NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: syarifatul hidayah

Saat pernikahan sudah di ambang kehancuran, saat itu kita menyadari jika kita sudah gagal membinanya.
Ingin mempertahankan demi putri tercinta, tapi semua sia-sia saja.
Perceraian yang sangat menyakitkan, karena sebenarnya kita tidak ingin mengorbankan buah hati kita.
Dia, anak kecil yang tidak berdosa, yang akhirnya harus merasakan sakit hati karena perpisahan antara ayah dan ibunya.
Mampukah Shofia melewati semua ujian itu? di hianati oleh sang suami, yang sudah diam-diam mempunyai istri simpanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syarifatul hidayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. Demi Pengganti Ibuku

Ibu Fatma terbaring tidak berdaya, Bapak Fakhri akan datang kapan saja, jika terjadi sesuatu dengan Ibu Fatma. Wanita tua yang sudah berumur 65 tahun itu. Setelah Ibu kandung Bapak Fakhri meninggal, Ibu Fatma lah yang merawat dan selalu ada di samping Bapak Fakhri, menyayangi seperti anaknya sendiri.

Demi Pengganti ibunya, Bapak Fakhri rela meninggalkan hal terpenting sekalipun. Yang dia tahu, Ibu Fatma lah yang ada di saat Bapak Fakhri mengurus perceraian dengan Ibu Fia, dan menguatkan hatinya karena terpisah dengan putrinya. Meski Bapak Fakhri tidak bisa mendapatkan hak untuk mengasuh putrinya. Tapi, Bapak Fakhri terus memberikan uang bulanan. Itupun terkadang di tolak, karena ada permainan dan niat tidak baik, dari Ibu Fia sebagai mantan istrinya Bapak Fakhri.

"Mbok harus sembuh, siapa yang akan menjaga Fakhri, hanya Mbok milik Fakhri satu-satunya." Ujar Bapak Fakhri sedih sambil meneteskan air mata.

Bukan karena Ibu kandung, terkadang meski seorang pengasuh jika ada ikatan cinta yang kuat maka akan terjalin menjadi satu, seperti rasa sayang antar anak dan ibu kandung.

"Dada Mbok sakit Nak. Kamu sudah lama menduda, seharusnya kamu sudah mempunyai pendamping hidup yang bisa menjaga kamu di masa tua." Ujar Ibu Fatma pelan.

"Fakhri belum siap menikah Mbok. Fakhri hanya ingin menemani si Mbok saja."

"Nak, jika umur Mbok tidak panjang, siapa yang akan mengingatkan kamu untuk makan, untuk istirahat, untuk segera pulang. Berat rasanya Mbok meninggalkan kamu,"

"Sudah jangan berpikir yang tidak-tidak, Fakhri yakin Mbok pasti sembuh. Ingat putri Mbok di desa masih belum menikah, dan dia butuh Mbok di hari pernikahannya nanti."

"Semoga saja, Mbok masih bisa sembuh, jika si Mbok tidak sembuh, titip anak-anak si Mbok ya. si bungsu masih muda, tolong kuliahkan dia sampai dia sukses. itu yang si Mbok pinta."

"Iya, Fakhri janji. Fakhri akan menjaga dan merawat, menyekolahkan Si bungsu sampai ia sukses."

"Terimakasih ya Nak."

"Sama-sama Mbok."

Ibu Fatma tampak senang, dia tersenyum dan memeluk Ibu Fatma. selang infus masih menancap di tangannya. Seorang perawat pribadi menjaga 24 jam di kamar Ibu Fatma. sungguh Bapak Fakhri sangat memperhatikan Ibu Fatma.

Tak lama Handphone Bapak Fakhri berdering, segera dia menerima panggilan telepon nya itu.

"Ada apa?" Tanya Bapak Fakhri datar.

"Ada berkas yang di minta hari ini oleh PT trisakti. Dan berkasnya belum bapak tanda tangani." Ujar si penelpon, yang tidak lain adalah Shofia yang sudah sampai di Jakarta.

"Saya tunggu dirumah,"

"Alamat Bapak?"

"Apa perlu aku pecat kamu, sudah lama bekerja tapi masih belum tahu alamatku."

"Maaf. Tapi memang tidak tahu." Jawab Shofia tegas. Karena sebenarnya merasa kesal juga sama tingkah bosnya yang super aneh itu.

"Kamu bisa lihat di halaman depan buku agenda yang kamu pegang. Kamu pikir itu alamat ruamh kamu," Ujar nya dengan nada marah.

Shofia sudah sangat kesal. Tanpa permisi dia langsung memutus panggilannya.

Bapak Fakhri duduk kembali di dekat Ibu Fatma. dan memegang tangan wanita tua itu. Sepertinya Ibu Fatma memperhatikan Bapak Fakhri saat berbicara dengan si penelpon. dan dia merasa Bapak Fakhri terlalukasar.

"Nak, tidak baik berbicara kasar seperti itu. Ubah sikap kamu, tidak semua harus di hadapin dengan kekasaran. Karena mereka bukan Fia yang sangat kamu benci." Ujar Ibu Fatma menasehati Bapak Fakhri.

"Entahlah Mbok. Fakhri sangat tidak bisa mengontrol emosi, dari dulu, sewaktu Fakhri disakiti, sampai saat ini Fakhri belum bisa mengontrol diri."

"Kamu akan menyesal, jika terus pemarah seperti ini. mereka bukan robot atau orang bodoh. Yang namanya manusia, dia punya perasaan, dimana dia ingin di hargai atau di hormati. Setidaknya hargai dia Nak, meski dia adalah bawahanmu."

Bapak Fakhri diam, dia menatap wajah Ibu Fatma yang sudah keriput, Mungkin benar apa yang di katakan ibu Fatma, dan Bapak Fakhri harus belajar menghargai bawahannya, kecuali karyawannya mempunya salah yang fatal.

"Fakhri akan mencoba berubah Mbok,"

"Bukan mencoba Nak, tapi harus berusaha."

"Iya Mbok."

"Kamu harus minta maaf sama karyawan kamu itu, entah itu perempuan atau laki-laki. Karena meminta maaf adalah perbuatan paling baik Nak." Nasehat Ibu Fatma. Meski suaranya pelan dan sedikit sesak, tapi Ibu Fatma masih berusaha bicara menasehati Bapak Fakhri.

"Iya Mbok."

❄❄❄❄❄💧💧❄❄❄❄❄

Di lain tempat, Shofia sangat marah, melihat putrinya yang marah-marah, Ibu Naflah menghampirinya. Dan duduk di dekat Shofia yang sibuk dengan mengecek berkas yang akan di kirim ke PT trisakti.

"Kenapa Nak."

"Rasanya Shofia capek punya bos yang tidak bisa menghargai, meski Shofia dapat bonus besar, tapi Shofia tidak di hargai sama sekali. Mending kerja sebagai sekertaris biasa, dari pada jadi asisten, tapi menjadi korban perasaan." Ujar Shofia mengeluh.

Ibu Naflah memegang tangan Shofia, tersenyum melihat kearah putrinya. Dia tahu putrinya lelah dan Ibu Naflah tidak pernah marah jika Shofia memilih berhenti.

"Nak, semua keputusan ada di tangan kamu. Kalau kami merasa tidak di hargai, berhenti saja Nak. Masih banyak perusahaan, dan ibu yakin kamu pasti dapat tempat yang baik. Tapi ingat, jangan mengambil keputusan di saat kamu sedang emosi. Karena itu tidak baik untuk masa depan kamu."

"Makasih ibu masukkannya. Shofia akan pikirkan semua itu. Jika Bapak Fakhri terus seperti itu lebih baik Shofia cari kerja di tempat lain."

"Ya sudah cepat kamu siap-siap, segera antar berkas itu, ini sudah sangat sore. Biar kamu cepat istirahat."

"Iya Bu, Shofia mandi dulu, setelah itu berangkat. Badan rasanya sudah sangat cepek."

"Oh Iya, jangan lupa telepon Karin, nanti malam kita makan bersama, ibu sudah masak opor kesukaan kalian."

"Tar lagi dia kesini Bu, Karin mau ikut kerumag Bapak Fakhri. Karena Shofia males sendiri."

"Ya sudah cepat mandi sana."

Shofia pun segera mandi, dia tidak ingin terlambat mengantarkan berkas itu sebelum jam sepuluh malam. Setelah selesai mandi dan berganti baju Shofia segera keluar. Ternyata Karin sudah menunggu di ruang keluarga bersama Ibu Naflah.

"Kariin,"

"Halo Shofia."

Seperti biasa mereka berpelukan setelah bertemu.

"Sudah siap. "

"Sudah,"

"Kita berangkat sekarang ya, biar gak terlalu malam."

"Oke, Ibu kita pamit ya," Ujar Shofia.

"Hati-hati di jalan ya Nak."

"Siap ibu."

Lalu mereka berangkat, Karin fokus menyetir, karena ingin cepat sampai di rumah bapak Fakhri. Shofia pun tidak banyak bicara, dia paham Karin jika sudah fokus tidak bisa di ajak bicara.

Tak lama kemudian mereka sampai, seorang satpam menghampiri, Karin membuka kaca mobilnya.

"Saya sudah buat janji pak dengan Bapak Fakhri. tolong di sampaikan."

"Baik Mbak, dengan siapa?"

"Shofia,"

Segera satpam itu menelpon Bapak Fakhri, tak lama menghampiri mobil Shofia dan Karin.

"Mari silahkan masuk Mbak." Ujar Satpam tersebut sambil membuka gerbang rumah itu.

Setelah mobil di parkirkan, Shofia dan karin turun,dan langsung menuju pintu rumah besar itu. Ada dua petugas keamanan yang berjaga di depan pintu masuk, Shofia sangat heran, melihat kehidupan Bapak Fakhri yang penuh pengawal.

"Maaf boleh lihat tasnya, kami ingin pastikan bahwa kalian bukan penjahat." Ujar petugas keamanan tersebut.

Sungguh Shofia tidak suka dengan peraturan dirumah Bapak Fakhri. Karin hanya tersenyum melihat Shofia yang cemberut. karena Karin sendiri sudah terbiasa dengan peraturan Bapak Fakhri dan keamanan dirumah Bapak Fakhri.

"Belum bertemu orangnya sudah ribet apalagi bertemu orangnya."Batin Shofia.

1
Merda
Shock...bukan sok...
Di gerebek, bukan gerbek..

perhatikan atuh thor..apalagi kalimat manggil Bapak...
Merda
Mengidap di Losmen..
Merda
Bapak...Bapak...
Terima kasih pak Fakhri..
Merda
Marathon baca nya..
Merda
Di panggil Manager atau Direktur...
Merda
Hari gini ngantar lamaran??? sdh on line kale..nglamar kerja..
Endang Supriati
lah bener si bos fakry, sbg karyawan hrs tahu rumah bosnya apalagi assisten aneh juga sofia.
Endang Supriati
laki2 atau suami memang sepwrti klu dia sdh tdk cinta dan satabg dgn iatri dan ibu dr anaknya , kevanyakan juga tdk peduli dgn anak yg dr istri,ibu dr anaknya yg sdh tdk dicintai. beraoa vanyak bpk yg tdk peduli dgn anaknya ketika dia sdh tdk cibta dgn ibu dr si anak itu masa bodooi
Salfanei
naina y udah g masukin LG dlm cerita y byk yg g nyambung
Cucu Siti Hodijah
bisa ga utk fakhri jangan pakai kata bapak, jd bingung seolah2 ibu fatma & bapak fakhri seumuran
Selvy Anton
Luar biasa
Salfanei
seperti yg bercerita dr pihak Shofia
anggraeni utami
nagus ceritanya
sakura
...
kika
aku kurang stuju klo yg beliin rumah, mndingan dkasih modal usaha atau apa gtu. jgn dikasih ikan, tpi dikasih kail, modal utk usaha, & didampingi juga usaha nya. dksih pelatihan & arahan
Dede Bleher: betuul.
kasih usaha krna orang butuh penghasilan!
total 1 replies
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
My atee
Luar biasa
zaidi zack
Bagus novelnya. Tahniah thor. Cuma 1 saran sy, lepas ditaip, sebelum submit @ send lebih bagus jika thor ulang baca kerana terlalu banyak error. Contoh, Patutnya yg nama hanif tapi ditulis haikal. Seolah haikal bertemu haikal. Dan bnyk lg yg lainnya. Moga thor sihat selalu dan terus maju dlm berkarya..
zaidi zack
Loh tadi di awal episod ni disebabkan naila PUTRA fakhri? Hjg2 seolah putri pula..bkn saja sofea, pembaca jg ble jd bingung 😁
Renjana
Bagaimana jd bahagia🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!