NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 SIKSAAN UNTUK DUT

kebahagian dihati Dinar tak terhingga, sebentar lagi dia akan ujian akhir, hanya menunggu satu minggu lagi, dia akan lulus mudahan dengan nilai yang terbaik.

Sementara Dut yang baru pulang sekolah merasa lapar dan ingin makan sebelum dia membersihkan rumah, karena tadi dia olah raga dan bekal yang diberikan tidak cukup menyanggah perutnya.

Bik Ani yang kasihan melihat Dut lapar menyediakan nasi dan lauk didapur untuk makan secara sembunyi-sembunyi, sejak Dut ditinggal Dinar, kehidupan Dut benar benar diperlakukan seperti anak Tiri. Untuk makan Dut harus kerja dulu sehabis pulang sekolah.

"Den tenang saja disini ya makan, bik Ani ngambil. jemuran dulu, jangan bersuara nanti Buk Meta bangun"

"Iya Bik" Bik Ani menuju ke belakang tempat baju dijemur, sementara Dut melanjutkan makannya.

Tiba-tiba suara dari dapur terdengar sangat ribut Bik Ani berlari kearah suara itu. Nampak nasi sudah berserakan dengan lauknya dilantai, Meta memukuli muka Dut berkali-kali.

"Kau sama saja seperti kakakmu mencoba membangkang"

"Nyonya jangan pukuli den Iqbal Nyonya , dia tidak salah Bibi yang salah, tolong jangan siksa dia" secara reflek Meta mendorong Bik Ani sampai terdorong jatuh.

"Bibi jangan ikut campur" Pak Sukri yang berada di taman berlari ke dapur, melihat Meta menjambak rambut Dut, Tiba-tiba Nenek Aini muncul melihat cucunya menyiksa Dut, pak Sukri yang ingin melerai didorong oleh Nenek Aini.

"Jangan ikut campur kamu Sukri, biarkan Meta memberi pelajaran kepada anak pembangkang itu"

Meta yang mendapat dukungan semakin kesetanan menginjak tubuh Dut dan memukul Kepala Dut dengan panci Stainless dengan kuat, yang akhirnya membuat Dut pingsan, belum menyadari Dut pingsan, Meta menginjak tubuh Dut yang tak sadar diri.

"Pak tolong iqbal Pak lihatlah mulutnya berdarah dia tidak sadar"

Pak Sukri yang sudah tidak memikirkan apa-apa lagi langsung mendorong tubuh Meta hingga terjatuh.

"Sudah Nyonya, anda bukan manusia, lihat dia sudah pingsan dan mulutnya berdarah masih anda siksa, sungguh wanita tak punya hati."

"Diam kamu Sukri saya Nyonya kamu disini"

"Untuk saat ini anda bukan Nyonya saya, saya berhenti"

Pak Sukri mengangkat tubuh Dut dan melarikan Dut kerumah sakit dengan membawa mobil milik Buk Bunga dulu. Bik Ani menangis melihat kondisi Dut yang masih tidak sadar.

"Iqbal.... bangun Nak" Bik Ani terus memanggil nama Iqbal"

Sesampai dirumah sakit, Iqbal dilarikan ke IGD dan ditangani oleh dokter segera. Dokter berusaha membuat Iqbal sadar, badan yang biru dan kepala nya mengeluarkan banyak darah akhirnya setelah diperiksa secara teliti ada luka bagian kepala Iqbal karena pukulan benda keras.

"Iqbal harus dioperasi" dokter menjelaskan kepada Pak Sukri dan Bik Ani, Silakan urus administrasi dan tanda tangan persetujuan ya Pak karena Iqbal. sudah kami pindahkan diruangan operasi.

"Silakan lakukan apa saja Dokter saya akan mencari Papanya tolong anak ini dok selamatkan nyawanya"

"Buk tunggu in Iqbal disini dulu, Bapak akan ke kantor Pak Rudiansyah" Bik Ani menjaga Dut yang masih dalam perawatan dokter yang dipersiapkan untuk segera operasi.

Dengan melajukan mobilnya yang sangat cepat Pak Sukri pergi ke kantor Pak Rudiansyah untuk meminta tanda tangan agar Dut bisa dioperasi. Namun sesampainya dikantor ternyata Pak Rudiansyah baru saja pergi karena istrinya terluka.

Dengan panik Pak Sukri meminta tolong security agar Pak Rudiansyah ditelpon tapi ternyata telponnya tidak Aktif. Pak Sukri sangat panik. Dia kembali kerumah Pak Rudi tetapi sudah terkunci,

rasa bingung apa yang harus dilakukannya. Sementara Dinar tidak tahu dimana sekarang hanya satu-satunya yang bisa menolong adalah Buk Guru Iqbal.

Pak Sukri pun pergi ke rumah Buk Guru Iqbal yang pernah dia antar waktu malam pulang acara sekolah. Syukur Alhamdulillah ternyata Guru Iqbal baru pulang. Dengan terengah-engah Pak Sukri menceritakan kejadian yang menimpa Dut.

"Tolong saya Buk agar Iqbal bisa operasi" hati Guru Dut terenyuh setelah mendengar cerita tentang Dut, diapun menelpon kepala sekolah dan merekapun berjanji untuk bertemu dirumah sakit. Sesampainya dirumah sakit Guru dan kepala sekolah Iqbal menjamin operasi Iqbal. Operasi pun dijalankan oleh dokter rumah sakit. Pak Sukri sangat berterima kasih kepada kepala Sekolah dan guru Iqbal. Sementara entah mengapa perasaan Dinar tidak enak dia selalu mengingat adiknya.

"Kenapa Ya aku ingat Dut terus, mungkin dia kangen denganku sudah hampir seminggu tak ketemu karena sibuk dengan skripsiku, Handphone Dut pun tidak aktif"

"Besok aku harus mencari Dut saat keluar main aku akan membawa makanan kesukaannya, sekaligus handphone untuk Pak Sukri yang dia beli dari hasil honor photo kemarin yang dikontrak secara eksklusif.

***

Pukul sepuluh pagi, Dinar pergi ke sekolah Dut dan bertanya kepada Security sekolah, menanyakan kelas Dut, ketika Dinar sampai di kelas, Dinar bertemu dengan wali kelas Dut.

"Ini Dinar kakak Iqbal ya...?"

"Iya.... "

"Kak Dinar sudah tahukah?"

"Tahu apa Buk"

"Iqbal dirawat dirumah sakit dan kemarin kami menanda tangani perjanjian operasi karena tidak ada jaminan buat Iqbal yang harus operasi.

"Apa Buk..... adik saya operasi?" tubuh Dinar gemetar mendengar berita itu di luar dugaannya.

"Iqbal kenapa Buk?" Guru Iqbal menceritakan seperti yang Pak Sukri ceritakan. Muka marah merah padam. muncul diwajah Dinar mendengar penjelasan Guru Iqbal.

"Iqbal dirawat dimana Buk"

"Masih diruangan pemantauan karena luka Iqbal. sangat parah dikepala"

Setelah diberi Alamat rumah sakit oleh gurunya Dinar berlari sekuatnya diparkir, air matanya jatuh ternyata ini firasat yang dialami oleh Dinar, kenapa ia selalu ingat adiknya dari kemarin.

Ditengah jalan Dinar menelpon Bobby yang sedang berada di counter nya. Bobby yang mendengar berita itu, juga ingin ikut ke rumah sakit dan dijemput oleh Dinar.

Suasana tegang dan air mata yang menetes nampak di pelupuk mata Dinar, Bobby yang mengendarai mobil takut Dinar tidak Focus. Sesampainya dirumah sakit, Dinar pergi menuju ruang pemantauan sakit yang berada dilantai tiga.

Setelah mencari akhirnya Dinar bertemu dengan Pak Sukri yang duduk diluar.

"Pak.... Pak Sukri" Pak Sukri menoleh dan kaget Dinar datang.

"Non Dinar, akhirnya kamu datang juga Nak, adik kamu Nak"

"Iya Pak Guru Dut sudah cerita semua, sekarang Dut dimana Pak"

"Didalam, masih setengah sadar Non"

"Antar Dinar kesana Pak" Pak Sukri bergegas mengantar Dinar dan akhir Dinar melihat adiknya yang masih belum sadar full dengan slang sana sini.

"Duttttttt...... kamu kenapa Dek, kenapa kamu jadi begini, perempuan kurang ajar itu harus dikasih pelajaran."

"Tenang Nak, yang penting Iqbal sudah melewati masa kritisnya"

"Papa jadi sampai sekarang belum datang dan belum tahu anaknya sekarat kemarin, karena siksaan istri mudanya"

"Belum Non dari kemarin telpon Bapak mati, dan saat tadi pagi bapak lihat rumah terkunci"

"Papa sungguh dibodohi oleh wanita itu, sehingga tak tahu lagi yang benar dan tidak"

"Kita akan lapor polisi saja Pak, biar perempuan itu ditangkap"

"Jangan Non, prosedur polisi akan menjatuhkan reputasi Papa Non, kasihan Iqbal akan dikejar-kejar oleh media."

"Sekarang Iqbal akan baik-baik saja" Tiba-tiba terdengar suara Iqbal memanggil kakaknya pelan"

"Kakak.... Kakak.. disini"

"Iya sayang kakak disini dek, kami sudah sadar, Kakak tidak akan biarkan kamu sendiri lagi, mulai hari ini kakak tidak akan meninggalkan kamu"

"Kakak akan bawa kamu kerumah kakak juga Bik Ani dan Pak sukri kita tinggal bersama mulai sekarang" Melihat Dut yang sudah mulai sadar dokter pun memeriksa Dut dengan teliti, untung Dut segera dibawa ke rumah sakit karena dikepalanya ada memar dan luka karena dipukul dengan panci Stainless.

Dinar yang berusaha menghubungi Papanya tak. pernah aktif bahkan nomor khusus keluarga juga tidak aktif.

"Bob apa kamu tidak keberatan jika aku. membawa adikku, Pak Sukri dan Bik Ani ke kost san"

"Tidak Dinar justru aku senang, kamu bisa berkumpul dengan keluarga kamu kembali, Kamu tidak. usah memikirkan apapun, pokoknya kamu jaga Dut dengan Baik dan perlakukan Pak Sukri dan Bik Ani dengan hormat dan sopan itu sudah cukup, selanjutnya biar aku yang tangani."

"Terima kasih Bob kamu baik sekali."

"iya tidak usah dipikirkan sekarang Dut sudah sadar dan masa kritisnya sudah lewat, jaga biar dia sehat dan traumanya hilang"

Dinar memegang tangan adik Dut nya dengan kuat, dia teringat Mamanya yang selalu. menyayangi Dut.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!