BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Sementara itu di mansion Edgar pemuda itu baru saja membuka ponselnya miliknya pemuda itu tanpa sadar tersenyum tipis membaca pesan dari Bianca,ia tampak nya menikmati cemilan di buat Mommy nya
"Boy, kapan kau mulai masuk kantor lagi?" tanya Leonardo, menatap Edgar dengan serius.
"Daddy, aku masih ingin mencari tahu penyebab kematian Ailiy, Daddy," jawab Edgar, mendongakan kepalanya menatap wajah Leonardo dengan tekad.
"Kau harus belajar mengikhlaskan kepergian Ailiy," ujar Leonardo dengan nada lembut, mencoba menenangkan Edgar. Tapi Edgar tidak mau mengalah.
"Bagaimana aku mau ikhlas, Daddy? Kematian Ailiy terasa ada yang janggal menurutku," jawab Edgar, meletakkan ponselnya di atas meja dengan gerakan yang tegas. "Aku sudah melakukan investigasi, tapi aku masih belum menemukan apa-apa yang konkret. Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres."
"Edgar, kau harus berhenti membiarkan dendam dan kesedihan menguasai diri mu. Kau harus fokus pada pekerjaanmu dan masa depanmu," kata Leonardo dengan nada bijak.
"Daddy, aku tak bisa melupakan Ailiy. Aku harus tahu apa yang terjadi padanya. Aku harus menemukan kebenaran," jawab Edgar dengan tekad yang kuat.
Leonardo menatap Edgar dengan datar, merasa bahwa anaknya masih belum bisa move on dari kesedihan.
"terserah kau saja"ujar Leonardo kembali membaca koran di tangannya
"Daddy kenapa Daddy selalu mencampuri urusanku, Daddy apakah kau tau terjadi ledakan di markas senjata mu"ujar Edgar dengan santai menatap wajah Leonardo datar
"apa!!, kenapa aku tak tau!!"seru Leonardo koran di tangannya terjatuh di lantai.
"aku harus segara pergi"ujar Leonardo menghampiri istri dan putri kecilnya
"sayang sayang ku,aku ingin keluar sebentar jangan keluar dari mansion sampai aku kembali ,jika ingin keluar ajak Samuel"ujar Leonardo mencium seluruh wajah istrinya sekilas
"Daddy pulang lah lebih cepat"ujar Allexa memeluk Leonardo dan mencium pipi Daddy nya
"iya princes Daddy, Daddy pulang lebih awal"ujar Leonardo lembut mengacak rambut Allexa
"Aku harus tahu apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab," kata Leonardo dengan nada yang tegas dan marah.
"Edgar, aku akan segera kembali dan kita akan membahas ini lebih lanjut," ujar Leonardo sebelum meninggalkan ruangan.
Edgar menatap ayahnya yang berjalan pergi dengan cepat, "Daddy, hati-hati," kata Edgar dengan nada yang santai, tapi dengan sedikit kekhawatiran.
Tapi Leonardo sudah tidak mendengarnya lagi, dia sudah terlalu fokus pada masalah yang sedang terjadi.
Leonardo langsung menuju ke mobilnya dan memerintahkan sopirnya untuk segera mengantarnya ke markas senjata.
"Cepat, aku harus tahu apa yang terjadi," kata Leonardo dengan tegas. Sopirnya langsung mengangguk dan menjalankan mobilnya dengan cepat.
...****************...
"Boss datang ke bar ** baru baru,gue udah ketemu CCTV,"
pesan masuk, Edgar membaca pesan itu dan tersenyum tipis. "Mommy, aku keluar sebentar," teriak Edgar, meninggalkan ruang tamu dan menuju ke pintu keluar.
Edgar langsung mengambil kunci mobilnya dan menuju ke mobil yang terparkir di depan rumah. Dia memulai mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan cepat, menuju ke lokasi yang telah ditentukan.
Dengan kecepatan yang stabil, Edgar menjalankan mobilnya menuju ke bar
Setelah beberapa menit Edgar tiba di bar ** dan langsung memarkir mobilnya di tempat parkiran. Dia keluar dari mobil dan mengamati sekita.
"bos!!"panggil Velix duduk di sofa
"mana rekaman nya?"tanya Edgar to the point duduk di sebelah Samudra
"Nih, tapi tengahnya sengaja dihapus," ujar Samudra, menunjukkan rekaman CCTV yang telah dipulihkan.
Terlihat di dalam rekaman, Ailiy yang sedang berjalan keluar dari pintu kelas yang Edgar tempati sekarang. Gadis itu terlihat sedang berjongkok mengambil sesuatu, tapi saat dia akan berdiri, seseorang mendekap mulutnya.
Edgar memperhatikan dengan seksama, dan dia bisa melihat bahwa orang yang mendekap Ailiy adalah seseorang dengan rambut panjang bergelombang. Selain itu, ada satu orang lagi yang berdiri di sampingnya, dan Edgar yakin bahwa itu adalah ketua geng yang telah lama dia cari.
Tapi saat Aliya ingin berlari, tiba-tiba rekaman itu hilang dan hanya menampilkan gambaran hitam acak. "Sialan!!" teriak Edgar, merasa frustrasi karena tidak bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya.
"Pelaku nya cewek, gue rasa itu cewek," ujar Kelvin, mencoba menganalisis rekaman yang telah dilihat.
"Nah, gue rasa juga gitu," ujar Velix, sependapat dengan Kelvin.
"Besok kita harus kembali ke tempat di mana Aliya di temukan," ujar Edgar, memutuskan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
"Lantai 4, udah di tutup gar semenjak kejadian itu," ujar Samudra, memberikan informasi tentang lokasi kejadian.
"Gue gak mau tau gimana pun caranya, kita harus bisa masuk," tegas Edgar, menunjukkan tekadnya untuk menemukan kebenaran.
Kelvin, Velix, dan Samudra mengangguk, menunjukkan kesepakatan mereka untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Mereka semua tahu bahwa ini tidak akan mudah.
"oh my God, Emangnya yah kalo jodoh tak akan kemana mana!!"pekikan seorang gadis di tengah lampu dan musik saat melihat Edgar.