#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"bagaimana keadaan Paris?" tanya Thomas..
"tekanan darahnya rendah. dia juga dehidrasi karena tak ada makanan yang masuk. Dia selalu memuntahkannya kembali. Tapi kandungan nya baik-baik saja" jelas Selli prihatin.
"dia sudah Sadar.?" tanya Thomas.
Selli mengangguk.
"lalu bagaimana dengan pak Theo.?"
"dokter sedang melakukan prosedur operasi padanya, untuk mempercepat pemulihan nya. Aku tak mau menunda nya lebih lama." jawab Thomas.
Thomas lalu duduk di kursi tunggu depan ruang rawat Paris.
"kak Theo sangat menyesal karena dia baru mengetahui keadaan Paris. Aku bisa melihat itu dimatanya. Dia langsung buru-buru kesini saat ia tahu Paris hamil." Ungkap Thomas.
"tapi takdir sepertinya belum mau berpihak untuk mempertemukan mereka." lanjut Thomas.
Selli kemudian ikut duduk disamping Thomas.
"mereka pasti akan bersama nanti. Tuhan punya cara terbaik untuk mempersatukan mereka. Yang penting kita kan sudah berusaha membantu." ucap Selli menenangkan.
"ada saatnya kita akan melihat indahnya pelangi setelah hujan reda." lanjut Selli.
Thomas menatap Selli penuh cinta. Dia tidak mau punya kisah cinta yang tragis seperti kakak nya. Dia tidak mau terlambat dan menyesal.
Sedangkan Selli menatap Thomas penuh makna. Saat ini, Thomas terlihat lebih dewasa dari biasanya. Entah kenapa, ia selalu bersikap kekanakan padanya.
"aku mencintaimu, Selli." ucap Thomas berterus terang.
"aku tidak mau terlambat menyatakan nya pada mu. Aku sudah menunggu untuk waktu yang lama. Aku juga sudah berusaha membuatmu jatuh hati pada ku. Meskipun caraku sedikit kekanakan. membuat mu kesal agar memperhatikan ku." tutur Thomas.
"aku serius saat aku mengatakan akan berhenti memanggil mu tante Selli saat kamu sudah menjadi kekasihku." lanjut Thomas meyakinkan Selli.
Selli terdiam menanggapi pernyataan cinta dari Thomas. Ia bimbang. Walaupun hatinya berbunga karena ada seorang laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Selli mengerti kenapa Thomas bersikap manja padanya. Sebagai perempuan mungkin sikapnya terlalu dingin pada laki-laki.
Selli melihat keseriusan di mata Thomas. Tapi dia bingung harus menjawab apa.?
Selli lalu mengalihkan tatapan nya pada Thomas.
"apa kamu bercanda? Jangan main-main.!" ucap Selli.
"kamu tahu aku tidak bercanda!" tegas Thomas.
"umur kita terlalu jauh..." Selli memberi alasan.
"itu bukan alasan untuk tidak boleh jatuh cinta. Jangan jadikan alasan untuk Menolak ku. Karena aku tahu, hatimu sudah mulai terbuka untuk ku." Thomas menggenggam tangan Selli.
Selli tidak bisa menyangkal karena apa yang dikatakan Thomas ada benarnya. Hanya Thomas yang terang-terangan mendekati nya. Tapi dirinya lebih tua dari Thomas, andai yang terjadi sebaliknya. Pasti tidak masalah untuk langsung mengatakan iya.
Selli tersenyum dan mengangguk. Dibalas senyum bahagia dari Thomas. Semoga kisah cintanya kedepannya tidak setragis kakaknya.
Sementara itu.. Beberapa jam paska operasi, Theo sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Tapi ia masih belum sadar. Mungkin butuh waktu yang lama untuk membuatnya membuka matanya kembali.
Keesokan harinya, Paris duduk di kursi Roda. Dibantu seorang suster, ia diantar kan menuju ruang rawat Theo. Selli sudah memberitahukan keadaan Theo padanya.
Paris berhenti di depan pintu ruang Theo dirawat karena ternyata ada Serrel disana. Merasa ada yang memperhatikan, Serrel menoleh.
Dia kan ... Yang dulu mau bertemu kak Theo di perusahaan..
Ngapain dia kesini dalam keadaan seperti itu...
Jangan-jangan dia perempuan yang berhasil membuat Theo move on dariku..?
Serrel kemudian menghampiri Paris.
"Hai... Kita pernah bertemu kan?"
"iya." Paris mengangguk.
"suster, boleh berikan kami privasi sebentar?" pinta Serrel pada suster yang mengantar Paris sambil tersenyum.
Suster itu melihat kearah paris minta persetujuan dibalas anggukan oleh Paris.
Serrel kemudian duduk di kursi tunggu dan Paris masih dikursi roda..
" kamu dirawat disini juga? Mau jenguk kak Theo ya? Berita memang cepat menyebar ya." tanya Serrel.
"iya.. Aku dengar pak Theo kecelakaan dan dirawat disini. Jadi mumpung aku masih di sini, aku menyempatkan waktu untuk melihatnya." jawab Paris canggung.
"kamu pasti kenal dekat dengan kak Theo?" tanya Serrel dengan sedikit nada sindiran pada Paris.
Seorang karyawan biasa tak mungkin jika tidak ada hubungan apapun mau menjenguk direktur nya.
"tidak juga." jawab Paris tersenyum canggung.
"tapi kak Theo masih belum Sadar. Padahal aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamanya. Aku terlalu lama meninggalkannya sendiri." ucap Serrel memelas.
"nanti pak Theo pasti akan sadar kok. Dia akan baik-baik saja. Kita hanya perlu bersabar." jawab Paris.
Serrel tersenyum.
"aku tahu itu. Aku sangat menantikan dia membuka matanya dan melihatku ada disampingnya."
Paris jadi merasa bukan siapa - siapa disini.
"kamu pasti sangat mencintai pak Theo?" tanya Paris.
"sejujurnya kami memang sudah putus. Kesalahan ku yang sudah meninggalkan nya." jawab Serrel.
"tapi rasa ini belum hilang. aku masih sangat mencintainya. Dan kuharap dia juga begitu." lanjut serrel.
Paris menunduk mendengar penuturan Serrel lalu ia mengangkat kepalanya kembali menatap Serrel dengan tersenyum hambar.
"semoga kalian bahagia." ucap Paris.
"terima kasih." jawab Serrel.
"lebih baik kamu kembali dan istirahat. Bisa kamu lihat, kak Theo masih belum sadar." lanjut Serrel..
Serrel lalu memanggil suster yang tadi dan memintanya untuk mengantarkan Paris kembali ke kamar nya.
"semoga kamu cepat sembuh." ucap Serrel tersenyum
"terima kasih." jawab Paris lalu pergi dengan didorong oleh suster tadi.
Tanpa disadari mereka, dikejauhan Thomas melihatnya dari tadi.
Dan beberapa saat kemudian Darius Mc Cannon dan Sarah Mc Cannon datang untuk melihat putra mereka. Mereka memasuki kamar inap Theo di ikuti Thomas dibelakang.
Menyadari kehadiran keluarga Mc Cannon, Serrel pun langsut menyambut nya.
"kamu..." sarah mencoba mengingat.
"saya Serrel tante..." sahut Serrel tersenyum.
"Oh... Kamu yang dulu pernah... Maksud saya kamu mantan kekasih Theo kan?" tanya Sarah memastikan.
"iya tante...." jawab Serrel..
"ternyata kamu sudah kembali. Terima kasih ya sudah menjaga Theo disini." ucap sarah.
"sama-sama tante.. Mmm... Karena sudah pada berkumpul disini, Kalau begitu saya permisi dulu ya..." ijin serrel
"oh iya... Sekali lagi terima kasih ya..." ucap sarah.
Serrel mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan keluar kamar. Thomas meninggalkan kedua orangtuanya dan ikut keluar kamar.
"Serrel... Tunggu sebentar." panggil Thomas.
Serrel menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Thomas? Ada apa?"
"bisa kita bicara?" ajak Thomas.
Serrel pun mengangguk meng iyakan ajakan Thomas. Thomas membawanya ke taman rumah sakit. Dan duduk di bangku taman.
"sampai kapan kamu begini terus?" tanya Thomas.
"maksudnya?" Serrel tidak mengerti pertanyaan Thomas.
"tolong berhenti. Dan pergi dari kehidupan kakak ku.!" pinta Thomas.
"kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Serrel bingung.
"berhentilah berpura-pura tidak mengerti!" tegas Thomas yang sudah muak dengan sikap Serrel.
...
sukses,semangat
mksh