NovelToon NovelToon
Balas Dendam Si Kembar

Balas Dendam Si Kembar

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Anak Kembar / Chicklit / Tamat
Popularitas:128.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: mamie kembar

Dia datang untuk menemui saudara kembarnya tapi kenyataan pahit harus dia terima, saudara kembarnya sudah meninggal dua hari sebelum bertemu dengannya.
Lila meninggal karena kecelakaan, mobil yang dia kendarai masuk ke dalam jurang.

Luna hadir ke dalam keluarga tersebut, dan menyamar menjadi seorang pembantu, dan dia menemukan fakta bahwa saudara kembarnya meninggal tidak wajar. Ada sekelompok orang yang sengaja ingin melenyapkan nya.

Luna marah dan bersiap untuk balas dendam, satu persatu informasi dia dapat dan perlahan dia memberikan hukuman kepada para penjahat tersebut.

Bagaimana Luna membalas mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau pasti sembuh

Daren menggenggam tangan Luna lembut, "aku mencintaimu,'' ucapnya. Wajahnya maju ingin mencium kening Luna, tapi gadis itu memundurkan kepalanya. Terlihat jelas wajah kecewa Daren.

"Maaf, tapi aku merasa bingung, jika aku memang kekasihmu itu, mengapa aku tidak ingat apa-apa, aku juga tidak pernah mengalami kecelakaan, kamu salah orang, mungkin kami.hanya mirip" tegas Luna.

"Tapi aku sangat yakin Luna, kamu adalah Lila, bahkan nama kalian juga sama."

"Nama saya Aluna kak, kata ibu karena saat lahir saya pas ada dangdutan, dan nama penyanyinya Aluna," Luna beralasan.

"Tapi lun," Daren kembali coba menggenggam tangan Luna.

"Kak, beri aku waktu, hingga aku mengingat kembali semuanya, tentang siapa aku dan hubungan kita,"

"Aku mau Lila, aku akan sabar menunggu saat itu tiba. Aku juga akan membantumu untuk mengingat semuanya."

"Tapi kak, boleh aku bertanya?"

"Apa sayang?"

"Bagaimana sebenarnya hubungan ku dengan nyonya Miranda, dan Rena? jika aku adalah benar Lila, apakah mereka juga menyayangi ku?"

'Yes, ini saatnya aku mengorek banyak informasi dari Daren, ini akan sangat membantu ku dalam mengungkapkan semuanya.

Daren terkejut mendengar pertanyaan Luna, wajahnya pucat, dan terlihat kebingungan.

"Hubungan mu dengan ibu sambung mu memang kurang baik?"

"Tante Miranda, Mama tiri Lila?" tanya Luna dengan mata dibulatkan, dia sengaja terlihat begitu terkejut.

Daren menunduk, "Iya, Miranda bukan ibu kandung mu? Tante Miranti adalah ibu kandung mu, dan dia sudah meninggal dihari yang sama saat dirimu dilahirkan."

"Mama meninggal karena melahirkan ku?" tanya Luna dengan mata berkaca-kaca, dia sengaja menggunakan kata ku, agar Daren percaya jika dia merasa dirinya adalah lila.

"Bukan, dari cerita yang aku dengar, Tante Miranti mengalami kecelakaan dan terjadi kontraksi hebat pada kandungnya, jadi mau tak mau bayinya harus di keluarkan secara paksa dengan jalan operasi Caesar, namun Allah berkehendak lain, Mama mu meninggal dunia setelah itu."

"Darimana kamu dapat cerita ini?" lagi Luna menyelidiki.

"Ya dari kamu sayang, aku juga pernah ikut dengan mu ke makam ibumu."

"Ke makam ibu?" ucap Luna lagi dengan wajah kaget.

"Iya, nanti aku akan membawamu kesana, siapa tau bisa mengembalikan ingatan mu." ucap Daren bersemangat.

'Cih, siapa yang mereka kubur sebagai ibuku, ibuku baru saja meninggal kemaren. Enak saja, tapi tidak apa, setidaknya aku mendapat banyak informasi dari pria ini, ok aku akan berpura-pura menjadi lila yang manis untuknya.

"Kok malah bengong?"

"Eh kak, aku harus kepasar untuk belanja, Nanti Tante Miranda marah, ini sudah cukup lama sejak aku pergi tadi."

"Aku akan menemanimu,"

"Jangan kak, nanti ada yang lihat dan melaporkannya ,aku bisa dalam bahaya."

"Aku pergi dulu," ucap Luna langsung berdiri dan pergi meninggalkan Daren. Pria itu duduk diam dan terus memandangi Luna.

"Aku yakin dia adalah Lila," ucap Daren pelan.

Setelah itu, dia juga berjalan meninggalkan taman, dan kembali melakukan aktivitas nya.

***

Di dalam kamarnya, Alvian sibuk mempersiapkan sesuatu. Setelah dirasa beres dia berjalan keluar dengan mengendap-endap menuju kamar Miranda.

Miranda telah pergi setengah jam yang lalu, dan Rena juga Tidak ada di rumah, jadi dia bisa bebas.

Dengan kunci cadangan yang dia punya, dia masuk dan meletakkannya diatas tempat tidur Miranda, kemudian Alvian berjalan keluar kamar, dan bersikap biasa aja.

"Alvian berjalan menuju dapur.

"Bik, apa kak Surya sudah makan obat?"

"Su...sudah tuan," jawab bibik terbata.

"Jangan bohong Bik, saya tanya sekali lagi apa tuan Surya sudah makan obatnya?" tanya Alvian dengan tatapan tajam.

"Maaf tuan, ampun.." ucap bik Anne berlutut di depan Alvian.

"Maafkan saya tuan, tapi nyonya Miranda melarang saya memberikan obat untuk tuan Surya." ucap bik Anne terisak.

"Sialan, dasar iblis betina." maki Alvian

"Mana obatnya, biar saya yang berikan, ingat mulai saat ini tuan Surya harus makan obat tepat waktu dan jangan sampai iblis betina itu tau dan menyadari, paham!" bentak Alvian

"Paham, tuan."

"Jika sampai kau buka mulut, seluruh keluarga mu yang ada di kampung yang akan menanggung akibatnya,"

"Iya tuan,"

"Ingat Bik, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku." ancam Alvian lagi.

Setelah bicara dia berjalan naik ke kamar kakaknya, Alvian masuk dan duduk di sebelah ranjang Surya.

Tangannya segera merogoh sakunya dan menghubungi dokter, dia ingin pengobatan terbaik untuk kakaknya.

"Aku tunggu dalam lima belas menit, ingat aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu." ucap Alvian dan panggilan terputus.

Benar saja lima belas menit kemudian, dokter Danu datang.

"Cepat kau periksa, ingat jangan sampai salah,"

"Siap tuan."

Dengan cekatan dokter Danu memeriksa tubuh Surya, semua dia periksa dengan hati-hati.

"Apa selama ini tuan Surya minum obat? boleh saya lihat obatnya?" tanya Danu sedikit takut.

"Untuk apa?" tanya Alvian

"Apa kau tidak tau, obat apa yang cocok untuk nya? cih! percuma aku membayar mu maha selama ini."

"bukan begitu tuan, tapi saya mau lihat obat apa yang sudah di minum sebelumnya, maaf tapi seperti belum bereaksi apa-apa."

"Sudah kau obati saja, jangan buang waktu ku." ucap Alvian

"Baik," sahut dokter Danu.

Pria itu dengan cekatan menuliskan resep obat, "Ini tuan," ucapnya memberikan resep tersebut.

"Terima kasih, satu lagi jangan katakan pada siapapun jika kau datang kesini,"

"Baik tuan, saya permisi." ucap dokter Danu menunduk dan pergi dari sana.

Alvian langsung menghubungi anal buahnya untuk menebus resep obat tersebut.

"Kakak, aku pasti akan membuatmu sembuh" bisiknya pelan

1
Suila Cantik
laa ya kok lansung habis?
@ni
👎👎👎👎👎
Diana Lely S
kok end ya masih gantung nih ceritanya...
Kustri
byk BGT typo, mohon lbh hati" thor, bikin bingung, jd ilfil malas nerusin baca jd'a
Kustri
piye to kiiiiiih....
othor fokus 1 novel aja spy g salah, yg baca jd bingung & byk typo lho SMP part ini
Kustri
lhaaaa... malah ky sinetron ikan terbang🤦‍♀️
Kustri
kata'a tdk sekolah... tp pengen kuliah😵‍💫

hpmu jgn lupa diambil, lumayan merekam smua obrolan bs jd bukti
Kustri
yg gercep Lun

skip" obrolan pas nenek lampir & anak'a
Kustri
byk typo jd galfok😁
Kustri
alvian & Luna 1 7an
siapa hayo yg kepoin Luna...
Kustri
siapa yg menguping, pasti'a bkn di pihak si 2 ular
Kustri
awal yg menarik
ᴿᴾғᴀᴛʜɪʏᴀʜ
kok ini gak ada lanjutannya lagi..... malah nulis yg lain ..... udh gitu nama yg dsini kebalik2 dengan karya yg lain.😔😔😔
ParyaTi Cnil
kok ke bolak balik ya regan ma daren jadi bingung ya
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
luar biasa 👍👍
🌵
Ini judul ketiga karya author yang aku baca, tapi nama karakter nya yang paling bikin pusing kepala, meski di judul lain ada typo juga masih bisa di pahami, berbeda dengan yang ini makin lanjut makin pusing dengan nama karakter nya, padahal alurnya udah bagus loh menurut aku
Fitrie Yaatie
maau up date gk yaaa
Fitrie Yaatie
luuu amaa up nya
Siswati Endang
jadi yg jahat ini sebenarx daren atau regan tor ???
Siswati Endang
plos tor yg nolongin luna ini yg bener regan atau daren ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!