NovelToon NovelToon
Cintaku Kalah Sama Dupa

Cintaku Kalah Sama Dupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Misteri
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Attalla Faza

Raya lemes ketika pacar yang sudah menemaninya saat miskin maupun sugih, saat waras maupun lagi nggak eling, saat susah maupun senang, kini hilang tidak ada kabar. Padahal Jaka sempat ajak Raya ke bazar kuliner sebelum menghilang.

Raya dan Jaka adalah pasangan seiya sekata senada dan seirama sejak 3 tahun lalu. Dulu Raya ketemu sama Jack saat lagi razia dagangan yang digelar depan panti jompo.

Raya suka ikut membantu bibinya jualan kembang kuburan dan aksesoris pemakaman, komisinya lumayan buat beli seblak bojrot. Apesnya hari ini sedang ada operasi gabungan sapu bersih dari tim Satpol PP.

" Ya Allah Pak, itu air mawar dan kendi-kendinya jangan dihancurin ya. Saya nggak punya modal lagi buat jualan kembang " mohon Bi Nur

Tiba-tiba ditengah kekacauan itu, muncullah pangeran tampan yang bikin hati Raya geter-geter kayak kena gempa. Lelaki yang baru turun dari truck Satpol PP itu adalah Jaka, ternyata dia adalah anak dari Komandan Pasukan yang bernama Pak Zaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah yang terbakar

Malam itu, kamar kos nomor 5 terasa lebih sunyi dari biasanya. Jack sedang berada di luar kota selama tiga hari untuk mengantar unit mobil pesanan pelanggan besar dealer. Sekalian meeting sama partner baru bersama beberapa orang tekan kerjanya.

Manda sendirian di kamar, duduk di depan cermin kecil sambil mengoles wajahnya dengan berbagai macam skincare mahal, mempersiapkan diri untuk pameran otomotif besar yang akan digelar esok hari di sebuah mal ternama.

Sebagai SPG andalan, ia sudah membayangkan bagaimana dirinya akan tampil paling menonjol di antara SPG lainnya, mengenakan seragam ketat yang disiapkan oleh pihak dealer. Dan tentunya dengan riasan yang akan membuat semua pengunjung pria menoleh ke arahnya.

Namun di tengah persiapannya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Abah Jiwo masuk dengan nada yang begitu mendadak dan terburu-buru.

[Abah Jiwo: Neng, hati-hati! Sepertinya ada serangan balik, energinya sangat kuat dan dari jalur putih.]

Manda mengernyitkan dahi membaca pesan itu, jarinya cepat mengetik balasan.

[Manda: Maksudnya gimana, Bah? Serangan balik dari mana?]

Belum sempat pesan itu terkirim sepenuhnya, tiba-tiba Manda merasakan sensasi panas yang begitu aneh menjalar di kedua pipinya, seperti ada bara api tak kasat mata yang tiba-tiba menempel di kulitnya. Ia mengaduh kaget, tangannya reflek menyentuh wajahnya sendiri.

"Aduh! Panas! Panas banget!" jeritnya, buru-buru berlari ke arah wastafel kecil di sudut kamar, membasuh wajahnya dengan air sebanyak-banyaknya.

Namun anehnya, rasa panas itu tak kunjung mereda, justru semakin menjalar hingga ke leher dan telinganya.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan mata melotot ngeri. Wajahnya yang tadinya mulus, kini mulai memerah tak wajar di beberapa titik. Ini seperti bekas terbakar sinar matahari yang begitu parah, meski ia sama sekali tidak keluar rumah sepanjang hari.

"Bah! Bah! Tolong angkat teleponnya!" Manda langsung menelepon Abah Jiwo dengan panik, suaranya bergetar hebat.

Setelah beberapa kali nada sambung, akhirnya suara serak Abah Jiwo terdengar di ujung telepon, terengah-engah seperti orang yang baru saja melakukan aktivitas berat.

"Neng! Iya, saya juga lagi kewalahan di sini! Ada yang ngirim serangan yang sangat kuat buat Raya, efeknya balik ke kita berdua!" jawab Abah Jiwo dengan napas tersengal.

"Balik gimana maksudnya, Bah?! Muka saya sekarang panas kayak kebakar, item-item gini jadinya!" jerit Manda histeris, air matanya mulai menetes karena panik bercampur sakit yang begitu nyata terasa di wajahnya.

"Itu namanya tolak bala, Neng. Kirimannya kita mental balik karena kena benteng yang lebih kuat. Biasanya kalau yang masang bentengnya orang yang bener-bener bersih hatinya, efek pentalannya bisa parah." jelas Abah Jiwo, suaranya sendiri terdengar begitu gelisah, "saya juga lagi merasakan hal yang sama di sini, Neng. Badan saya panas dingin nggak karuan dan dada saya sesak. "

Manda menjerit frustrasi, tangannya meremas rambutnya sendiri saking putus asanya. Ia kembali menatap cermin, dan kali ini yang ia lihat jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

Beberapa bagian wajahnya, terutama di sekitar pipi dan dahi, mulai menghitam seperti bekas terbakar, kulitnya terlihat mengelupas tipis di beberapa titik.

"BAH! INI GIMANA CARA NGILANGINNYA?! BESOK SAYA ADA PAMERAN BESAR, MASA SAYA HARUS TAMPIL DENGAN MUKA GOSONG GINI?!" teriak Manda tak terkendali, kepanikannya kini bercampur amarah yang begitu meledak-ledak

.

"Tenang dulu Neng, jangan panik! Saya lagi coba cari cara buat netralisir. Tapi ini butuh waktu, tidak bisa langsung ilang dalam semalam." jawab Abah Jiwo, meski nada suaranya sendiri tak sepenuhnya meyakinkan.

"NGGAK BISA LANGSUNG?! Bah, saya sudah bayar 9 juta buat jasa Abah, masa sekarang malah nambah masalah begini?!" Manda semakin murka, suaranya melengking tinggi hingga membuat beberapa penghuni kos yang lewat di depan kamarnya sempat menoleh heran mendengar teriakan dari dalam.

"Neng, ini bukan salah saya sepenuhnya. Siapa yang nyangka target Neng bakal cari perlindungan jalur ilmu putih? Biasanya target butuh waktu lama untuk menemukan orang yang bener-bener bisa melumpuhkan serangan kita," Abah Jiwo mencoba membela diri, meski suaranya sendiri masih menyisakan kepanikan yang sama besarnya.

Manda mematikan telepon secara sepihak, tak sanggup lagi mendengar alasan yang menurutnya hanya membuang-buang waktu. Ia kembali menatap wajahnya di cermin dengan air mata yang mengalir deras, campuran antara sakit fisik yang begitu nyata dan rasa frustrasi yang meluap-luap.

"KENAPA HARUS SEKARANG?! BESOK KAN PAMERAN! ITU PENTING BUAT KARIR SAYA!" jeritnya sambil memukul meja rias dengan keras, membuat berbagai peralatan kosmetik berjatuhan berantakan ke lantai.

Ia mencoba menutupi wajahnya yang menghitam dengan foundation tebal, namun semakin banyak yang ia oleskan, semakin terlihat aneh dan tidak natural hasilnya. Bedak yang biasanya bisa menyamarkan noda kecil di wajahnya, kini justru terlihat menggumpal di atas kulit yang mengelupas, membuat penampilannya jauh lebih buruk dari sekadar dibiarkan tanpa riasan sama sekali.

"Anjir! Kenapa jadi kayak gini sih muka gur!" umpatnya kasar, melempar spons bedak ke sudut ruangan dengan penuh amarah.

Ia meraih ponselnya lagi, kali ini mengetik pesan panjang penuh emosi kepada Abah Jiwo, huruf kapital semua sebagai wujud kemarahannya yang tak terbendung.

[Manda: BAH INI TANGGUNG JAWAB ABAH! BESOK JAM 10 PAGI SAYA HARUS SUDAH DI LOKASI PAMERAN, KALAU MUKA SAYA MASIH KAYAK GINI SAYA BISA DIPECAT SAMA MANAGER!]

[Abah Jiwo: Sabar, Neng. Saya lagi siapin ritual penetralisir sekarang, tapi butuh bahan yang nggak ada di rumah. Saya usahakan besok subuh udah bisa saya kirim lewat kurir, Neng oleskan ke muka pas bangun tidur.]

[Manda: Pokoknya harus berhasil, Bah! Kalau nggak, saya nggak akan bayar sisa yang kemarin!]

Manda melempar ponselnya ke atas kasur dengan kasar, lalu duduk terpuruk di lantai kamar sambil memeluk lututnya sendiri. Rasa panas di wajahnya masih terasa menyengat, meski sudah berkali-kali ia kompres dengan air dingin dan es batu yang ia ambil dari kulkas kecil di kamar.

Pikirannya melayang ke Jack yang sedang berada jauh di luar kota. Untung saja lelaki itu tidak ada di sini untuk melihat kondisinya yang begitu berantakan malam ini. Ia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Jack. Atau. yang lebih buruk lagi, bagaimana jika kesadaran Jack yang belakangan sering muncul sedikit demi sedikit itu justru semakin menguat karena melihat kondisi anehnya ini.

"Ini semua gara-gara si Raya sialan," desisnya penuh dendam, matanya menatap tajam ke arah kotak kayu kecil berisi jimat pengikat yang tergeletak di atas meja, seolah kotak itu bisa mendengar dan merasakan kebenciannya, "harusnya dia diem aja terima nasib, bukannya malah lari cari bantuan orang lain."

Malam itu berlalu dengan begitu panjang bagi Manda. Ia tak bisa tidur sama sekali, terus-menerus mengecek wajahnya di cermin setiap beberapa menit, berharap keajaiban bisa membuat kulitnya kembali normal seperti sedia kala. Namun yang ia dapati hanyalah kondisi yang sama, bahkan sesekali terasa semakin perih ketika ia menyentuhnya.

Menjelang subuh, sebuah paket kecil dari kurir benar-benar datang sesuai janji Abah Jiwo, berisi sebotol kecil minyak berwarna kehijauan dengan aroma yang begitu menyengat, bercampur bau dupa dan rempah-rempah yang tak biasa.

Dengan tangan gemetar antara harap dan cemas, Manda mengoleskan minyak itu ke seluruh wajahnya yang menghitam, sambil membaca mantra pendek yang dikirimkan Abah Jiwo lewat pesan singkat. Perlahan, rasa panas yang sejak semalam menyiksa kulitnya mulai sedikit mereda, meski warna kehitaman di wajahnya belum sepenuhnya hilang, hanya memudar menjadi kemerahan yang masih cukup mencolok.

Ia menatap cermin dengan perasaan campur aduk, antara lega karena rasa panasnya berkurang, namun juga tetap frustrasi karena wajahnya masih jauh dari kata sempurna untuk tampil di pameran besar hari itu.

Sementara itu jauh di Garut, tanpa Manda maupun Abah Jiwo ketahui, doa dan amalan yang dibacakan Ustad Ahmad setiap selesai sholat terus mengalir bagai perisai tak kasat mata, melindungi Raya yang sedang berusaha memulai lembaran baru di tanah yang jauh dari segala kegelapan yang selama ini mengejarnya.

1
gina altira
Manda bener" udah buta hati
Lailatul Qadriah
mantap kan man? belom slsay man..sabar y..masih permulaan🤭
Afsyura Novrianti
Berikan penderitaan paling berat dan menyakitkan untuk wanita berhati iblis itu jangan biarkan hidupnya tenang. Sudah banyak yang menderita karena ulah nafsu durjananya.
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Harusnya bukan dimasukkan ke penjara tapi ke RSJ.. dia tuh udah kena ganguan mental akut.. dia harus kasih sayang kepercayaan perhatian dan validasi dari orang tapi caranya ya gitu ekstrim
rasahaz
puas puas puaaaaas lo rasain rubah betina musang birahi,,, 😡😡
rasahaz
ciiiihh pngen dcintai,, yg da lo cintai sma jin dsar musang birahi,, lo mng pnya raga ny c jaka tpi ngga dgn hati ny,, smua itu palsu😏😏😏😏
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Bu lain kalie konfirmasi dulu sama anaknya or perempuan yg disukai anak bukan asal nelen idup² info yg gak jelas dan dari orang yang gak dikenal 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️ Haduhhh ngaku orang pinter kok gampang bgt dibodohi

Bakar tuh jimatnya, Bu biar anakmu eling..
Mana ada orang pkk begituan bales dg tulus... Itu mah halusinasi gilamu sendiri.. dasar ulet keket /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lailatul Qadriah
eh mandot g semua yg kita inginkan itu baik buat kita.hadeuhh Sush KLO punya otak dipke buat nget*t Mulu mh
gina altira
nah lho Manda,, ga da kapoknya dan ga mikir" sih
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
No komen lah.. selama penyakit hati masih bertumbuh sampai kiamat juga masih aja kyk gitu
gina altira
kak Atha,, baru kali ini baca karya kak Atha yang bikin hati dongkol banget. Raya bikin kuat dunk lawan tuh si Manda.
Lailatul Qadriah
nth knp ko aku y kurg sreg SM razqa dn kluarg nya y...semoga raya BS dptin Gus Gus lah gt..yg punya ilmu kebatinan..yg BS jagain raya jg
nurul @zna
Doa Mamah Yana terkabul... Jack gak akan bs punya anak, meskipun dr perempuan yg berbeda... n sepertinya selain kena karma ats perbuatannya si Manda tuh kena ucapan/tulisannya sndiri ya... kan akun sosmednya @Mandul_Cantiq... maksudnya sih mungkin Manda ya tp diplesetin jd Mandul... eh mandul beneran...
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Setiap pilihan pasti ada resikonya.. entah itu jadi kebaikan dan keberkahan or jadi kesakitan dan kerugian yg bisa buat hidup jadi semakin terpuruk hingga akhir
.
Lagian orang waras mikir 1000x duwit segitu banyak habis buat hal gak jelas dan pasti cari cara buat usaha sendiri tanpa capek ikut aturan orang lain dg kejar target
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
wahhhh sukurin tuh jadi aset masa depannya ancur lebur gitu 🙊 Astagfirullahalazim
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Alhamdulillah dukunnya meninggoy juga.. napa betina jadi² ikutan meninggoyy, Mak 😁
gina altira
Manda gimana rasanya kena sihir sendiri
gina altira
Sudah saatnya Manda ulat Keket itu menerima balasan
rasahaz
puas puas puas loh ,,, 😂😂😂 rasain kau l0nt3,,, 😂😂👍
Lailatul Qadriah
mam mam dah tuh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!