Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
********
********
********
Bertahun-tahun menungu di waktu yang cukup lama, menungu seseorang yang sangat berharti dalam hidup Eli. Tidak mudah berjalan sendirian sampai waktunya tiba, tapi______siapa sangka menungu selama 5 tahun itu bukan sesuatu yang ditemukan Eli, Perjalanan cinta yang pernah di rasakan sudah terasa pahit. Kini Eli harus merasakan jauh lebih pahit, mantan masalalunya akan menikah dengan orang yang sangat berarti dalam hidup Eli. Rasa tidak percaya harus kah terima dengan semua yang terjadi______?
Dalam kebimbangan harus bagaiamana, betapa sadarnya eli, bukan sosok berada bukan juga kalangan orang kaya. eli mengerti keputusan Chery, mungkin dia terpaksa mengikuti kemauan ayahnya,
Sekarang menjadi lebih hening di malam hari yang dingin tidak ada satu kata apapun semenjak tadi siang di toko pengantin hanya kesunyian malam di dalam kamar, Eli hanya duduk di atas kasur membelakangi Cherly dengan menatap lurus terdiam hening.
Tubuh Cherly terbaring tenang dengan menatap atas langit, selimut menutupi tubuhnya yang dingin, Cherly berlahan menoleh melihat Eli hanya duduk membelakangi, Melihat dia hanya terdiam Cherly merasa salah, dengan wajah sedih murung menjadi lebih Sunyi, Dengan hembusan nafas, murung. Cherly memutuskan untuk tidur besok pagi harus masuk kerja di Rumah sakit.
...****************...
Tok
Tok
Tok
Suara ketokkan pintu terdengar seorang wanita hamil berusia 4 bulan ini melangkah jalan menuju pintu,
Klak
Tampak wajahnya terkejut melihat Eli ada di depan pintu
"Pagi.Becky " Sapa Eli dengan datar
Becky tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Eli, entah bagaimana caranya Eli bisa mengetahui tempat tinggal yang sekarang rasa bingung disertai heran namun tercampur rasa bersalah atas yang terjadi di masa lalu itu
"Boleh aku masuk?? ". Dengan nada tenang Eli menatap Becky datar
" Eh... iya.. iya ... ayo masuk " Gegep Becky mempersilahkan Eli masuk.
Eli melangkah masuk. Becky menutup pintu melangkah mengikuti Eli di belakang, rasa penasaran tercampur bingung, entah apa yang Eli mau padanya..
Eli terdiam melihat sekeliling, melihat tempat tinggal Becky cukup bagus tidak terlalu buruk, wajar saja namanya juga uang dari Gavin tidak mungkin setega itu harus tinggal tempat biasa.
"Kamu duduk dulu" Ucap Becky melangkah jalan pergi
Eli pun duduk di sofa menyenderkan punggung di senderan sofa dengan rileks dan tenang.
Tidak lama Becky datang membawa satu gelas air untuk Eli, meletakkan di atas meja depan Eli, Becky duduk di hadapan Eli.
Dengan rasa canggung di rasakan Becky melihat wajah Eli hanya datar.
"Gavin sering mengunjungi mu?? "
"Tidak. hanya satu bulan sekali, atau saat pemeriksaan kehamilan ku"
"Tapi kalian sudah menikah kan?? "
"Iya... sudah secara sirih, dan di atas kertas saja".
" What??? " Sontak Eli terkejut mendengarnya. "Bagaimana??? kenapa Secara di atas surat?? "
"Gavin menikahiku karena hanya berdasarkan tanggung jawab atas kehamilan ku, setelah bayi ini lahir_ " Sambil mengeluh perut buncit sembari menatap perutnya sendiri tersenyum sedih. "kami tidak akan bertemu lagi, akan di serahkan pada Gavin" Ujar Becky menoleh pada Eli
Rasa tidak percaya Eli apa yang di dengar dari Becky, artinya ibu dan anak akan di pisahkan. bagaimana bisa Becky hanya memikirkan dirinya sendiri tidak dengan anaknya. rasa bingung di sertai heran melihat Becky
"Kamu mau menyerahkan bayimu pada Gavin??? "
"Iya... dia akan membayar ku 200 miliar dengan syarat, aku tidak boleh lagi tinggal disini, pergi jauh dan tidak akan pernah ada "
"Kamu gila iya... pikiran macam apa itu... setelah apa yang kamu lakukan padaku, dan sekarang seenaknya kamu memikirkan uang saja... tidak memikirkan anakmu sendiri, bagaimana jiga anak mu.. menginginkan seorang ibu!?". .
" Ada Cherly penganti nya"
"Kamu tidak punya hati... itu anak kandung mu.. sedikit lah pikirkan itu, dan ada rasa impati lah sedikit... anak mu bukan barang hanya dititipkan ke orang lain... jangan memikirkan diri sendiri... sadar itu Becky!!!! ". Kesal Eli melontarkan nada tegas
Dengan duduk tenang menghela nafas panjang dengan kesabaran yang di rasakan Eli harus menyadarkan Becky.
" Dengar...., Kamu harus tahu, jangan membiarkan Gavin seenaknya... mencampakkan mu... jujur saja. aku cinta dengan Cherly. betapa sadarnya diriku bukan siapa-siapa. tapi aku tidak akan menyerah, aku tidak akan membiarkan Gavin bisa menikah dengan Cherly "
Reaksi Becky berubah terkejut mendengar kejujuran Eli. Becky tidak menyangka teman sekolah yang dulu sering bersama kini jatuh cinta dengan seorang wanita kaya, entah bagaimana jalan cerita antara mereka ini, rasa bingung di sertai sulit percaya.
"Kamu... suka wanita?? "
"Iya... "
Becky pun langsung terdiam bengong
*****
*Di apartemen*
Setelah tadi mengobrol dengan Becky, rasa lelah dan capek di rasakan Eli duduk di sofa dengan hati yang penuh berat, Seharusnya hari ini Eli berkerja di kantor, namun saat ini Eli lagi tidak memiliki energi semangat untuk kerja, maka dari itu Eli sebelum berangkat berkunjung tempat tinggal Becky meminta izin lebih dulu pada Tera, untuk hari ini tidak masuk kerja lebih dulu. Rasa capek dan berat hati Eli pun menyenderkan punggungnya dengan duduk santai
Eli masih tidak percaya dan masih bingung pola pikir Becky hanya uang. 200miliar bukan uang sedikit, Eli pun pernah memiliki uang 7 miliar namun Eli kembalikan karna selalu menggangu dan selalu gelisah setiap malam. Eli tahu itu, tapi terkadang perempuan berbeda-beda pikiran, ada yang menyesal setelah dapat uang atau senang memiliki uang.
"Huffttt... "keluh Eli dengan hati yang sangat cemas,. Memikirkan hidup Becky sendirian.
Eli masih memperdulikan Becky walaupun pernah dihianati dengan cara yang pahit, namun rasa impati pada Becky masih terasa di hati yang tulus di Eli.
"Sebenarnya Gavin menghamili Becky berdasarkan cinta atau hanya sekedar main-main!?? ". Rasa penasaran ingin tahu perasaan Gavin terhadap Becky.
" Lalu untuk apa Gavin ingin menikah dengan Cherly, cinta kah???? atau hal lain??? " Eli berkata dengan rasa bingung
Eli mulai mencurigai sesuatu yang tidak beres, Eli tahu Gavin tipe orang mengincar sesuatu yang paling diuntungkan baginya, Eli beranjak dengan duduk tegak, mengambil ponsel di dalam saku celananya yang Eli pakai. Eli mencoba menyusuri di instagram milik Gavin untuk mencari sesuatu yang mungkin ada pertunjuk sesuatu. Saat menyusuri jauh lebih dalam dengan pakaian jas hitam di pakai Gavin memang terlihat seperti orang yang berada dan orang kaya, namun ada sesuatu yang aneh di benak Eli. Eli tekan Gavin dengan gaya modis nya, sangat elegant, saat di perhatikan baik-baik ada sebuah nama di belakang Gavin. Nama itu tidak asing pernah melihat di suatu tempat
terdiam berfikir keras mencoba mengingat nama apa di belakang Gavin karena ujung namanya terhalangi oleh Gavin.
"Car.......!??? " Dengan tatapan fokus
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊