NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mark Wijya

"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"

Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!

Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Suka atau pun tak suka, aku harus menyamarkan diriku di antara para peserta yang lolos. Tentunya aku berusaha untuk tak terlihat atau pun disadari oleh semua orang yang ada di sini. Agar rencana tersebut dapat berjalan lancar, aku pun memanfaatkan tubuhku yang kecil untuk menyelinap di antara para pendekar lemah ini.

Tidak lama menunggu, akhirnya tiba seorang pria tua dengan janggut dan rambut putih panjang. Pria itu datang dengan melayang di udara, menunjukkan kalau dirinya lebih hebat dari semua pendekar muda yang ada di sini. Namun, aku tahu dengan pasti bahwa pria tua ini pasti takkan sanggup untuk mengalahkan Yue Jian dan Bocah ingusan.

“Perhatian, semuanya!” ucap pria tua itu, membuat perhatian semua pendekar calon murid Perguruan Tanah Merah, terarah seluruhnya padanya. “Aku adalah Yi Xian, secara khusus akan memandu kalian dalam melaksanakan seleksi kedua kalian untuk memasuki perguruan kami!”

“Dia sungguh tetua Yi Xian?” para pendekar muda mulai berbincang-bincang.

“Tak kusangka kita akan langsung dibimbing oleh tetua itu ….”

“Auranya memang sangat berwibawa!”

“Orang hebat memang beda.”

Mereka ini terlalu mudah kagum. Pria tua itu tidak lebih dari hanya sekedar tua bangka yang sebentar lagi akan meninggal. Padahal sudah di usia seperti itu, tetapi masih tidak terlalu menguasai kekuatan elemen. Apa yang patut dibanggakan?

Ah, sudahlah. Aku hampir melupakan bahwa memang standar pendekar di zaman sekarang ini memang sangat rendah.

“Semuanya, dengarkan!” Pria tua bernama Yi Xian itu kembali mengambil perhatian. “Dalam seleksi ini, kalian akan mendaki tangga. Tentunya ini bukan sekedar tangga biasa, melainkan tanggap yang setiap kalian menginjakkan kaki di atasnya, kalian akan merasakan tarikan gravitasinya menjadi semakin kuat!

Selain itu, di setiap tangga ke sepuluh akan ada sebuah gapura. Untuk melewati gapura itu, kalian harus menyelesaikan tantangan yang ada di dalamnya. Apa kalian sudah paham?”

Salah seorang pendekar mengangkat tangan, bertanya, “Berapa banyak anak tangga yang harus kami lewati agar lolos dalam ujian?”

“Pertanyaan bagus.” Yi Xian mengelus janggutnya sebentar. “Dalam seleksi ini terdapat seratus tangga dengan sepuluh gapura. Jika kalian sanggup menggapai gapura ke 7, walau tidak menyelesaikannya, kalian dianggap lulus!”

“Kita tidak perlu menyelesaikannya. Ini pasti mudah,” gumam seorang pendekar.

“Aku pasti akan lolos seleksi ini,” gumam pendekar lainnya.

Namun, seorang pendekar perempuan berkata lain, “Orang-orang lemah ini sangat tidak tahu di mana mereka berpijak.” Dia tampak sombong, dan kalau aku tak salah ingat, namanya Shi Li, gadis yang kalah di pertarungan pertama.

Aku kira mereka yang ada di sini hanya mereka yang menang di seleksi pertama, ternyata tidak sesederhana yang aku pikirkan. Cukup menarik untuk diperhatikan lebih jauh.

“Sebelum kalian semua ikut dalam ujian,” ucap Yi Xian. “Aku akan memberikan kalian waktu untuk mengundurkan diri.”

“Mengundurkan diri? Sudah sejauh ini kenapa harus mundur?!”

“Karena jika kalian mati di seleksi ini, Perguruan Tanah Merah tidak akan memberikan kompensasi. Jadi, semua yang terjadi pada diri kalian adalah urusan kalian pribadi,” Yi Xian menegaskan.

Tentu ucapan itu membuat beberapa orang menjadi goyah, lalu pergi. Dengan kata lain, mereka mengundurkan diri.

Aku harus akui bahwa mereka memulai seleksi ini dengan cara yang tak biasa, sehingga tidak ada yang sadar kalau sebenarnya seleksinya sudah dimulai. Mereka benar-benar mencari peserta yang menjanjikan sesuai dengan kriteria mereka sendiri.

...***...

Seleksi kedua Perguruan Tanah Merah pun resmi dimulai. Dari apa yang aku perhatikan, sepertiga dari jumlah peserta telah mengundurkan diri karena peringatan Yi Xian. Artinya, peserta yang tersisa sudah memutuskan untuk mengambil risiko mati, sehingga masih berani menantang seleksi ini.

Untuk sekedar catatan, aku bukan peserta. Anggap saja aku penyusup.

Kemudian, setengah dari peserta mulai menaiki tangga. Mereka tampak tidak kesulitan, terlebih Yue Jian dan Bocah ingusan. Kedua pemuda itu berjalan di tangga dengan santai, hingga berhasil mencapai gapura pertama lebih cepat dari peserta lain.

Aku sendiri sengaja tidak segera mencapai gapura, karena harus bersembunyi di antara para pendekar lemah ini. Mereka mulai kesulitan naik dari tangga ke lima ke tangga ke enam. Meskipun ada pengecualian bagi pendekar muda seperti Shi Li, Mu Lan dan yang lainnya. Intinya mereka yang tampil bagus di seleksi pertama.

Untuk mempersingkat waktu, aku pun menyamar dengan berada di antara orang-orang itu. Hanya dengan cara ini aku dapat memasuki gapura lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Kurasa tak apa sedikit membaur dengan orang-orang terkenal. Karena aku juga tidak akan langsung terkenal hanya karena hal sepele semacam ini, kan?

Menggelengkan kepala beberapa kali, aku lantas menengadah. Tidak aku sangka, aku ternyata dikirim ke dimensi lain. Selain itu, setelah melirik sekitar, aku tak melihat ada orang lain di sini. Itu artinya, setiap orang dikirimkan ke dimensi yang berbeda. Cukup mengesankan bahwa mereka masih memiliki benda sebagus ini di zaman yang bobrok ini.

“Apa ini?” gumamku kala melihat kupu-kupu perlahan terbang dan berkumpul di depanku. Kupu-kupu itu pun menyatu dan berubah bentuk menjadi sebuah papan berwarna hitam.

“Selamat datang di Gapura pertama, wahai peserta!”

Papan hitam itu berbicara? Ini sedikit creepy, tetapi mengesankan! Aku suka dengan sesuatu hal yang unik! Dan omong-omong, orang yang berhasil menciptakan alat ini patut untuk diapresiasi.

“Apa yang harus kulakukan untuk lolos seleksi?” Pertama-tama, aku harus memastikan apa yang harus kuselesaikan. Mungkin hal ini bisa membuatku menebak apakah Yue Jian dan Bocah ingusan akan lolos seleksi ini.

“Seleksi ini sangat sederhana!” jawab papan hitam. “Kau hanya perlu menjawab 10 dari 20 pertanyaan berbasis pengetahuan umum dariku!”

“Menjawab … pertanyaan, katamu?!” Aku tak tahu harus bereaksi seperti apa. “Bocah ingusan itu pasti akan segera tereliminasi oleh Gapura ini!”

Aku sudah kehilangan harapan pada Bocah ingusan. Aku yakin sembilan puluh sembilan persen bahwa anak itu akan gagal! Satu persen sisanya, kesempatan dia lolos, tak lebih dari hanya sekedar keberuntungan!

“Murid bodoh itu pasti akan segera ditendang keluar!” Aku menjadi kian histeris. Putus asa mendengar bahwa seleksinya juga menguji tentang pengetahuan pendekar.

“Tuan …,” ucap papan hitam, pelan. “Apakah kau ingin segera memulai ujian di Gapura Pertama ini?”

Baiklah, saatnya berdoa pada dewi keberuntungan bahwa dia akan menyelamatkan Bocah ingusan dalam seleksi ini. Dengan itu, aku lantas mengembuskan napas panjang, kembali pasrah pada keadaan.

“Ya. Segera mulai saja,” jawabku, tak acuh.

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh papan hitam memang tidak susah, hanya berlandaskan pada pengetahuan umum saja. Namun, aku sangat ragu kalau si Bocah ingusan yang hanya menggunakan otot itu dapat menjawabnya.

“Dia seharusnya dapat menjawab benar setidaknya 10 pertanyaan, kan?” Aku tak bisa berhenti mengkhawatirkan nasib murid bodohku itu.

1
Raysonic Lans™
gak ada tingkatan kultivasi nya...
Arise: apalah yg kamu harapkan dari novel yg dibuat untuk satire
total 1 replies
Jade Meamoure
ini si Luo kan kembali jadi anak kecil walaupun kesadaran dia orang yg udah bangkotan koq cepet ngaku seorang reinkarnator bingung aq
Arise: biasanya orang tua bangkotan sifatnya balik kek bocil kematian 🗿🗿
total 1 replies
Jade Meamoure
koq menggunakan kata bocah ingusan sih Thor gak enak banget d baca
Iyah
eakk
Dr. Rin
Sedikit Reviewku untuk Novelnya soalnya udh baca tamat.

MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.

Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.

Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.

Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍

Semoga ada kelanjutannya yak 😁
Arise: arigatou atas review nya.

emang ada perubahan dari MC setelah kalah sih sehingga untuk karakterisasi aku sendiri rada kurang untuk pengembangannya. sedangkan untuk power scaling emang gak pengen luas, karena emang belum aku riset semua(jujur xd).

novel selanjutnya udah ada (untuk konsep), tapi emang pembawaannya akan beda. dan gak tau kapan bakal mulai nulis. xd
total 1 replies
Dr. Rin
Aku melihat Death flag muehehehe
Dr. Rin
Menjadi butiran debu, tekniknya Mas Ay 🤣
Arise: balik kanan menuju pojokan xd
total 1 replies
Dr. Rin
Tiba2 jdi MC wanna be 😅
Arise: MC yang sesungguhnya
total 1 replies
Dr. Rin
Look So Cool Mas Kei
Arise: ling tian adalah MC yang sesungguhnya 🗿
total 1 replies
Audya
hum... penasaran sama lanjutannya...
Dr. Rin
PoV ini biar menutup sebuah Plot hole yak
Arise: tambal menambal
total 1 replies
Dr. Rin
Sp*rm
Arise: nyampe ke sana dongg
total 1 replies
Dr. Rin
aku juga baru tahu 😅
Not good
asem
Dr. Rin
Good quote pak guru
Dr. Rin
MC my bro... MC
Dr. Rin
Ganggu ae
Dr. Rin
besok2 pincang gk bisa jalan bru nyesel bilang gtu
Arise: MC shounen bilek
total 1 replies
Dr. Rin
Hey, Panggil guru la, mau ilmunya ndak berkah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!