NovelToon NovelToon
Aku & Kamu

Aku & Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Runi Baene

Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..

sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Lanjutan Bab 22

setelah malam yang panjang, di penuhi suasana yang kelam dan dinding itu..

malam yang hanya ada kesepian dan kesunyian, hanya suara hujan yang terdengar dan di iringi suara genteng yang di guyur hujan deras..

Malam ini Rani bisa tidur dengan nyenyak, mungkin suhu pada malam itu saat nyaman..

biasanya Rani suka bangun tengah malam atau susah tidur, entah tapi itu yang sering terjadi. Rani baru tidur nyenyak jika dia merasa capek yang benar-benar menguras energi dan fisik baru dia bisa tidur dengan nyenyak...

Tapi malam itu, Rani seakan di buat melayang karena cuaca yang sangat Rani suka, hanya ada ketenangan, kesunyian dan memberikan kedamaian dalam hidupnya, seakan-akan masalah yang dia rasakan hilang begitu aja..

Mungkin itu alasan Rani memilih duduk nyaman dan menghadap jendela yang bisa melihat dengan jelas hujan yang membasahi bumi ini..

Rani terbangun dan melihat jam sudah pukul 07.30, untung aja pagi ini Rani tidak ada jadwal kuliah..

Rani turun, lagi-lagi dia tidak melihat kedua orangtuanya hanya ada makan yang tertata rapi di atas meja..

Yah Rani terbiasa sarapan sendiri, karena kedua orangtuanya kerja dan berangkat pagi hari sebelum Rani bangun, begitu juga siang, Kadang makan sendiri baik di kampus atau di rumah karena orangtuanya suka membawa bekal di tempat kerja, kecuali malam hari barulah Rani makan bersama di meja makan dengan orangtuanya..

Rani tidak ambil pusing, toh sudah terbiasa dengan semuanya..

Rani menghabiskan sarapannya dan mencuci piring bekas makan nya..

Rani kembali ke kamarnya dan melihat jadwal perkuliahan. Ternyata jam 13.00 siang baru masuk. Alhasil Rani akan menghabiskan waktu di rumah sebelum ke kampus...

setengah hari di rumah, cukup membosankan tidak ada perkerjaan yang bisa di kerja, seluruh tugasnya juga sudah selesai dan Rani juga malas membalas pesan dari orang-orang yang sejak semalam mengirimkan pesan untuk nya..

Tapi Rani tertarik pada pesan yang di kirim kan oleh Anton kepada, tapi Rani malas aja membalas jika dia sudah membaca pesan tersebut alhasil Rani tidak jadi membukanya..

Melihat hari sudah mau siang, jadi Rani membersihkan diri dan makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus..

Setelah semua selesai, Rani telah sampai ke kampus dan duduk manis pada tempat nya..

Namun semuanya sia-sia karena dosan tersebut tiba-tiba membatalkan jadwalnya..

Rani dan kedua temannya memilih ke Kantin aja dan duduk sambil jajan sih..

Setibanya dia sana, ternyata di belakang mereka sedari tadi sudah ada Anton dan keduanya temannya itu alhasil mereka duduk dalam satu tempat.

Rani duduk tepat di hadapan vio, disamping vio ada Anton, sedang di samping Rani yaitu Lia, di ujung sana ada putra dan Olga..

kericuhan terjadi, yah siapa lagi kalau bukan Lia dan putra, di tambah lagi Olga yang ikut-ikutan jadi semakin kacau dan ribut tuh tempat duduk mereka..

Rani sejak tadi hanya diam dan menyimak apa yang terjadi, sedang vio dan Anton sekali-kali ikut nimbrung dengan kericuhan yang ada..

 hari ini mood Rani sedang tidak bagus entah lah lagi mikirin apa. Tapi Rani tidak ingin memperlihatkan suasana hati nya kepada yang lain takut mereka tersinggung dengan diamnya Rani..

kadang kalau kita memilih diam, banyak orang yang salah paham dan ada juga yang tidak peduli dengan diam nya kau, jadi lebih baik berpura-pura biasa aja dari pada di anggap jadi beban saat kau diam.

dan diam nya kita salah di artikan, ada yang merasa tersinggung padahal tidak terjadi apa, dan ada juga yang merasa itu cuman mau cari perhatian aja biar di peduli. padahal kita diam karena pengen diam aja tidak ada unsur kesengajaan atau berlebihan..

Rani sibuk dengan dunia yang dia buat dl sendiri, walaupun dia tau apa yang di bahas oleh mereka dan Rani tidak punya energi untuk mengikuti semua nya.

Saat semua sibuk dan vio yang terlihat cukup senang karena Anton duduk di sebelah, Rani pun lega karena vio tidak seperti yang kemarin..

Yah sejak saat itu Rani memang terlihat biasa aja toh mereka tidak punya hubungan apa-apa dan Anton sendiri sudah menyukai seseorang, walaupun Belum jelas siapa dan Rani tidak akan percaya dengan perkataan Lia tempo lalu..

Rani kembali menetralkan ekspresi nya dan berpura-pura biasa aja, Rani sangat malas menanggapi pertanyaan-pertanyaan, walaupun tidak ada yang peduli..

Rani tertawa dan tersenyum melihat kelakuan mereka. Rani yang melihat Anton mengurut telapak tangan nya..

"kenapa tangan nya kak Anton" Rani bertanya kepada Anton

"gak tau ini tiba-tiba aja sakit padahal gak ngapa-ngapain juga" jawab Anton

"ada yang bisa urut gak, soalnya ini sakit banget" sambung Anton

yang lain hanya bisa diam dan menggeleng kepada nya..

Sedangkan Rani sebenar bisa urut karena dia suka memijat punggung ayahnya saat pulang dari kerja, tapi tidak enak dengan vio.

"bilang sama Rani. Dia bisa kok pijat tangan orang" Lia memberi tau hal itu membuat Rani langsung menoleh kepada Lia

"bisa gak ran?" tanya Anton

"bisa kok, mana tangannya" ucap Rani tidak enak, dan sekali-kali melirik kearah vio

Rani mulai memijit tangan Anton, tapi siapa sangka Anton malah menopang tangan Rani di menggunakan tangan nya yang satu, Rani terlihat biasa aja, tapi tidak dengan vio yah terlihat cemburu dan sedari tadi dia menatap Rani tidak suka..

Rani yang merasakan hal itu, buru-buru melepaskan tangannya, tapi Anton malah memegang nya dengan erat. Bukan hanya Rani yang merasakan hawa yang tidak menyenangkan di sana, tapi Lia juga merasa hal yang sama..

Lia jadi semakin percaya dengan apa yang di lihat dan di rasakan di sana, bahwa Anton menyukai rani. tatapan Anton sangat teduh jika berhadapan dengan Rani, dan tatapannya berbeda saat dia melihat orang lain..

Rani masih tidak percaya dan tidak peduli dengan apa yang terjadi dan siapa yang di sukai Anton, yah terpenting adalah melepaskan tangannya..

Setelah melepaskan nya. Rani kembali pada tempat duduknya dan menganggap tidak terjadi apa-apa. itu pun karena Lia yang memaksa Anton untuk melepaskan nya

"udah udah, lepasin tuh tangan, gak capek apa di pegang terus" ucap Lia

"Anton coba tatap mata saya. Say ingin memastikan sesuatu" ucap Lia karena sedikit heran dengan tingkah laku Anton kepada Rani

"untuk apa coba, terus mau memastikan apa?" tanya Anton

"hanya ingin memastikan sesuatu aja, kalau gak berani fiks itu benar dong" Lia menggantungkan perkataan nya

"benar apa?" tanya Anton heran

"kalau kau benar suka sama dia" ucap Lia dan melirik sekilas dengan Rani. Anton yang melihat itu sedikit kaget dan kembali menetralkan ekspresi nya...

Anton akhirnya mengalah dan mereka berdua beradu tatapan, dan yah apa yang di pikiran Lia benar adanya..

Rani yah bingung dengan semua hanya bisa menghela nafas dan diam saja. yang di pikiran sekarang adalah perasaan vio dan bingung nya..

Sebenarnya Rani bingung dengan vio. Katanya tidak suka lagi, tapi saat Rani dekat dengan Anton eh malah cemburu dan tidak suka. Memang vio tidak bilang secara langsung, tapi ekspresi yang di tunjukkan nya terlihat jelas bahwa dia tidak suka..

Rani tidak peduli, toh vio sendiri yang bilang kalau dia tidak ada rasa lagi dengan kak Anton, jadi tidak ada masalah kan kalau dekat dengan Kaka Anton..

notif dari grup mata kuliah masuk dan menginfokan kala kuliah hari ini jadi masuk.

"selamat sore semua. Perkuliahan dari ini kita jadi masuknya, tolong di sampaikan komisaris" pesan dari dosan tersebut

Ternyata perkuliahan sore ini jadi, alhasil mereka langsung ke ruang dan mengambil tempat duduk..

kelas berjalan dengan baik dan lancar, untung aja tidak ada yange bahas tentang yang tadi..

Setelah semuanya selesai, Rani pulang barang lia. Seperti biasa kalau mereka pulang barang selalu bercerita. tapi Lia kembali membahas yang kemarin dan mengatakan kepastian yang sudah lebih dulu di tau...

"tuh kan benar yang aku bilang kemarin" ucap lia

"yang mana?" tanya Rani

"itu loh, kalau kak Anton tuh sukanya sama kamu"lanjut Lia

"jangan ngaco deh" balas rani

"aku serius loh ran" ucap Lia dengan nada serius

"aku juga serius Lia, lagian vio suka sama kak Anton" balas Rani

"ya akan yang suka vio bukan kak Anton. sedang Kaka sukanya sama kamu" ucap Lia

"udah deh gak usah ngomong gitu lagi" Rani tidak ingin melanjutkan membahas tentang itu..

Setelah mengantarkan Lia ke rumahnya dan Lia juga sudah sampai kerumah, tapi ternyata kedua orangtuanya tua sudah ada di sana, alhasil Rani tidak jadi ke kamar melainkan ke dapur untuk membantu mamanya..

di sisi lain, Anton dan keduanya temannya masih betah di sana, maklum anak kost, jadi terserah mereka mau pulang sama berapa toh dekat kok kostnya di kampus.

"nyaman banget tuh tangan tadi" ucap Olga

"tangan siapa?" tanya putra heran,

"emang nya tangan siapa yang dia pegang, sampai kau ngomong begitu"lanjut Putra yang bingung dengan pernyataan Olga barusan

"makanya jangan hanya fokus berantem sama Lia kalau jumpa, sampai-sampai gak tau tangan siapa yang di pegang Anton" ucap olga dengan memukul ringan kepala belakang putra

"yah mumpung ada teman bercanda dan berantem, dari pada diam-diam aja" balas putra.

"jadi tangan siapa?" tanya putra lagi karena penasaran

"tangannya Rani, di pegang erat tuh sama Anton kaya Rani mau kabur aja" jawab Olga dengan mempraktekkan bagaimana Anton memegang tangan Rani tadi..

"serius lah" ucap putra yang masih belum percaya dengan apa yang barusan dia dengar

"yah serius lah, untung apa coba aku marah" balas Olga dengan nada serius

Anton hanya diam dan tertawa kecil melihat reaksi dan pembahasan kedua temannya..

Anton sekali-kali melihat tangan nya yang barusan berpegang tangan dengan Rani, walaupun itu tidak sengaja tapi Anton sudah senang bisa melakukan hal seperti itu..

Hari mulai petang, ketiga berdiri dan berjalan untuk pulang ke kost mereka setelah seharian berada di lingkungan kampus..

Sesampainya di kost, Anton mengganti pakaiannya dengan pakai rumah dengan celana pendek.

Duduk di atas ranjang dan bersandar di dinding kamar, sambil memikirkan sesuatu yah entah apa yang sedang dia pikirkan..

dia melihat handphone dan membuka WhatsApp dan yah pesan yang d kirim ternyata belum di balas olah Rani..

Tidak mau ambil pusing soal Rani membalas atau tidak terhadap pesan yang di kirim nya tempo lalu..

Dia terbangun dan berjalan mengambil handuk untuk mandi, setelah selesai semua dia milih makan sebelum rebahan nanti..

Setelah selesai makan malam dan menunggu beberapa menit sebelum rebahan, tiba-tiba pesan masuk dari seseorang

^^^......^^^

^^^"mlm kak, maaf baru balas.^^^

^^^emangnya kak mau bilang apa?"^^^

Mendengar pesan tersebut, dia langsung mengambil handphonenya yang berada di atas kasur dan membukanya, dan ya ternyata pesan itu dari Rani

Anton

"malam juga Rani, gak ada kok.

lagian itu udah berlalu gak perlu di bahas lagi..

Balas Anton dan Rani langsung membalas pesan tersebut"

^^^Rani.^^^

^^^"ohh yah udah kalau begitu, kirain ada hal penting"^^^

Anton

"gak ada kok.

mmm ngomong² malam ini kamu sibuk gak?

tanya Anton kepada Rani, karena ada sesuatu hal yang ingin di sampaikan"

^^^Rani^^^

^^^"gak Kaka, emang ma bilang apa?"^^^

Anton

"mau nanya tentang teman kamu itu"

^^^Rani^^^

^^^"yang mana?"^^^

Anton

"itu loh sih vio"

^^^Rani^^^

^^^"emang kenapa sama vio?"^^^

Tanya Rani kepada anton yang tiba-tiba menanyakan tentang vio...

Anton

"cuman mau bilang, aku gak suka sama dia"

Ucap Anton kepada Rani. Lagi dan lagi Anton mengatakan bahwa dia benar-benar tidak suka atau tertarik dengan vio

^^^Rani^^^

^^^"terus?"^^^

Balas Rani yang sedang menunggu kelanjutan dari Anton, itu lah kenapa Rani menggantungkan pesan nya

Anton

"yah cuman mau memberikan tau kan aj, soalnya risih di chat sama dia, apa lagi kata-kata, gak pantas banget dia bilang kaya itu"

jelaskan anton kepada Rani. Rani bingung pesan apa yang di kirim vio, sehingga Anton terlihat tidak suka dan berbicara seperti itu..

walaupun Rani kepo, tapi Rani tidak akan bertanya kepada Anton perihal chat vio untuk nya. Dia sendiri yang akan bertanya sama vio

^^^Rani^^^

^^^"yah namanya juga lagi pdkt, wajar pesan yang di kirim nya begitu"^^^

^^^Rani^^^

^^^"Kan gak ada salahnya, Kaka kasih dia kesempatan untuk dekat"^^^

Anton

"yah gak masalah kalau di chat atau kirim pesan seperti itu, tapi gak pantas aja gitu"

Anton

"soalnya kesempatan, aku gak mau memaksa menyukai orang itu. Cinta gak bisa di paksa"

^^^Rani^^^

^^^"memang cinta tidak bisa di paksa, tapi gak salahnya kan kalau Kaka coba dekat sama dia, pelan² aja. kalau cocok lanjut kalau gak yah udah gak perlu di lanjutin.."^^^

Balas Rani, berharap Anton mau mengikuti saran yang Rani bilang

Anton

"aku tau, kau ngomong kaya ini, karena dia teman kamu, tapi seperti yang ku bilang cinta ga bisa di paksa, apa lagi kalau laki-laki itu sudah menyukai perempuan lain"

^^^Rani^^^

^^^"aku bicara seperti itu, bukan karena tema dekat ku. Tapi sesama perempuan pasti tau gimana rasanya saat cinta ini bertepuk sebelah tangan, enak rasanya. Itu lah knp aku bilang Kasih kesempatan sama vio"^^^

Anton

"gak bisa dek, cinta yang di dasar karen terpaksa itu tidak akan ada ujungnya atau kepastian nya, dan komunikasi juga tidak ada bagus. Kaya percuma pacaran tapi terlihat asing"

^^^Rani^^^

^^^"iya sih, tapi gak ada salahnya kan. Lagian aku cuman kasih saran kalau gak mau yah udah gak apa-apa, itu hak nya kak. Aku di sini cuma bisa bilang begitu gak lebih..."^^^

Anton

"lagian aku udah suka sama seseorang, walaupun harapannya kecil, karena dia masih belum melupakan seseorang"

^^^Rani^^^

^^^"emang siapa yang Kaka suka?_^^^

tanya Rani, jujur sejak dia tau bahwa Anton sudah menyukai seseorang, dia benar-benar kepo apalagi katanya selalu ada di sekitar nya..

Anton

"aku suka sama kamu dek, gak tau sejak kapan"

Pesan yang di kirim Anton membuat Rabu terkejut dan tidak menyangka ternyata selama ini Anton suka sama ya...

Anton

"itu lah kenapa setiap kamu pegang atau sentuh aku, aku tidak menghindar karena itu kesempatan untuk aku bisa berpegangan tangan dengan mu"

Anton

$maaf kalau lancang suka sama kamu, padahal di hati kamu udah ada seseorang"

^^^Rani^^^

^^^"bentar² berarti selama ini kak suka nya sama aku.^^^

^^^Kok bisa,. Trus sukanya sama aku karena apa..^^^

^^^Pantas setiap aku sentuh kak, Kaka tidak menghindar. ternyata ini alasannya .."^^^

Anton

"yah bisa lah, namanya juga perasaan tidak tau kepada siapa di singgah"

Perkataan Anton tersebut, membuat Rani terdiam dan memikirkan hal tersebut. Memang perasaan ini tidak bisa kita kontrol entah kepada siapa dia singgah. sama halnya dengan perasaan Rani yang secara tiba-tiba suka dengan Morgan walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama..

^^^Rani^^^

^^^"iya sih, tapi kan bisa yang lain gitu..^^^

^^^Lagian hal apa yang kau sukai dari aku?^^^

^^^Terus aku udah gak ada rasa lagi sama dia, jdi gak usah di bahas lagi ..."^^^

Anton

"Karena kamu dewasa pemikiran nya, terus suka prioritaskan pasangan nya dan kamu juga perhatian"

^^^Rani^^^

^^^"gak ah, aku gak begitu. aku orang nya kaku dan gak bisa romantis"^^^

Balas Rani terharap pernyataan Anton mengenai dirinya, padahal selama Rani berkomunikasi dengan Anton, seperti biasa aja tidak ada yang spesial..

^^^Rani^^^

^^^"gimana yah bilangnya"^^^

Anton

"gak perlu jawab, lagian aku cuman mau menyampaikan perasaan ku, buka meminta mu untuk membalas nya"

Anton

"Kaka berharap setelah semua ini, kamu tidak menjauhnya. Anggap aja tidak terjadi apa-apa "

^^^Rani^^^

^^^"maaf yah Kaka, bukanya gak mau bals, soalnya lagi gak pengen dan belum bisa mastiin dulu"^^^

Perkataan Rani tersebut, sebenarnya sedikit membuat Anton sakit hati, dan yang apa boleh buat dia gak mungkin memaksa Rani untuk menyukai nya..

Anton

"kan aku cuman kasih tau deh, selebihnya itu hak kamu"

^^^Rani^^^

^^^"soalnya menjauh karena hal ini, tergantung aja kak"^^^

^^^Rani^^^

^^^"udah dulu yah kaka, ini udah larut takut mama tiba-tiba masuk ke kamar aku dan tau aku belum tidur malah keasikan chat sama orang"^^^

Anton

"ohh, Oke dek maaf sudah menganggu kamu hingga selarut ini"

^^^Rani^^^

^^^"santai aja Kaka, udah yah Kaka. Selamat malam"^^^

Anton

"selamat malam juga, mimpi indah yah"

Setelah membaca pesan terakhir tersebut, dia hanya melihat tidak membalas...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!