Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.
Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.
Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.
Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.
Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 - Katresnan Pisanan (Cinta Pertama)
Sejak saat itu sungguh rasanya Mayang ingin sekali mengulang waktu yang sudah terjadi.
Ya, ia menyesal karena salah target.
Arya Gumilang Syailendra yang diduga oleh Mayang sebagai pewaris utama kekayaan keluarga Syailendra, ternyata cuma anak selir. Seharusnya ia mendekati dan menikah dengan Kresna.
Mayang sama sekali tak menduga ternyata Kresna yang berpenampilan biasa ketika kuliah dan selalu bersikap dingin alias cuek terhadap beberapa wanita yang mendekatinya di kampus, justru pria itu adalah putra mahkota keluarga Syailendra.
Sejak saat itu rumah tangga yang dijalani oleh Mayang bersama Arya terasa hambar bagi wanita itu. Dikarenakan semampunya Arya mencukupi kebutuhannya, tetap saja suaminya itu bukan pewaris utama yang bisa ia banggakan di depan banyak orang terutama teman-temannya.
☘️☘️
Kembali ke masa sekarang.
"Seharusnya pengantin baru masih masa bulan madu. Kenapa cepat sekali harus mengurus perihal koas?" tanya Dewa seraya menyeruput segelas kopi di depannya saat ini.
"Gusti Kresna lagi banyak pekerjaan di kantor, Mas. Jadi beliau gak bisa ninggalin begitu saja," jawab Janitra terpaksa berbohong pada Dewa. Walau bagaimanapun ia tetap harus menjaga nama baik sang suami di depan orang lain.
"Lagi pula saya sendiri pengin cepat selesaikan koas ini biar segera lanjut ujian kompetensi terus internship. Jadi dokter beneran deh. Hehe..." imbuhnya seraya tertawa kecil di depan Dewa.
Mereka berdua sedang berada di sebuah cafe.
"Rencananya nanti kalau udah jadi dokter beneran, mau ambil spesialis apa enggak?"
"Penginnya begitu. Kayak Mas Dewa kan sekarang udh jadi dokter spesialis," jawab Janitra.
"Aku juga baru lulus spesialis. Masih perlu banyak belajar dan praktek di lapangan biar makin jago," sahut Dewa.
"Mas Dewa udah jago dalam segala hal. Sekarang saja udah jadi wakil direktur rumah sakit Satya Medika,"
"Itu persoalan lain. Wakil direktur jalur ordal gak perlu dibanggakan,"
"Tetap keren, Mas. Kan zaman sekarang katanya tanpa jalur ordal, ijazah hanya selembar kertas biasa dan sudah umum."
"Aku tetap bangga sama kamu mencapai titik ini dengan usaha sendiri dan jerih payahnya yang pastinya tak main-main,"
"Makasih, Mas."
"Oh ya, cita-citamu pengin jadi dokter apa?" tanya Dewa.
"Aku pengin jadi dokter anak, Mas. Soalnya aku suka banget sama anak kecil. Hehe..." jawab Janitra seraya terkekeh sendiri di depan Dewa.
"Ya udah, tinggal bikin anak sama Kresna. Nanti Dokter Janitra makin semangat buat ngejar title dokter anak deh," goda Dewa.
Uhuk...uhuk...
Janitra yang sedang minum jus jeruk miliknya seketika terbatuk-batuk mendengar ucapan Dewa barusan yang ia tau bahwa pria di depannya ini sedang bercanda.
Dewa memang tipikal pria humoris. Sangat kontras bila dibandingkan Kresna yang selalu dingin dan cuek.
"Kamu enggak apa-apa, Jan?" tanya Dewa seraya mengelus punggung Janitra untuk mencegah jika Janitra tersedak atau hal negatif lainnya.
"Ah, a_ku ba_ik-baik sa_ja, Mas. Maaf u_dah bikin Mas Dewa khawatir," sahut Janitra sedikit terbata bercampur kikuk karena menyadari tangan Dewa menepuk lembut punggungnya.
Janitra sedikit kurang nyaman jika harus ada kontak fisik bila dengan lawan jenis saat ini kecuali untuk urusan pasien dan dokter yang berkaitan profesinya. Dikarenakan Janitra sekarang sudah menyandang status sebagai seorang istri. Suaminya juga bukan dari kalangan orang sembarangan.
Janitra tetap harus menjaga nama baik keluarga Syailendra dan perasaan Kresna. Walaupun Janitra tau bahwa Kresna tak akan pernah mencintai dirinya. Ia tetap akan menjalankan kewajibannya sebagai istri hingga kontrak pernikahan dengan Kresna berakhir.
Dewa menyadari jika Janitra kurang nyaman dengan sikapnya.
"Maaf, aku sama sekali tak bermaksud lancang. Aku hanya berusaha membantu. Aku khawatir kamu tersedak," ucap Dewa seraya tulus meminta maaf.
"Enggak apa-apa, Mas. Aku paham kok,"
Setelah itu, keduanya berlanjut obrolan perihal koas di Satya Medika. Janitra butuh banyak bimbingan dari Dewa agar nantinya ia mampu menjalankan pekerjaan di rumah sakit sesuai aturan dan jalurnya yang tepat tanpa kesalahan.
☘️☘️
Kantor Royal Grup.
Selepas meeting dengan klien, Kresna sedang bersama Panca dan Mayang di ruangannya.
Kresna menandatangi dokumen yang diberikan oleh Panca.
"Kamu boleh keluar," ucap Kresna pada Panca setelah ia menyerahkan dokumen pada asistennya tersebut.
"Gusti belum makan siang. Mau saya pesankan apa?" tanya Panca.
"Saya gak lapar. Nanti saja,"
"Jangan ditunda-tunda kalau urusan makan, Gusti. Nanti maag Gusti kambuh,"
"Cerewet sekali kau, Ca! Mirip perempuan!" sungut Kresna.
"Daripada nanti Gusti opname di rumah sakit, saya lebih repot. Jadi lebih baik saya ngomel sekarang," sahut Panca tanpa tedheng aling-aling.
"Terserah kamu, saja!" desis Kresna menyerah.
"Oke siap, Gusti."
Sepeninggal Panca, kini di ruangan CEO tinggal Kresna dan Mayang. Kresna sedang sibuk membaca laporan keuangan dari Mayang.
"Gimana kalau kita keluar ngopi?" tanya Mayang memecah keheningan yang ada. "Kebetulan ada cafe baru yang katanya kopinya enak di sana. Mungkin ada camilan yang cocok kalau kamu gak mau makan berat buat siang ini. Nama cafenya unik banget," imbuhnya.
"Namanya apa?" tanya Kresna balik tanpa menatap Mayang.
Kresna tetap fokus menatap lembaran kertas laporan keuangan yang dibuat oleh Mayang.
"Katresnan pisanan (cinta pertama)," jawab Mayang. "Sepertinya pemilik cafe itu membuat untuk wanita yang menjadi cinta pertamanya. So sweet banget Kres," sambungnya seraya ia tersenyum sendiri.
Seakan-akan Mayang baru saja memenangkan undian katakan cinta.
"Di mana tempatnya?" tanya Kresna.
"Kalau gak salah dekat rumah sakit Satya Medika," jawab Mayang.
Deg...
Seketika Kresna mengangkat pandangannya dan menatap serius ke arah Mayang.
"Satya Medika?" tanya Kresna kembali.
"Iya, bener. Ayo kita ke sana. Aku jamin kamu akan seneng deh," ucap Mayang terlihat begitu antusias.
"Bukankah Janitra hari ini pengajuan koas di sana. Apa sekalian aku mampir lihat Janitra di Satya Medika," batin Kresna yang tiba-tiba mendadak rindu ingin melihat wajah istrinya secara langsung walaupun dari kejauhan.
Bersambung...
🍁🍁🍁
gak bisa tidur karna belum berendam racikan rempah cinta ala janitra
wahhh KY nya ada yang mau unboxing nihh😅😅😅
kresna butuh di ninabobokan sama janitra😄