Cinta tidak akan pernah memilih orang yang salah untuk ditinggalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi1410, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#31
"Mulai sekarang aku yang akan menggantikan semua yang dilakukannya, aku akan mencintainya, menjaganya, melindunginya, merawatnya dan memberikan semua perhatianku padanya, aku yang akan menjaganya ketika dia sakit, hanya aku bukan yang lain." Janji Kelvin ketika dia dan Aretha berada dikamar yang sudah menjadi saksi kisah mereka semalam, Kelvin memeluk Aretha dengan erat didalam selimut tebal yang menutupi tubuh mereka yang tak lagi memiliki pakaian.
"Kenapa aku harus bertemu laki-laki mesum dan cabul seperti dirimu?" rutuk Aretha sembari melepas lilitan tangan Kelvin, "lihat betapa mesumnya dirimu, kita baru melakukannya siang ini, dan sekarang kau memaksakanku lagi untuk melakukannya."
"Tenagaku besar, aku harus sering-sering melakukannya agar disini segera hadir anak yang lain." Kelvin mengusap perut rata Aretha berharap buah cintanya akan segera hadir.
"Kuharap tidak, aku tak ingin ada anak darimu, aku hanya ingin anak dari suamiku saja." Aretha berucap tak suka, dia benar-benar tak Sudi memiliki anak dari pria yang ada disebelahnya.
"Bukan dirimu yang bisa menentukan semua itu sayang, kau sekarang bonekaku yang cantik dan manis, kau hanya bisa mengikuti apa yang ku katakan, dan soal memiliki anak, dulu aku sudah pernah melakukannya, sahabatku dokter terbaik disini, dia akan membantuku untuk membuatmu segera hamil anakku." ujar Kelvin lembut.
"Kenapa harus aku? apa aku benar-benar istrimu yang dulu kau campakkan? kenapa semuanya terdengar aneh dan lucu? kakakku mengatakan Alex adalah suamiku, semua perhatiannya, semua cintanya, tidak ada yang palsu sedikitpun padaku dan alexa, bahkan nama untuk putri kami dia yang memberikannya, nama putriku juga nama keluarganya, apa karena kau menyakitiku terlalu jauh? apa karena kau membuatku mencoba bunuh diri, tapi aku tak ingat bahwa aku pernah bunuh diri, kapan itu terjadi? dimana kejadiannya? dan apa yang terjadi sesudahnya sehingga aku bisa melupakan semua itu?" tanya Aretha tanpa henti.
Kelvin dengan lembut mengusap kening Aretha yang mengerut karena pikirannya yang terlalu dalam, " Aku tidak tau alasan mereka melakukannya padamu, tapi yang jelas aku tak akan melepaskanmu sedikitpun lagi, ku akui aku memang salah saat itu, tapi aku benar-benar tak pernah memberimu surat cerai seperti yang mereka katakan, aku memang pernah tidur beberapa kali dengan Clarista tetapi itu semua terjadi karena aku sedang mabuk dan dibawah pengaruh minuman, semenjak itu aku selalu merasa bersalah dan hal inilah menjadi penyebab kami melakukannya berulang-ulang kali." Kelvin mencoba menjelaskan kesalahpahaman itu dengan lembut.
"Apapun yang kau katakan kau tetap salah dimataku, bukan saja kau berselingkuh dibelakang istrimu kau bahkan berjanji memberikan anakmu padanya! apa kau tau apa yang akan terjadi jika anak itu dibesarkan olehnya, dia pasti menghasut anak itu untuk membenci ibunya, membuat hubungan darah hancur berkeping-keping." Aretha menyampaikan semua keluhan dan apa yang dipikirkan dikepalanya saat ini.
"Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu sayang, aku hanya ingin dia menutup mulutnya dengan memberi satu anak kita, aku tak ingin dia datang mencarimu dan mengatakan bahwa dia tidur denganku, itu adalah hal yang lebih mengerikan bagiku daripada kehilanganmu, aku lebih baik kehilangan satu anak daripada kehilangan dirimu yang begitu aku cintai." Kelvin memeluk Aretha dengan erat, berharap mereka bisa menyatu sepenuhnya.
Aretha tak peduli, apapun alasan yang dikatakannya Aretha hanya acuh tak acuh, mereka melakukannya berulang-ulang kali, siapa yang akan peduli tentang itu, jika terjadi kesalahan sekali, kita bisa memperbaikinya bukan malah tunduk untuk lagi dan lagi. "Atau jangan-jangan kau dapat ide mengurungku disini dengan ancaman video itu karena terinspirasi kekasih gelapmu itu ya?" Tanya Aretha dengan usil sembari mencolek baju Kelvin ringan.
"Ya, kau benar. Aku terinspirasi dengan caranya mengancamku, itu sebabnya aku juga merancang rencana agar bisa seperti yang dilakukannya dan aku berhasil, kau bisa lihat sendiri hasilnya kan?" ucap Kelvin ambigu, yang kembali membuat Aretha naik darah dan ingin memukul seseorang.
Aretha merasa matanya mulai mengantuk, dia mengambil posisi miring, dengan cepat matanya terpejam dan dia akhirnya terbuai mimpi.
"Kamu tenang saja sayang, semua bukti ditangan Clarista sudah ku musnahkan, tidak ada lagi penghalang atau penganggu hubungan kita, aku sangat susah mencarimu selama ini, bagaimana mungkin aku akan membuangnya begitu saja, kau milikku hanya milikku, dulu, sekarang, esok dan selamanya hanya akan menjadi milikku." ucap Kelvin lembut, dengan penuh kasih sayang dan cinta diusapnya kening Aretha, sebelum ia menyelimuti Aretha dengan benar dan memasuki alam mimpi bersama.
Pagi ini Aretha terbangun dalam pelukan Kelvin lagi, dengan pelan dia bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ketika sedang asik berendam sembari memejamkan mata Aretha tak menyadari bahwa Kelvin juga telah masuk kedalam kamar mandi untuk bergabung.
"Kamu!" Aretha nampak terkejut ketika mengetahui Kelvin sudah ikutan bergabung dengannya, dia ingin berdiri tapi tangan besar Kelvin menghalanginya untuk bergerak.
"Hanya mandi bersama, kamu tidak perlu takut sayang, aku juga tau batasanku, aku takkan seperti dulu sayang, yang suka bertindak seenaknya tanpa memikirkan kondisi tubuhmu dan terus memaksa hingga melukai hatimu." ujar Kelvin lembut, Aretha tak bisa berbuat apa-apa, dengan patuh dia menuruti keinginan Kelvin untuk mandi bersama.
Setelah selesai mandi Aretha memilih gaun yang cocok dan pergi kearah kamar putrinya, ketika melihat Alexa sudah berpakaian rapi dan benar ia tersenyum, ini hasil pengajaran Alex saat mereka bersama, dia selalu berkata untuk membuat Alexa mandiri dan tidak bergantung pada siapapun.
"Mommy, Alexa kangen mommy, seharian kemarin Alexa tak melihat Mommy dimanapun! Daddy Kelvin bilang Mommy sibuk kerja terus kecapean, kita dilarang buat nganggu Mommy, oh ya Mom, sini ayo sini Mom kita kekamar Kenzo!" Alexa menarik tangan Aretha dengan kuat membawanya kepintu yang dijadikan sebagai pembatas kamar antara dia dan Kenzo.
"Kenzo, lihat nih aku bawa Mommy kesini, katanya kamu juga pengen Mommy kan, sini ayo Ken, kamu boleh kok manggil Mommy juga, sama kayak aku manggil Daddy kamu." Alexa tersenyum manis, deretan rapi giginya juga terlihat.
"Aku beneran boleh peluk?" Tanya Kenzo dengan wajah penuh harap, sungguh membuat Aretha tak tega melihatnya.
"Iya, boleh kok" Aretha benar-benar tak tega melihat wajah memelas Kenzo, apalagi dia mendengar bahwa Kenzo tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak kecil, hatinya luluh begitu saja mungkin benar dia istri Kelvin hatinya tak tega melihat wajah sedih itu. "Kamu boleh juga manggil Mommy seperti Alexa kok!" balas Aretha sembari merentangkan kedua tangannya.
Dengan cepat Kenzo berlari memasuki pelukan Aretha, air mata yang selama ini tak pernah diperlihatkan pada siapapun akhirnya jatuh berurai. "Aku benar-benar punya Mommy, akhirnya ngak akan ada lagi teman-teman yang bilang aku anak yang tak diharapkan, anak yang ngak diinginkan ibunya." Tangisnya dengan keras, Alexa yang bingung dengan tangisan Kenzo berlari untuk menghapus air matanya.
"Loh Kenzo kok nangis, kan harusnya tersenyum sekarang, karena udah punya Mommy, Mommy juga kenapa nangis? kan Kenzo ngak nakal kayak aku."celetuknya dengan penasaran, Kelvin yang melihat itu semua dari depan pintu tersenyum bahagia.
🤦