Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Mobil tomy berhenti tepat di depan gedung rumah sakit tempat jeny bekerja. Pria tampan itu benar benar memegang ucapan nya menjemput jeny saat makan siang tiba.
Ketika hendak keluar dari mobil nya, ponsel milik nya berdering. Tomy segera meraih nya dan tersenyum ketika melihat nama charlie tertera di layar menyala benda pipih itu.
“Halo lie...” Sapanya ketika mengangkat telpon.
“Lo dimana? Gue udah di restourant biasa.” Tanya charlie dari seberang telpon.
“Gue masih di rumah sakit tempat jeny kerja. Nggak sampe 20 menit gue nyampe.” Jawab nya santai.
“Oke, Gue tunggu.”
Sambungan telpon terputus. Tomy nemasukan ponsel nya ke dalam saku dalam jas nya kemudian turun dari mobil mewah nya.
Tepat ketika charlie turun jeny keluar dari dalam rumah sakit dengan rani yang berada di samping nya. Mereka berdua mengobrol ringan dan sesekali tertawa.
Tomy yang melihat nya langsung mendekat. Pria tampan itu berniat mengajak jeny makan siang bersama charlie.
“Jeny..”
Jeny menolehkan kepalanya begitu juga dengan rani. Keduanya berhenti melangkah dan menatap tomy yang sudah berada di samping jeny.
“Kamu...” Kesal jeny menatap tomy sebal.
Tomy tersenyum menanggapinya. Ekspresi jeny saat sedang sebal sangat menggemaskan menurut nya.
“Jen ini siapa?” Tanya rani pada jeny.
“Oh perkenalkan saya tomy. Saya suami jeny.” Senyum tomy memperkenalkan dirinya.
“Eemmm.. Kak nanti aku jelasin yah. Aku duluan.” Kata jeny cepat.
Jeny menarik tangan tomy buru buru menjauh dari rekan sesama dokternya itu. Meskipun jeny sudah lama mengenal baik rani, namun jeny tidak pernah mengatakan dirinya sudah menikah. Tidak banyak bahkan memang tidak ada yang tau kecuali kedua orang tua dan para tetangga nya di kompleks dekat rumah nya.
“Kamu apa apaan sih?” Kesal jeny melepaskan cekalan tangan nya ketika sampai di depan mobil mewah tomy.
Tomy mengeryit.
“Apaan gimana?” Tanya nya tidak mengerti.
“Ya kamu ngapain ngenalin diri sebagai suami aku?” Tanya jeny semakin kesal pada tomy.
“Loh emang salah? Kamu kan emang istri aku.” Jawab nya santai.
“Tapi kan..”
“Nggak ada yang tau?” Sela tomy bertanya.
Jeny menghela nafas kesal. Gadis itu membuang pandangan nya ke arah lain.
“Untuk itu kamu nggak perlu khawatir jen. Kita akan adakan resepsi pernikahan nanti..”
Jeny menoleh cepat.
Bukan itu yang jeny inginkan. Jeny hanya ingin lepas dari jerat pernikahan nya dengan tomy.
“Aku nggak menerima penolakan dari kamu. Dan aku juga nggak butuh persetujuan dari kamu.” Lanjut tomy lagi.
Jeny menggelengkan kepalanya menatap tidak percaya pada tomy. Tomy seperti orang asing yang tidak pernah di kenal nya. Tomy juga seperti orang asing yang tiba tiba datang dan mengatur semaunya.
“Kamu bukan tomy yang dulu...” Lirih jeny sedih.
“Ya.. Tomy yang dulu sahabat kamu sudah tidak ada jeny. Yang ada sekarang adalah tomy suami kamu. Tomy yang berhak segalanya atas kamu.” Balas tomy tegas.
“Masuk.” Tegas tomy kemudian.
“Nggak.” Tolak jeny tegas.
Tomy menghela nafas.
Caranya mungkin akan sangat menyakiti jeny. Tapi tomy tidak perduli, toh tujuan nya juga untuk membahagiakan gadis itu juga untuk membuat gadis itu mencintainya.
“Jeny.. Masuk aku bilang.” Kata tomy penuh penekanan.
Pria tampan itu menatap datar pada jeny yang malah mengangkat dagu menantang nya.
“Aku nggak mau.” Balas jeny masih bersikukuh dengan penolakan nya.
Karna kesal, tomy pun dengan paksa mengangkat tubuh mungil jeny. Pria tampan itu melangkah dengan santai mengitari depan mobil nya tanpa memperdulikan rontaan juga pukulan kedua tangan jeny di punggung nya.
Setelah mamasukan jeny ke dalam mobil, tomy pun buru buru masuk dan duduk dengan tenang di kursi kemudi.
“Apasih mau kamu sebenar nya?” Tanya jeny sengit.
Tomy tidak menjawab.
Pria tampan itu hanya melirik jeny sekilas kemudian menghidupkan mesin mobil nya dan berlalu dengan kecepatan sedang.
“Untuk apa? Untuk apa kita bertahan dengan pernikahan tanpa cinta ini?” Tanya jeny lagi.
Tomy masih diam.
Sampai saat ini tomy juga belum bisa memahami bagaimana perasaan nya pada jeny. Namun yang pria tampan itu rasakan dari dulu tetaplah sama. Jeny nya tetap harus berada di sisinya apapun yang terjadi.
“Kalau begitu cintai aku.” Jawab tomy dengan pandangan lurus kedepan.
Jeny menggelengkan lagi kepalanya. Tomy mengatakan nya seolah tidak memikirkan bagaimana perasaan nya sendiri.
“Kamu gila.” Sengit jeny.
Tidak ada perdebatan lagi setelah itu.
Tomy fokus dengan kemudinya. Sedangkan jeny, gadis itu terus memikirkan bagaimana caranya dirinya bisa lepas dari ikatan pernikahan nya dengan tomy.
15 Menit berlalu akhir nya mobil tomy sampai di depan sebuah restourant. Jeny segera turun dari mobil mewah pria tampan itu karna tidak ingin terlalu lama berada dekat dengan tomy.
Tomy yang melihat nya hanya mampu menghela nafas. Mungkin dirinya harus berusaha lebih keras lagi. Tomy harus bisa terus mempertahankan pernikahan nya dengan jeny apapun yang terjadi.
Tomy keluar dari mobil nya dan melangkah mendekat pada jeny yang masih berdiri di samping mobil.
“Ayo...” Ajak nya menggandeng tangan jeny.
Jeny hanya diam dan menurut. Jeny tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. Berdebat dengan tomy di tengah keramaian hanya akan membuat nya merasa malu.
Ketika mereka masuk ke dalam restourant, lambaian tangan charlie membuat tomy tersenyum. Pria tampan berjas hitam itu membawa jeny mendekat pada charlie yang memang sudah menunggu nya dari tadi.
“Charlie..” Gumam jeny.
Charlie tersenyum menatap jeny. Pria berambut kecoklatan itu menarik kursi dan mempersilahkan jeny untuk duduk di samping nya.
Namun ketika jeny hendak mendudukan dirinya, tiba tiba tomy menarik nya membuat jeny langsung menoleh pada suaminya itu.
“Kenapa lagi?” Tanya jeny jengah.
Tomy menarik kursi di depan nya.
“Kamu duduk disini.” Katanya.
Jeny menghela nafas. Untuk saat ini gadis itu memilih mengalah dan menuruti apa yang di katakan oleh suaminya.
Charlie yang melihat nya hanya menggeleng pelan. Tomy memang selalu seperti itu. Pria itu selalu sensitif jika melihat jeny dekat dengan nya. Padahal 5 tahun yang lalu pria itu juga menitipkan jeny padanya.
“Lo apa kabar?” Tanya charlie setelah tomy duduk di samping nya.
“Seperti yang lo liat. Gue baik kok.” Senyum tomy.
“Apa lagi sekarang istri gue makin cantik.” Tambah tomy.
Jeny membulatkan kedua matanya. Ucapan tomy seolah mengatakan jika jeny benar benar milik nya.
“Kamu apaan sih tom?” Tanya gadis cantik itu menatap sebal pada tomy.
Charlie terkekeh.
Jeny memang tidak tau jika dirinya mengetahui bahwa tomy dan jeny sudah menikah.
“Udah.. Waktu makan siang kita nggak lama. Mending kita makan sekarang.” Lerai charlie.
Jeny membuang pandangan nya ke arah lain. Tomy sudah sangat keterlaluan padanya. Dan jeny tidak bisa memaklumi itu.
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......