"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Nyi Roro Kidul menatap mereka semua dengan pandangan dingin, bibirnya menyunggingkan senyum penuh arti. Tiba-tiba, matanya yang hijau bersinar itu tertuju pada Kenzo.
"Ternyata kau sudah lebih sakti dari ayahmu yang berengsek itu!"
Kenzo tercekat. Dadanya seperti ditusuk ribuan jarum. "Apa... apa kau kenal ayahku?"
Suasana mendadak tegang. Bahkan Azura dan Sri Murni (Srini) saling berpandangan, bingung dengan pengakuan itu.
Nyi Roro Kidul tertawa, suaranya seperti gelombang laut yang menghantam karang. "Kenal? HA! Aku hampir menikah dengan bajingan itu sebelum dia mengkhianatiku!"
flashback:25 Tahun Lalu
Laut Selatan, Istana Gaib.
Seorang pria tampan dengan aura petir di tangannya berdiri di hadapan Nyi Roro Kidul. "Aku tidak bisa menikahimu, Roro. Aku sudah jatuh cinta pada manusia."
Nyi Roro Kidul marah. "Kau lebih memilih manusia lemah daripadaku? Penguasa Laut Selatan?!"
Pria itu—yang ternyata adalah ayah Kenzo—hanya menghela napas. "Maafkan aku."
"AKU AKAN MEMBUNUH SETIAP KETURUNANMU!" teriak Nyi Roro Kidul, mengamuk. Tapi sebelum dia bisa menyerang, ayah Kenzo sudah menghilang ditiup angin.
Kembali ke Masa Sekarang
Kenzo gemetar. "Jadi... selama ini orang tuaku hilang karena... kau?"
Nyi Roro Kidul mengangkat tangan, dan air laut tiba-tiba membentuk gambar hologram. Di dalamnya, terlihat sepasang suami-istri terkurung dalam gelembung air di dasar laut.
"Mereka masih hidup, Kenzo. Tapi tidak untuk lama."
Kenzo langsung ingin menerjang, tapi Azura menahannya. "Jangan! Itu jebakan!"
Nyi Roro Kidul tertawa lagi. "Pintar sekali iblis kecil ini. Ya, ini memang jebakan. Aku ingin kau menderita seperti ayahmu dulu."
Dia mengibaskan selendangnya, dan tiba-tiba—
BRAAAK!
Puluhan siluman laut baru muncul , kali ini lebih besar dan lebih mengerikan. Ada yang berbentuk hiu raksasa dengan gigi pedang, ada yang seperti gurita dengan mata merah menyala.
Sri Murni (Srini) maju ke depan. "Kita harus mundur, Kenzo! Kita bukan tandingan nya!"
Tapi Kenzo sudah tidak mendengar. Matanya merah padam. "AKU AKAN MEMBUNUHMU!"
Dia mengeluarkan segala kekuatan gaibnya, bahkan yang belum pernah digunakan sebelumnya. Petir hitam mengelilingi tubuhnya, tanah retak di bawah kakinya.
Azura panik. "Kenzo, jangan! Kau belum bisa kontrol—"
Tapi terlambat.
Kenzo melesat seperti kilat, keris pusakanya mengarah tepat ke jantung Nyi Roro Kidul.
"MATI KAU!"
Tapi...
PLAK!
Nyi Roro Kidul menangkapnya dengan satu tangan saja .
"Persis seperti ayahmu... gegabah dan bodoh."
Dia meremas tangan, dan—
KRAAAK!
Tulang lengan Kenzo remuk. Darah menyembur dari mulutnya.
"KENZO!"teriak Srini dan Azura bersamaan.
Nyi Roro Kidul mengangkat tubuh Kenzo yang sudah lemah. "Aku akan menjadikanmu tontonan saat aku menyiksa orang tuamu perlahan-lahan."
Dia sudah bersiap pergi ketika—
"LEPASKAN DIA."
Suara itu... bukan suara Azura atau Srini.
Semua orang menoleh.
Dari balik kabut, seorang lelaki tua berjubah hitam muncul. Wajahnya tertutup topeng kayu, tapi aura yang dipancarkannya... lebih menakutkan dari Nyi Roro Kidul sendiri.
Nyi Roro Kidul mendadak pucat. "Kau... kau seharusnya sudah mati!"
Lelaki tua itu mengangkat tangan, dan
tanpa sepatah kata pun—
BOOOOM!
Nyi Roro Kidul terlempar seperti boneka kain, tubuh Kenzo terlepas dari genggamannya.
"PULANG, RORO.INI BUKAN WAKTUMU".
Suara lelaki tua itu bergema seperti guntur.
Nyi Roro Kidul, dengan wajah penuh ketakutan, langsung menghilang dalam semburan air. Pasukan siluman lautnya ikut lenyap seketika.
Hutan Wingit kembali sunyi.
Kenzo, yang sudah separuh sadar, melihat lelaki tua itu mendekat.
"Siapa... siapa kau?"
Lelaki itu melepas topengnya.
Dan Kenzo terkejut.
"Aku kakekmu, Kenzo. Dan kau baru saja memulai perang yang sebenarnya."
feed back la yaa😍