Bhima Bramantya, seorang artis yang tengah naik daun karena sebuah film layar lebar yang dibintanginya membuat namanya langsung melejit.
Wajah rupawan, sikap ramah, sopan dan penuh perhatian membuatnya memiliki banyak fans garis keras.
namun mendadak berubah karena sebuah malam dimana dia dijebak oleh seseorang sehingga mengakibatkan Bhima merenggut kesucian seorang gadis secara paksa. Gadis yang berprofesi sebagai DJ di Club malam.
Gadis itu adalah Flower, dia cinta pertama sekaligus mantan kekasih adik kembarnya Bhumi Bramantya. Ya, Bhumi dan Flower masih saling mencintai.
Takdir tidak berpihak pada Bhumi dan Flower, karena Bhima diminta mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Siapa yang sangka, ternyata Flower juga cinta pertama Bhima hingga saat ini karena dulu Bhima mengalah dari sang adik.
Hingga suatu ketika jati diri Flower terungkap,
Lalu apa yang terjadi dengan hubungan mereka?
Flower masih mencintai Bhumi, akankah Bhima mampu merebut hati Flower.
Dan bagaimana dengan komentar para netizen yang merupakan fans garis kerasnya Bhima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kanjeng_galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Oma Rani~
Sabar dulu ya.. sepertinya part ini bakalan menguras emosi hehehe...
Oh ya nanti kalau Istriku Cinta Pertama Adikku (ICPA) lolos kontrak, akan author umumkan pemenang Tupperware berdasarkan vote terbanyak di novel ToL ditambah ICPA. Dan pengumumannya akan di umumkan di IG @kanjeng_galau.
Kalau ditanya kenapa Bhumi dan Bhima kisahnya di novel terpisah gak seperti di ToL. Sebab, biar author rajin update. Satu judul novel author usahakan update dua kali. Author sedang belajar konsisten. mohon doanya dan semangatnya karena memang membaca komentar-komentar para readers memberikan author energi yang luar biasa. Love you dah!
Happy Reading 🥰
"Demam kamu tinggi Bhim.." Gumam Flower.
Tangan Flower bergetar saat melepas satu persatu kancing Bhima.
Flower meyakinkan dirinya ini adalah tugasnya pertama kali menjadi seorang istri. Namun tetap saja Flower ingin mengumpat mertuanya yang tanpa mikir menyuruh dirinya.
Iya sih mereka sudah pernah making love, namun kan keadaannya tidak seperti pasangan pada umumnya. Mereka melakukan karena terpaksa.
"Hah! Kamu pasti bisa Flo! kamu bisa menyelesaikan sebelum dokter datang! kamu cukup memejamkan mata." Gumam Flower.
Flower mengambil selimut dan menutup tubuh Bhima dengan selimut supaya dia tidak perlu melihat senjata Bhima yang dua Minggu lalu membuatnya kesakitan.
Perlahan, Flower memakaikan piyama pada Bhima setelah meminta tolong Mami Naya dan Papi Gema membantunya. Karena dia tidak kuat mengangkat tubuh suaminya.
"Selamat malam tuan." Ucap dokter yang masuk kamar Bhima diantar oleh seorang pelayan. Dokter Herdi yang merupakan dokter keluarga Bramantya.
"Tolong periksa anakan saya dok." ucap Mami Naya.
"Baik Nyonya.." Dokter itu mendekat ke arah Bhima yang berbaring. Flower duduk disamping Bhima menunggu sang suami siuman.
"Terjadi lagi?" Tanya dokter tersebut sambil menghela nafasnya menatap mami Naya dan papi Gema bergantian. Flower menatap dokter tersebut dengan bingung karena tidak paham.
"a..apa yang terjadi dok?" pertanyaan itu lolos dari bibir Flower.
" Sepertinya kondisi lambung tuan Bhima yang cukup buruk membuat Vertigo nya kambuh sehingga membuatnya sampai pingsan. Beruntung tidak terjadi apa-apa dengan tuan Bhima karena dibeberapa kasus, seseorang bisa kehilangan nyawanya dengan kondisi seperti ini." Jelas sang dokter. Flower terdiam. Dia yang belum genap sehari menjadi istri Bhima memang tidak sedikitpun memperhatikan Bhima.
"Lalu harus bagaimana dok?" Tanya Mami Naya khawatir.
"Anda tenang saja Nyonya, sebentar lagi tuan Bhima akan sadar. Dan sebaiknya untuk beberapa hari ke depan, tuan Bhima harus istirahat total, makan makanan yang lembut seperti bubur supaya lambungnya tidak bekerja keras dan minum obat teratur. Jangan membuat nya banyak pikiran karena itu membuat asam lambungnya naik lagi."
"Baiklah dok terima kasih." Ucap Papi Gema.
"Sebentar lagi obatnya akan diantar oleh asisten saya. Kalau begitu saya permisi." Pamit dokter tersebut. Papi Gema dan Mami Naya pun mengantar dokter Herdi keluar.
"Kamu gak ada niat buat bikinin suami kamu bubur gitu?" Tanya Oma Rani dengan ketus.
"Ran sabar, Flower belum terbiasa. Dia baru beberapa jam lalu jadi istri Bhima ih."! Bisik Oma Intan pada besannya.
"I.. iya Oma.." Flower hendak berdiri melangkahkan kakinya hendak keluar dari kamar.
"Ibu sama anak, sama sama jaaalang!" Kata Oma Rani menghentikan langkah Flower.
"Apa maksud Oma?" Tanya Flower kini menatap tajam pada nenek mertuanya itu. Flower yakin tidak salah dengar dengan apa yang wanita tua itu ucapkan.
"Kamu sama ibu kamu, sama-sama jalaaang!" Bentak Oma Rani yang sudah tidak bisa menahan gemuruh hatinya dari kemarin.
"Oma silahkan hina aku Oma.. tapi jangan pernah Hina ibu aku!" Kata Flower mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"Mami sudah mi.." Kata Mami Naya yang kembali ke kamar Bhima.
"Kenapa Nay? kenapa kamu tutup-tutupi latar belakang perempuan ini. Perempuan yang sudah menghancurkan kehidupan kedua putraku! Perempuan suruhan Sisil!" Bentak Oma Rani.
"Ran.. udah." Kata Oma Intan.
"Aku maksud Oma menutup-nutupi latar belakang saya?" Tanya Flower dengan gemuruh dihatinya.
"Mi udah.. mami istirahat dikamar ya.. tenangkan hati mami." Kata Mami Naya lembut pada ibu kandungnya.
"STOP Nay!" Bentak Oma Rani.
"Kalau kemarin aku masih diam, karena aku menghargai cucuku yang sangat mencintai nya, tapi sekarang dia justru membuat Bhumi hancur dan Bhima seperti ini."
"Oma...ini bukan salah Flower." Kata Bhima lirih yang siuman karena suara Oma Rani memenuhi kamar Bhima dan Flower.
Flower diam, menatap Oma Rani penuh tanda tanya,
"Asal kamu tahu Flower, papa dan mama kamu adalah penjahat! orang tidak punya perasaan! sama seperti dirimu!"
Mami Naya masih berusaha menenangkan dan mengajak pergi ibunya. Namun selalu ditepis.
"Apa maksud oma?" Lagi-lagi Flower seperti orang bodoh.
"Papa kamu, Johan adalah mantan suami Mesya. Ibu dari Adena, gadis yang akan bertunangan dengan Bhima tapi kamu gagalkan!" Flower melongo. Kebetulan macam apa ini?
Flower memang tahu dari mami Naya yang menceritakan secara detail mengapa pertunangan Bhima dan Adena gagal. Yaitu karena dirinya. Mami Naya juga menceritakan siapa Adena dan bagaimana hubungan keluarga mereka.
Tapi Flower tidak menyangka jika Ibu kandung Adena adalah mantan istri Papanya, dia tidak pernah mendengar jika papanya pernah menikah dengan selain Mama Risa-nya.
"aku tidak mengerti dengan apa yang Oma ucapkan." Kata Flower lirih.
"Oma udah oma.." Pinta Bhima yang sudah mengetahui latar belakang keluarga Flower dari Papi Gema.
"Johan menikah dengan Mesya dan memiliki seorang putri cantik! namun Mama Kamu,.Risa datang merebut Johan sang mantan kekasihnya. Hal itu membuat Mesya sengsara dan memilih bercerai!" Kata-kata Oma Rani benar-benar menghantam dada Flower.
"Nggak mungkin Oma!" Sangkal Flower.
"Ck. dan parahnya lagi.."
"Mami udah!" Kata Mami Naya tidak.di gubris oleh Oma Rani.
"Dan parahnya lagi, putri cantik Mesya di culik oleh Papa dan Mama kamu! Saat hari pernikahan Mesya dan Nauval, ayah Adena. Papa kamu Johan memberikan hadiah berupa kabar meninggalnya putri kesayangan Mesya, Zelina!"
"Itu gak benar Oma." Tangis Flower pecah. Dia shock.
"Itulah faktanya dan sekarang, kamu seperti wujud Risa, merebut apa yang Adena punya yaitu Bhima dengan cara sangat menjijikkan!"
Bhima mencoba berdiri sekuat tenaganya meskipun tubuhnya masih terasa lemas.
"Kalian semua keluar dari kamarku dan Flower!" Bentak Bhima membuat semua terperanjat.
Bhima tidak menahan emosinya kala melihat Flower yang shock dan menangis.
Berita apalagi ini? sungguh hidupnya penuh dengan masalah~
"Bhim kamu berani usir Oma? Tanya Oma Rani.
Bhima menatap pada Oma Intan dan Mami Naya memohon untuk membawa Oma Rani keluar.
Dengan segala usaha akhirnya Oma Rani keluar.
Bhima menatap Flower, pandangan mata Flower kosong.
"Flo.." Panggil Bhima lirih.
BERSAMBUNG...
alex cm nyuruh doang