Kinara tak menyangka jika kedatangannya di acara reuni akan membawa bencana bagi kehidupan selanjutnya. Bertemu dengan pria yang dulunya membuat hidupnya tertekan.
Hingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan sang pria. Dan kali ini, pertemuan dirinya dan pria masa lalunya membawa duka lara untuk dirinya.
"Aku sudah lama menunggu kehadiranmu! Biarkan malam ini menjadi saksi rasa sakit hatiku padamu Kinara."~ Edgar Regantara
"Kau tak tau bagaimana rasanya jadi aku, Mungkin dengan cara kamu membalaskan dendam padaku! Rasa sakit hatimu lenyap bersamaan dengan luka yang akan aku bawa pergi" ~Kinara Saqeel Ardav
Sanggupkah Kinara melewati semua itu, melewati hal tak terduga dari masa lalunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhaya Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PMR 34
Hampir tiga jam lamanya, pintu operasi belum juga terbuka. Regantara dan Edgar sangat cemas bahkan keduanya sesekali mengintip dibalik pintu meskipun tak nampak apapun disana.
"Apa kita dobrak saja ,Ed," ujar Regantara menunjuk pintu yang belum dibuka itu.
Edgar tak mengidahkan ucapan gila Papanya, ia juga berusaha mengontrol emosinya yang tiba-tiba datang kala pintu itu masih tertutup sempurna.
Tingg....
Lampu ruang operasi itu mati dan pertanda operasinya telah usai . Hingga dipersekian detik pintu itu terbuka dengan lebarnya bahkan brangkar yang ditempati Kinara juga ikut keluar.
"Ra," panggil Edgar kala melihat mata Kinara masih terpejam.
"Nyonya Kinara akan saya bawa keruangan VIP, Tuan." Dokter berucap kala Edgar masih menghalangi jalannya brangkar yang ditempati Kinara.
"Lakukan apapun untuk istriku, jangan buat dia kesakitan lagi," sentak Edgar dengan mata menatap nanar ke arah Kinara yang masih setia menutup matanya.
"Maaf ,Tuan. Kami sudah berusaha semampu kami. Saya yakin setelah ini Nyonya Kinara takkan merasakan sakit lagi." Dokter menjelaskan dengan penuh ke was-wasan, ia takut jika salah berucap akan berakibat fatal untuknya dan rumah sakit ini tentunya.
"Awas kalau istriku masih kesakitan ,kalian yang harus menerima akibatnya," tunjuk Edgar pada Dokter bahkan perawat yang ada disana dengan tatapan tak biasanya.
Bisa dilihat bagaimana reaksi perawat dan Dokter itu kala mendengar bahkan melihat tatapan Edgar. Mereka merasakan hawa tak enak kala tatapan itu masih menyorot kearahnya.
"Permisi dulu ya , Tuan. Saya harus secepatnya membawa Nyonya Kinara kedalam ruangan VIP sebelum ada kontraksi lain nanti," jelas sang Dokter.
"Cepatlah," putus Edgar berusaha menjauhi brangkar Kinara kala Dokter dan para perawat mulai mendorong kembali brangkar Kinara.
Dokter dan perawat itu merasa lega kala sudah terbebas dari tatapan mematikan dari Edgar dan Regantara disana.
"Jangan keterlaluan ,Ed. Mereka takkan bisa fokus menangani istrimu nanti, " seru Regantara kala langkahnya mengikuti arah brangkar yang di naiki Kinara.
"kalaupun itu sampai terjadi, akan aku bunuh mereka semuanya, Dad," sentak Edgar membuat Regantara menggelengkan kepalanya samar.
Sifat Edgar sudah seperti dirinya, ia akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Entah bagaimana nanti jika Kinara sudah sadar, mungkinkah putranya akan menghakimi Regina yang sudah membuat Kinara harus terbaring dirumah sakit . Apalagi hingga membuatnya kehilangan calon bayi yang ada didalam perut Kinara.
"Wanita itu jangan diapa-apakan dulu, biarkan aku yang akan melakukan tindakan agar dia jera. Sudah ku peringatkan tapi masih ngeyel berbuat yang tidak baik pada istriku," sentak Edgar yang kala itu mengingat sosok Regina yang sudah membuatnya emosi. Ingin rasanya ia membunuh Regina dengan tangannya sendiri, ia abai akan statusnya dengan wanita itu. Siapapun yang mengusik ketentramannya akan ia binasakan dengan tangannya sendiri.
"Daddy masih mengurungnya, Ed. Mungkin sekarang dia meminta bantuan pada pengawal kita untuk dilepas. Dan jika itu terjadi, Daddy yang akan turun tangan memberikan dia pelajaran." Regantara berucap karena sudah lelah dengan tingkah laku yang di tujukan Regina.
"Terserah Daddy saja, aku hanya ingin membuatnya jera karena sudah menyepelekan ucapanku. Dia pikir aku bercanda dengan apa yang aku ucapkan," seru Edgar dengan senyuman smirknya.
Sebenarnya ia ingin sekali memberikan pelajaran pada Regina namun ia masih mengingat Kinara yang masih lemah tak berdaya disana.
Bersambung...
mengandung bawang iya,emosi iya
gado2 😁