NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Tinnn,,,!

Terdengar suara klakson mobil, Parjo segera membuka gerbang besar itu

"Selamat datang tuan muda" kata Parjo yang sempat didengar Dahlia juga

Jantung Dahlia berdebar kencang, ia sampai merasa mules di perut nya. Dahlia langsung memperbaiki masker nya. Air pun tak terelakkan terhirup oleh nya, Dahlia kenal Mobil mewah hitam yang melewati nya itu.

"Ya Tuhan! Itu pasti Raditya! bagaimana ini? Jangan sampai dia mengenali ku! Bisa habis aku di omeli nya

Dengan tangan gemetar Dahlia menggosok bagian ban mobil itu. Berkali kali ia menelan saliva nya bersama dengan air yang ada di masker basah itu

"Kok pulang kantor nya cepat banget bang?" tanya daren

"Iya ada sedikit masalah, aku malas berlama lama di kantor" ucap suara yang tentunya tak asing di telinga Dahlia

"Kamu sendiri bagaimana? Pagi pagi sudah ngerokok dan ngopi. Jaga kesehatan mu, sudah jelas jelas ini gak bagus buat kesehatan! Apa kamu gak bisa baca!"

Radit menghempas kotak rokok ke atas meja

"Aku juga benci rokok bang sebetul nya" kata Daren datar

"Kalau gak suka, kenapa terus lanjut?"

"Aku lagi bantu untuk musnahin rokok ini, maka nya aku bakar satu satu!" seloroh daren. sambil kembali menghisap rokok nya

Raditya melongo, diambil nya kotak rokok itu lagi lalu di lemparkan nya pada adik nya itu

"Dasar sinting! Gak seperti konsep nya,!" kata Radit kesal

Daren terkekeh, sementara Parjo tersenyum lebar melihat tingkah dua saudara itu.

"Abang dan adik ternyata sama sama gila" gumam Dahlia sambil terus menggosok ban belakang mobil itu. Sebentar lagi dia akan selesai dan dia berniat untuk segera kabur dari sana. dengan atau tanpa persetujuan siapa pun.

"Pak, tolong minta ibu buat kan jus apa aja terserah" perintah Dahlia sambil membuka jas nya lalu duduk di dekat daren

"Bagaimana kuliah mu?" tanya Radit

"Lagi sibuk skripsi bang, siap kan dana untuk wisuda ku ya bang" kata Daren santai

"Kamu kuliah sampai Lima tahun, Abang dulu hanya tiga tahun selesai"

"Huh, biar Abang gak banyak komentar, sesekali Abang ikut kuliah arsitek. Biar ngepul otak nya bang" kata Daren dengan hidung kembang kempis

Raditya tertawa, selalu ada hal hangat saat berdua dengan adik nya itu. Meski beda ibu, tapi mereka cukup dekat. Hanya keberadaan ibu tiri lah yang membuat Radit sering menjauhi daren

"Siapa dia, pelayan baru?" tanya Radit sambil memicingkan mata pada gadis berhijab yang sedang membelakangi nya

"Seorang gadis ceroboh, itu hanya hukuman untuk nya" jawab daren

"Kamu kok tega, tangan nya kecil begitu" kata Radit sambil bangkit mendekat

Jantung dahlia serasa mau copot. setiap langkah dari suara sepatu Radit seperti senandung suara kuntilanak yang menyeramkan, membuat bulu kuduk Dahlia merinding.

"Berhenti di situ Raditya!" pekik Dahlia dalam hati

Tangan nya terus menyiram mobil itu untuk tahap akhir. Namun suara langkah kaki Radit semakin dekat yang membuat otak Dahlia kekurangan akal. saking takut nya refleks ia membalik kan tubuh lalu tangan nya menyiram Raditya

"Wuahhhhh,,,!" teriak Radit kaget karena wajah nya di Sembur keras

Radit memukul mukul air yang menyerang nya sembari berusaha menyembunyikan wajah nya. seketika baju kemeja dan celana panjang hitam nya langsung basah kuyup

Dahlia membulat kan mata nya karena sadar akan apa yang sedang ia lakukan. Ia langsung melempar selang itu ke arah Radit dan bergegas meraih tas kecil nya yang berisi handphone jadul dan sejumlah uang, lalu ia berlari sekencang kencangnya

Uhukk,,, uhukkkk,,,

Raditya sampai terbatuk batuk, ia sadar orang yang menyiram nya sudah berlari jauh. Raditya meludah, nafas nya memburu

"Heiii,,,, berhenti,,!!!,,, Heii,,!"

Radit berlari, Daren melompat dengan cepat untuk menahan Radit

"Jangan di kejar bang! dia memang wanita yang agak sedeng dikit" kata Daren

"Huftt,,," Radit mendengus kan air yang ada di dalam hidung nya

"Kamu Nemu di mana sih tuh orang?!" Radit berkali kali memencet hidung dan menggeleng kan kepala nya

"Hehehehe,, aku juga gak kenal dia bang. Udah jangan di bahas, masuk sana, aku mau lanjut ngopi lagi" ucap daren santai

"Gimana sih kamu! Bikin aku tambah emosi aja!" Radit terus mengepakkan rambut nya agar tak meneteskan air

Daren hanya tersenyum simpul memperhatikan tingkah kakak nya itu yang terus mengomel

"Lagian ngapain sih dia pakai acara deketin tuh cewek, heran" gumam Daren

Tiba tiba mata nya menangkap sebuah benda asing yang ada di dekat ban mobil nya. Ia segera bangkit dan meraih benda itu. Rupa nya sebuah gelang berwarna cokelat tua yang terbuat dari tali satin cina, sejenis tali kur tebal, di tengah nya ada kayu berbentuk balok yang ada tulisan nya

"Dahlia" gumam nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!