak menampakkan wajahnya barang siluet pun.

Freya yang gusar selalu menerka, apakah dia terlalu kasar kepada James kemarin? Apakah ucapannya benar-benar menyakiti perasaan James. Dilanda pertanyaan dan spekulasinya sendiri sungguh tak enek, apalagi Freya tidak bisa meminta pertimbangan dari Kakak maupun Ayahnya.

"Sudah 2 hari." Kata Freya seorang diri di dalam kamarnya. Ya, memang sudah 2 hari ini Freya tak melhat James. Entah mengapa itu menganggu perasaannya.

Bahkan makan malam yang mewah dan penuh dengan hidangan yang beraroma tak membuat Freya berselera makan.

"Anu.... Kemana perginya Grand Duke?" Freya akhirnya membuka mulutnya meski tampak ragu-ragu.

"Ah, Dia disibukkan dengan urusan Duchy, apalagi tangga keberangkatannya ke medan perang mungkin sebentar lagi." Killion berkata dengan ringan seolah-olah itu adalah hal yang biasa.

"Yah, dia memang sibuk, harusnya kita tak mengganggunya." Count Galo jga merasa tak enak hati karena dengan adanya dirinya, James jadi membagi waktu karena kedatangan tamu.

"Tidak Ayah, kita disini juga bisa membantu James." Kata Killion, dia sudah mempertimbangkan hal apa yang bisa dia sumbangkan agar meringankan James dalam urusan yang sangat menyita waktu tersebut.

"Tapi untuk membantu kita perlu ijin darinya Kill, ingat kita ini tamu."

"Tapi kita sudah seperti keluarga Yah." Killion juga sudah mempertimbangkan segala aspek untk membnatu James, Kill memang orang luar, tapi dia adalah sahabatnya. James yang merupakan anak tunggal pasti sedikit kewalahan.

Freya hanya tenggelam dalam pusaran pikirannya. Entahlah, apa saja yang dia pikirkan, rasanya sulit dijelaskan. Yang pasti Freya merasakan bahwa James adalah sosok laki-laki tangguh dan bertanggung jawab.

Makan malam selesai, Freya hanya makan sedikit. aat ditanya Ayah dan Kakaknya apakah makanannya tidak sesuai, dia hanya mengtakan kalau peratnya sedikit tidak saja. Lalu Ayahnya meminta kepada seorang pelayan untuk membuatkan Teh madu agar badan Freya segera fit kembali.

Freya kembali ke kamarnya dengan suasana hati yang tidak karuan.

"Tok...tok...tok..." Suara pintu kamar Freya terketuk.

Tak lama ada seorang yang masuk membawakannya teh herbal sesuai dengan permintaan Ayahnya. Tapi Freya sedikit terkejut sebab bukan pelayan biasa yang masuk, melainkan Kepala Pelayan yang langsung membawakannya minuman tersebut.

Kepala pelayan tersenyum dengan sangat ramah, berbanding terbalik dengan citra Tuannya yang kamu dan dingin.

"Saya dengar perut Lady sedikit mengalami gangguan, jadi saya bawakan teh herbal dengan madu."

Freya membalas senyuman ramah sangat butoerbdengan tersenyum balik, "Terimakasih."

Sang Kepala pelayan meletakkan teh hangat tersebut ke meja yang ada di kamar Freya.

"Apakah Grand Duke juga makan dengan baik?" Tiba-tiba saja Freya melontarkan pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu dari mana datangnya keberanian tersebut.

Kepala Pelayan merasakan tidak sia sia dia datang langsung melayani Lady Freya. Dia berusaha mengatur ekspresinya sebelum dia menoleh ke arah Lady Freya yang ada di belakangnya.

Padahal dalam hatinya dia sangat senang hingga ingin berteriak kegirangan, tapi kersna harus menjaga citrak sebagai seorang kepala pelayan di kediaman Grand Duke, Dia merasa harus bisa mengendalikan dirinya. Otaknya berfikir dengan keras, bagaimana ya mengatakannya. Dia harus bisa menjawab dengan sedikit dramatis agar Lady Freya bisa bersimpati kepada Grand Duke muda tampan yang malang.

"Ah... Yang Mulia selalu sibuk di ruang kerja dan lapangan. Beliau selalu melewatkan jam makannya. " Kepala pelayan mulai mendramatisir.

Freya melebarkan daun telinganya untuk mendengarkannya dengan seksama.

"Saya takut kesehatan Yang Mulia menurun." Sang Butler masih memerankan perannya.

Padahal James tidak pernah sakit karena kesibuaknnya selama ini, dia pria yang bugar dan sehat. Meski benar jarang melewatkan kesehatannya, tapi James selalu sedia coklat untuk camilannya di kantornya.

Freya sedikit khawatir dengan penjelasan sang Butler.

"Apakah Yang Mulia sudah makan malam?"

Kembang api sedang menyela di hati kepala pelayan, kesempatan ini mana mungkin harus dilewatkan.

"Belum... " Kata kepala pelayan dengan nada rendah dan khawatir. Sungguh akting yang sempurna.

Padahal 30 menit yang lalu baru saja ada yang membawakan makanan ke ruang kerja Grand Duke, tapi demi rencana mempersatukan dua manusia ini, pria tua seperti kepala pelayan harus memutar otaknya.

Freya semakin bertambah kekhawatirannya.

'Tidak? sejak kapan perasaaanku jadi begini?' batin Freya.

"Kalau Lady berkenan, bisakah Lady membawakan makan malam untuk Yang Mulia?"

Meski ragu, Freya akhirnya mengiyakan Kepala Pelayan.

"Kalau begitu saya permisi untuk menyiapkan makanan Yang Mulia, saya akan kesini lagi untuk memberitahukan Lady. "

Freya mengangguk dengan senyuman.

Kepala pelayan menundukkan kepalanya untuk berpamitan.

"Klek... " Suara pintu kamarnya tertutup.

Kepala pelayan segera berlari menuju dapur. Meski sudah berumur tapi dia masih sanggup untuk berlari.

Nafasnya kembang kempis, "Segera siapkan makan malam untuk Grand Duke!!! " perintahnya mutlak.

Para pelayan di dapur bengong pada awalnya melihat penampilan Kepala pelayan dan nafasnya yang terkenal sengal. Tangannya masih memegang dadanya.

"Tunggu apalagi? sekarang!!!" Perintahnya dengan suara nada tinggi. Tak butuh lama untuk para pelayan merespon sang kepala pelayan yang biasanya ramah. Baru kali dia sangat tegas dan memerintah dengan terburu-buru.

Selanjutnya dia harus bergegas ke ruang kerja Grand Duke untuk memberitahukan Tuannya itu.

Lagi-lagi dia harus berlari. Bukannya dia tidak bisa memerintahkan orang, tapi operasi dengan sandi dua hati itu harus dia selesaikan sendiri misinya.

"Brak... " pintu dia buka dengan kasar.

James menoleh dari tempat duduknya, pandangannya ke arah pintu masuk. Seorang abdi pelayanbya yang biasanya tak pernah cela dalam bertugas terlihat sedikit berantakan.

Alis James berkerut, dia sendiri penasaran apa yang sedang terjadi.

"Yang Mulia... " Butler mendekatkan dirinya kepada tuannya.

"Sebentar lagi Lady Freya akan datang membawakan makan malam? "

".....?"

"Saya tahu, Yang Mulia sudah selesai makan, tapi saya berbohong. " Katanya dengan jujur.

"Kenapa juga kamu harus berbohong?" James mengatakan itu dengan sedikit kesal.

Kepala pelayan ingin sekali merutuki kebodohann Tuannya itu, yang dasarnya tidak peka sama sekali. Sudah dibukakan jalan tapi masih saja bodohh.

"Apa Yang Mulia tidak mau diperhatikan Lady Freya? Kalau memang tidak, saya akan menyuruh kembali Lady Freya untuk tidak datang menemui Yang Mulia."

Seolah olah tersambar petir, James malah kesal dengan pernyataan kepala pelayannya.

"Tunggu... kenapa juga kamu harus mengatakan hal mengerikan seperti itu!"

"Kalau begitu, harap Yang Mulia bekerja sama, saya hanya bisa menjembatani Yang Mulia dan Lady Freya. Kalau ke depannya berjalan lancar itulah tugas Yang Mulia. "

James mendengarkannya dengan baik.

"Jadi aku harus bagaimana?" James bertanya dengan antusias.

"Berpura pura belum makan dan sibuk bekerja." Kepala pelayan mengatakannya dengan sangat mata berapi api.

James melihat kepala pelayan dengan fokus dan menganggukka kepalanya.

Operasi dua hati segera terlaksana.

1
palupi
👍
palupi
terimakasih 🙏
Hikam Sairi
nah loh👊👊👊👊🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
f4 ini mah ya...
jodoh nya ke grend duck
Hikam Sairi
kan salah orang kan🤣🤣🤣🤣🤣🤣 malah ke yg lain 😂😂😂😂
Hikam Sairi
kayak nya udah pernah baca tapi dah lupa... ini frea salah orang,ungkapin perasaan nya 🤣🤣🤣🤣🤣
Dyana
ceritanya bgus kk.. koq aku baru nemu ya...
🟢 Kiss Kᵝ⃟ᴸ𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: makasih ka dah mampir
total 1 replies
Sarah
Sosok suami, Dia seorang ayah... Dan suaminya meninggal? Gimana-gimana?? 😰
CandraKirana
Saking serunya sampe kebut bacanya😁
lily
semoga segera ketemu jodohnya killian
lily
kira kira anak raja itu ada berapa sih
lily
intinya ayahnya baik
lily
yg di idam idamkan sama aku adalah makan banyak tapi badan ttep kurus
panjul man09
ha ha ha ja ha ha lucu lucu lucu !
panjul man09
banyak yg salah ketik , tolong di perhatikan thor !
panjul man09
banyak salah ketik , jadi gak enak bacanya.
Jenna Joni
Sendal gurau siapa hayoooooo🤣🤣
🟡Ney Maniez
tysm untuk cerita ny,,, sangat menghibur 🙏🤗🥰
🟡Ney Maniez
wehhh cepat bgt end ny/Grimace//Grimace//Grimace/
🟡Ney Maniez
pria bertanggungjawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!