NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Siti

Suara tangis Yusuf perlahan mereda, namun raut wajahnya masih tampak hancur dan penuh kesedihan. Ia bangkit berdiri dengan susah payah, lalu memegang surat itu kembali dengan tangan yang masih gemetar.

“Dia bilang jangan dicari… tapi bagaimana mungkin aku diam saja, Nora? Bagaimana mungkin aku membiarkan dia dan anakku pergi begitu saja tanpa tahu ke mana tujuannya?” ucap Yusuf dengan suara serak dan berat. “Dia pergi membawa rasa sakit yang aku berikan, pergi dengan tangan kosong kecuali sedikit uang hasil keringatnya sendiri. Bagaimana aku bisa tenang, membiarkan mereka berjuang sendirian di tempat yang asing dan jauh?”

Nora yang berdiri di sampingnya berusaha menyembunyikan perasaan lega yang mulai tumbuh di dalam hatinya. Meski ada sedikit rasa bersalah, namun jauh di lubuk hatinya, kepergian Siti justru membuatnya merasa lebih aman dan tenteram. Ia tidak lagi perlu cemas atau merasa terancam akan kehadiran wanita itu di kehidupan mereka.

“Mas… Siti sendiri yang meminta supaya kita tidak mencarinya. Dia juga sudah mengembalikan semua yang pernah Mas berikan. Dia pergi karena memang itu keputusan terbaik menurutnya, demi ketenangan hatinya sendiri. Kalau Mas memaksakan diri untuk mencari, bukankah itu sama saja dengan melanggar keinginannya? Dan bukankah itu hanya akan membuat luka lama kembali terbuka?” kata Nora dengan nada yang sehalus mungkin, seolah-olah ia benar-benar memikirkan kepentingan semua pihak.

Yusuf menoleh, menatap istrinya dengan pandangan yang tajam dan penuh emosi yang bergemuruh.

“Keputusan terbaik? Bagaimana bisa disebut terbaik kalau dia harus pergi mengasingkan diri dan hidup serba kekurangan? Dia wanita lemah, Nora! Dia belum pernah hidup sendiri dan menghadapi kerasnya dunia ini. Dia membawa Daffa yang masih bayi! Apa kamu tidak mengerti betapa besar risiko yang mereka hadapi? Aku ayah dari anak itu! Aku tidak bisa diam saja!”

“Tapi Mas… Siti itu wanita yang kuat dan teguh pendiriannya. Buktinya dia mampu melepaskan segalanya, harta, tempat tinggal, dan kemudahan hidup yang Mas berikan. Dia tahu apa yang dia lakukan. Dia juga sudah berjanji akan menceritakan hal yang baik tentang Mas kepada Daffa kelak. Dia tidak membenci Mas, dia hanya butuh ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. Biarkan saja, Mas. Lambat laun dia akan baik-baik saja,” jawab Nora lagi, berusaha meyakinkan sekaligus mencegah Yusuf bergerak mencari.

Yusuf menggeleng keras, rahangnya mengeras menahan amarah dan rasa sakit yang berkecamuk di dada.

“Kamu tidak mengerti, Nora! Kamu tidak pernah mengerti apa yang kurasakan. Siti pergi karena dia tidak sanggup menahan rasa sakit dan kekecewaan yang aku timbulkan. Dia pergi karena dia merasa tidak punya tempat lagi di sini. Semua ini salahku… sepenuhnya salahku! Dan sekarang, satu-satunya cara menebus kesalahanku adalah dengan menemukan mereka, memastikan mereka aman, dan memberikan apa yang seharusnya menjadi hak mereka.”Yusuf mencoba menghubungi nomor Siti, tetapi sudah tidak aktif. Itu artinya ia benar-benar sudah kehilangan jejak mereka.

Yusuf berjalan cepat menuju meja, mengambil kunci mobil dan barang-barangnya.

“Aku akan mencari mereka, Nora. Aku akan bertanya pada siapa saja yang mungkin tahu, aku akan menelusuri setiap jejak yang ada. Tidak peduli seberapa jauh atau sulitnya, aku akan tetap mencari sampai aku menemukan keberadaan mereka. Selama aku belum tahu keadaan mereka, selama aku belum memastikan mereka baik-baik saja, aku tidak akan pernah tenang seumur hidupku.”

Nora meremas tangannya sendiri di balik punggung, senyum tipis yang tersirat di bibirnya segera ia sembunyikan. Ia mendekat, memegang lengan Yusuf seolah berusaha menahan, namun hatinya justru merasa sangat lega dan damai. Tanpa Siti, posisinya sebagai istri sah dan satu-satunya wanita di hati Yusuf akan semakin kuat dan tak tergoyahkan. Tidak ada lagi bayang-bayang atau ancaman yang datang dari wanita lain.

“Mas, tolong pikirkan baik-baik. Apa gunanya mencari kalau Siti sendiri sudah meminta untuk tidak diganggu? Bukankah kalau Mas menemukannya, hanya akan membuat dia kembali menderita dan teringat segala hal yang ingin dia lupakan? Biarkan dia pergi dengan damai, biarkan dia menempuh jalan yang sudah dia pilih sendiri. Mas sudah melakukan yang terbaik, sudah memberikan apa yang pantas diberikan. Sekarang biarkan waktu yang menjawab segalanya.”

Yusuf melepaskan pelukan tangan Nora dari lengannya dengan lembut namun tegas.

“Bagi kamu mungkin begitu, Nora. Tapi tidak bagiku. Bagi aku, Siti dan Daffa adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidupku. Aku tidak akan diam saja. Jangan coba-coba menghalangi aku, karena apa pun yang terjadi, aku akan tetap mencari mereka.”

“Baiklah… kalau itu memang keinginan dan keputusan Mas. Aku tidak bisa melarang. Aku hanya berharap Mas berpikir jernih dan tidak menyakiti perasaan siapa pun lagi. Aku akan tetap ada di sini, menunggu dan mendukung apa pun yang Mas lakukan,” ucap Nora pelan, menundukkan wajah seolah sedih dan pasrah, padahal hatinya justru meluap dengan rasa aman dan kemenangan yang tak terkatakan.

Yusuf tidak lagi menjawab. Ia segera bergegas keluar rumah, meninggalkan Nora yang berdiri sendirian di tengah ruang tamu yang masih sepi dan kosong. Begitu suara pintu tertutup terdengar, senyum Nora melebar, tak lagi ia sembunyikan. Ia berjalan santai menuju meja tempat surat dan buku tabungan itu berada, lalu menyentuh benda-benda itu dengan tatapan penuh kemenangan.

‘Pergilah sejauh apa pun kamu, Siti. Kamu tidak akan pernah bisa kembali lagi ke sini, dan kamu tidak akan pernah bisa mengambil tempatku. Sekarang, Yusuf sepenuhnya milikku, dan tidak ada lagi yang bisa mengganggu kebahagiaanku,’ batin Nora dengan puas.

Di sisi lain, Yusuf sudah berada di dalam mobil, wajahnya tampak penuh tekad namun juga penuh kecemasan. Ia mulai menelepon satu per satu kenalan dan orang yang mungkin saja mengetahui sesuatu, suaranya terdengar tergesa-gesa dan penuh kegelisahan.

“Halo, Pak Budi? Maaf mengganggu. Saya mau tanya, apakah Bapak ada mendengar atau mengetahui ke mana arah perginya Ibu Siti dan anaknya?”

“Maaf, Tuan Yusuf. Saya sama sekali tidak tahu apa-apa. Sejak kemarin saya tidak melihat keberadaan mereka lagi,” jawab suara dari seberang telepon.

Yusuf menutup sambungan telepon itu dengan kasar, lalu segera menelepon orang lain.

“Halo, Bu Irma tetangga sebelah? Saya Yusuf. Apakah Ibu ada melihat atau mendengar sesuatu tentang kepergian Siti?”

“Waduh, Mas Yusuf… saya juga tidak tahu apa-apa. Kemarin pagi saya lihat mobil sewaan berhenti sebentar di depan rumah, tapi setelah itu mereka langsung berangkat. Saya tidak tahu ke mana tujuannya,” jawab wanita itu.

Setiap kali ia mendapat jawaban yang sama, rasa putus asa di hati Yusuf semakin bertambah besar. Namun ia tidak mau menyerah. Ia akan terus mencari, terus bertanya, dan terus berusaha. Ia tahu, tugasnya tidak akan mudah, namun rasa bersalah dan rasa cintanya membuatnya tak punya pilihan lain selain terus berjalan maju, menelusuri jejak wanita dan anak yang sangat ia cintai namun telah ia sakiti begitu dalam.

Sementara itu, di rumah besar yang ditinggalkan itu, Nora duduk dengan tenang dan nyaman di kursi yang pernah sering diduduki Siti. Ia memandang sekeliling ruangan dengan perasaan yang jauh lebih tenang dan aman dari sebelumnya. Kepergian Siti bagaikan lenyapnya duri yang selama ini selalu menusuk-nusuk di dalam hatinya. Kini, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, tidak ada lagi yang perlu dicemburui. Ia merasa hidupnya kembali utuh dan sempurna.

“Pergilah… dan jangan pernah kembali lagi,” gumam Nora pelan dengan senyum yang dingin namun penuh kemenangan. “Selamat jalan, Siti. Terima kasih sudah pergi dengan sukarela dan membuat segalanya menjadi jauh lebih mudah bagiku.”

Bersambung.....

1
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
critany mntap kk,poligami,smngat ykk
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
Nora egois gktulungan
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
srba slah smua kyany SMA snora ini
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mksd dri prtnyaanmu apa sih anak kutu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
nah gtu dong hrs tegas
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
prgi aj ish,atau Siti abg tamvan yg jemput mau👉👈,Siti SMA abg tamvan aj,abg jnji Siti abg jaga dan urus sprti Malika skacag kedele🤭
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
gaji?,gila kmu y
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
dia brhak punya ayah,TPI kau gbsa tegas SMA istri tuamu,dsni yg trsiksa badan dan batin itu siti
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
yudh pigi aj,mentalmu jga hrs kau jga
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mmg sih gda wanita yg mau dmadu,pun pria gda yg mau dduakn,TPI dsni Siti korban uyyy,ingt itu korban,BKN sngja mnggoda suamimu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
TPI kau jga hrus bnarbnar adil SMA Siti loh Yusuf,slma dia jdi istrimu prlkukan dia sbgaimna istri prtamamu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
yg sabar sit,SMG nntiny kau gpisah dri ank dan suamimu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
masih kcil loh itu,psti dia dngr orgtuany blg sprt itu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
y gmslh KLO Siti ska,kn Yusuf suaminy🙄
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
dih tampol aj udh
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
sykurlh mrtuany baik
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
sharusny Yusuf jgn mngikutin bngt kemauan Nora,bgaimnapn Siti itu istriny,hrs bsa adil dong
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mka kau brdosa Yusuf
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
kteepaaangg katany🙄
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
enkny y mmisahkn ank dan ibu,KLO mmg mau mlepaskn Siti biarkn aj ankny ikt dia, kn Siti ibuny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!