NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Tidak ingin cerai

Dengan terpaksa Glen mengangkat telponnya.

"Halo!." 

"Aku berubah pikiran, Glen." 

"Melly?" Glen terpaku ternyata Melly yang menghubunginya.

"Setelah aku pikir-pikir aku tidak mau bercerai!, Aku tidak mau perusahaan mu itu. Aku ingin kembali dengan mu sekarang."

Glen diam dan menahan emosinya, kenapa bisa Melly berubah pikiran dan tidak ingin bercerai dengannya.

"Ap maksud mu?, kamu sudah berjanji padaku untuk menceraikan ku."

"Iya, tapi sekarang aku berubah pikiran. Aku tidak mau menceraikan mu!."

"Sial!," Glen mengerang kesal dan segera menghentikan mobilnya. 

"Aku minta maaf Glen, tapi Ibu mu tidak setuju dengan perceraian kita ini."

"Ha?, bagaimana dia bisa tahu?."

"Bukan kah kamu yang memberitahu Ibu, kalau kamu sedang berada di Indonesia dan menemui Amira?. Aku tidak tahu, tiba-tiba Ibu datang kerumah dan tidak setuju dengan kondisi kita sekarang." 

Glen mengingat waktu itu dia sempat dihubungi Ibu nya dan sudah tahu segalanya.

"Tidak bisa!, tolong kamu jelaskan kalau kita tidak cocok satu sama lain, Kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita yang tidak didasari cinta ini, Melly. Dan kamu juga tahu kalau kita tidak mencintai satu sama lain."

"Tapi aku tidak bisa, Glen."

"Tapi kenapa?," Glen mulai menguatkan suaranya dan merasa prustasi. "Melly kita sudah memutuskan dan tidak akan bisa diubah lagi, dan surat perceraian kita sudah diurus."

"Maaf Glen."

"Ap maksud mu," Glen semakin tidak habis pikir.

"Aku tidak akan menandatangi surat perceraian kita."

"Apa yang mamah katakan padamu sampai kamu bisa berubah pikiran?" Tanya Glen lirih menahan emosinya.

"Dia hanya tidak setuju, tidak ada hal lain. Dan aku berpikir apa yang Ibu mu katakan adalah baik untuk kehidupan kita kedepannya."

"Melly kamu sudah berjanji, tidak bisa seperti ini. Dan aku tidak akan merasa baik kalau menikah dengan orang yang tidak aku cintai, aku juga tahu kalau kamu tidak akan bahagian dengan ku, Mel."

"Sekarang tidak lagi, Glen. Kalau untuk kebahagiaan kita bisa bangun bersama, Cinta bisa muncul kalau kita sama-sama menjaga hubungan kita. Aku tidak ingin bercerai!." Lalu Melly mematikan Hp nya.

"Melly!, Melly!. Siall!." Glen mengacak rambutnya prustasi, dia tidak pernah berpikir hal ini akan terjadi. 

"Kenapa kamu melakukan ini pada ku, Mah?. Kamu telah menghancurkan hidup ku, Aku membencimu!." Tegas Glen mengepal tangannya emosi. 

Dengan cepat Glen mencari nomor Ibunya di Hp nya dan berniat menghubunginya. 

"Halo, sayang!"

"Kenapa?, kenapa mama lakukan ini?."

"Ini demi masa depan mu, sayang." Ucapnya lebut 

"Masa depan apa?, masa depan suram?."

"Glen, mamah berusaha mempersiapkan masa depan yang baik bagimu. Aku ingin kamu menikah dengan cewe yang berkelas, bukan Amira yang kampungan itu. Dia tidak pantas untuk mu. Jadi, Stop! mengejarnya. Segeralah pulang!."

"Apa maksud mu?, aku tidak akan mau kembali. Aku mencintai Amira, dan dia salah satu Cewe yang terbaik dalam hidupku. Tidak akan tergantikan orang lain."

"Berani kamu melawan mamah sekarang?."

"Maksud mama apa?, apa aku harus diam terus ketika aku tidak mendapatkan kenyamanan dalam hidupku?, apa aku tidak berhak memilih apa yang aku mau dalan hidupku?, kenapa Mamah selalu mempersiapkan segalanya bagiku meskipun aku tidak mengharapkannya. Mamah terlalu ikut campur!."

"Itu karena aku peduli, Glen!."

"Tidak, kamu tidak peduli terhadapku!." Tegasnya menahan amarah. "intinya aku tidak akan pernah kembali, perceraian itu akan terjadi." Dengan penuh amarah dan kekesalan Glen mematikan Hp nya dan melemparkannya secara acak di dalam mobilnya.

"SIAL!!" Die berdecak kesal dan membanting setir mobilnya.

Baru saja dia berhasil mendapatkan hati Amira, tetapi kenapa semuanya tiba-tiba kacau seperti ini. Tidak!, Glen tidak akan kembali dia akan bersama dengan Amira dia tidak mau meninggalkan Amira lagi. Dia sudah berprinsip akan menikah dengan Amira apapun rintangannya dan akan membahagiakan Amira, selamanya.

**

"Amira!." Panggil Kevin sambil membunyikan bell rumah Amira beberapa kali.

"Kevin?." Ucap Amira setelah membuka pintu.

"Hai, boleh aku masuk?"

"Tentu saja, silahkan." Ucapnya mepersilahkan Kevin masuk kerumah. "Apa yang membawamu datang kesini?." Tanya nya.

"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu."

"Apa itu?," tanya Amira menatap Kevin bingung.

"Aku penasaran dengan hubungan mu dan Pria itu, siapa namanya?, Oh iya Glen. Apa kamu masih mencintainya?."

Amira terdiam. Kenapa Kevin tiba-tiba menanyai tentang Glen.

"Aku minta maaf kalau bertanya seperti ini, Mir. Tapi sebagai teman mu aku ingin tahu apakah keadaan mu baik-baik saja sekarang setelah Glen datang?."

"Oh, sekarang kami tidak ada hubungan apa-apa. Dan aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir." Jelasnya tidak ingin Kevin terlalu memikirkan hubungan mereka.

"Benarkah?, apa kamu tidak mencintainya lagi?" tanya nya serius. Amira bisa melihat Kevin sangat penasaran tentang perasaanya terhadap Glen. 

"Kevin, sebaiknya kita tidak perlu membahas ini." Ucap Amira.

Kevin terdiam, dia paham Amira tidak mau mengatakannya, kalau Amira masih ada perasaan kepada Glen.

"Kebetulan kami pernah bertemu, dan aku mengatakan kalau kita ini adalah pasangan." Jelas Kevin.

Amira menatap Kevin bingung.

"Aku minta maaf, aku melakukan ini karena aku khawatir dia akan bersikap kurang ajar padamu, dan aku tidak mau kamu merasa terganggu olehnya, makanya aku mengatakan itu."

"Oh, baiklah. Tidak masalah Kevin, terimakasih ya."

"Sama-sama, Amira. Aku akan terus membantu mu."

"Em, kamu sangat baik. tapi kedepan nya kamu tidak perlu berpura-pura menjadi pasangan ku lagi," Seketika Kevin merasa bingung. "Karena Glen sudah tahu hubungan kita seperti apa."

Kevin terdiam, dia merasa tidak senang mendengarnya. Namun dia berusaha memahami Amira.

"Oh begitu, baik lah kalau begitu."

"Oh iya, apa kamu tidak pergi ke acara itu nanti?."

"Aku pergi, ini aku mau bersiap-siap. Dan aku harus menyaksikan acara ini berjalan lancar. bagaimana dengan mu?, apa kamu tidak pergi?."

"Tidak, aku tidak pergi keacara yang tidak mengundangku."  

Amira terdiam merasa tidak enak. Dia tidak tahu kalau Kevin tidak diundang, meskipun Kevin termasuk memiliki saham di cafe itu bukan berarti Kevin sembarangan mengikuti acara orang lain kalau mereka tidak mengundangnya, Amira memahami itu.

"Kalau begitu, bersiaplah. Semoga menyenangkan dipestanya ya. jaga dirimu." Ucap Kevin tersenyum.

"Baik lah, terimakasih Kevin."

"Aku pergi dulu ya, bay."

"Bay." 

Amira merasa bersyukur adanya Kevin didalam hidupnya selama ini. Kevin sudah sangat banyak membantunya dari masa-masa sulit yang dia hadapi dulu ketika kepergian kedua orang tuanya. Kevin membantunya membangun bisnisnya hingga seberkembang saat ini. Dia sangat berhutang banyak kepada Kevin.

Malam pun tiba, Acara keluarga Alvero akan segera dilaksanakan dan di Cafe itu sudah banyak tamu datang termasuk keluarga inti Alvero. 

Amira memperhatikan dengan seksama setiap tamu yang berada disana. Dia melihat calon pengantin keluarga Alvero dan begitu takjubnya dia melihat Kakak Alvero yang terlihat anggun dan cantik sekali. Hatinya mulai merasa berat, setiap kali melihat pernikahan orang dia menjadi mengingat setiap momen yang dulu dia lalui bersama Glen. Dia sudah menaruh seluruh hatinya kepada Glen sejak itu, dan dia berharap Glen akan menikahinya. 

Kalau Glen benaran kembali tiga tahun lalu, mungkin mereka sudah menikah sekarang, namun nyatanya tidak. Hal itu tidak terjadi, dan membuat Amira tidak bisa membuka hati kepada pria siapa pun, karena harapan dan hatinya sudah pupus di hidup Glen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!