NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Jiang Chen terdiam sejenak, membiarkan angin malam menyapu kata-kata wanita itu.

"Sial, ternyata hidup orang kaya juga bisa semenjijikkan ini," batin Jiang Chen sambil menggaruk kepalanya.

"Dengar Nona, dikhianati oleh keluarga sendiri memang sangat menyakitkan," ucap Jiang Chen dengan nada yang tiba-tiba berubah serius.

"Tapi melompat dari gedung ini tidak akan mengubah keadaan atau membalas dendammu."

"Justru sebaliknya, bajingan-bajingan yang mengkhianatimu itu akan berpesta pora malam ini merayakan kematian bodohmu."

Bahu wanita itu bergetar hebat mendengar perkataan tajam Jiang Chen.

"Apa kau rela membiarkan mereka menang begitu saja setelah semua yang mereka lakukan padamu?" pancing Jiang Chen lebih dalam.

"Hiduplah, Nona. Hiduplah dan buat hidup mereka terasa seperti di neraka."

Wanita itu menundukkan kepalanya, isak tangisnya mulai terdengar memilukan menembus suara angin.

Pertahanannya mulai runtuh, dan tangannya perlahan bergerak untuk menggenggam pagar besi pembatas.

Namun tepat pada detik itu, hembusan angin tiba-tiba mengamuk dengan sangat kencang.

Srek.

Sol sepatu hak tinggi wanita itu terpeleset di tepian beton yang basah oleh embun malam.

"Ah!" jerit wanita itu dengan panik.

Matanya membelalak lebar saat keseimbangannya hilang total dalam sepersekian detik.

Tubuhnya condong ke depan, ditarik paksa oleh gravitasi bumi yang tidak kenal ampun.

Insting bertahan hidupnya muncul seketika, namun jari-jarinya gagal menggapai pagar besi.

Pikiran Jiang Chen langsung kosong melihat kejadian di depan matanya.

Map berisi resume yang sangat berharga baginya langsung dilempar begitu saja ke lantai.

Tap tap tap.

Langkah kaki Jiang Chen menghantam beton atap sekuat tenaga, mengabaikan rasa lapar yang menyiksa tubuhnya.

Dia melemparkan tubuhnya sendiri ke depan, melompat dan mencondongkan setengah badannya melewati pagar pembatas.

Grep.

Jari-jarinya berhasil mencengkeram pergelangan tangan wanita itu tepat saat tubuhnya mulai melayang jatuh.

Sentakan berat tubuh wanita itu di udara hampir merobek paksa sendi bahu kanan Jiang Chen.

"Uargh!" erang Jiang Chen dengan wajah memerah menahan sakit.

Urat-urat di leher dan lengannya menonjol keluar karena menahan beban mati yang menggantung di bawah sana.

"Tolong! Tolong tarik aku!" teriak wanita itu histeris sambil menangis menatap jurang kematian di bawah kakinya.

Wajahnya pucat pasi, seluruh keberaniannya untuk mati sirna tak berbekas digantikan ketakutan yang luar biasa.

"Tadi kau bilang ingin mati! Kenapa sekarang malah menangis minta tolong, hah?!" bentak Jiang Chen dengan gigi gemeretak.

"Aku tidak mau mati! Kumohon tarik aku ke atas!" balasnya sambil memegang erat tangan Jiang Chen.

"Sialan! Kau pikir badanmu itu ringan?!" raung Jiang Chen.

Tangan kanan Jiang Chen bergetar hebat menahan beban, sementara tangan kirinya berpegangan erat pada tiang pagar beton.

Badannya sama sekali tidak punya tenaga cadangan karena belum makan dengan layak selama berhari-hari.

"Pegang tanganku erat-erat! Jangan sampai terlepas!" teriak Jiang Chen.

Dia menarik napas panjang, mengumpulkan sisa-sisa tenaga terakhir yang ada di setiap sel ototnya.

Dengan raungan keras, dia menarik tubuh wanita itu sekuat tenaga ke atas.

Bruk.

Wanita itu berhasil dilempar melewati pagar dan jatuh berguling di lantai atap yang aman.

Dia terengah-engah dan gemetar hebat, meringkuk di lantai sambil menangis tersedu-sedu.

Namun momentum tarikan brutal itu justru membawa petaka bagi sang penyelamat.

Tangan kiri Jiang Chen yang licin oleh keringat dingin terlepas dari tiang pagar.

Sol sepatu pantofel murahannya yang sudah tipis kehilangan pijakan pada tepian beton yang berlumut.

Tubuhnya tergelincir lurus ke depan, melewati tepi gedung.

"Hah?" batin Jiang Chen bingung.

Mata Jiang Chen terbelalak lebar saat melihat tepian atap gedung tiba-tiba bergerak menjauh ke atas.

"TIDAK!" jerit wanita itu dari atas sana.

Angin malam yang tadi terasa dingin kini merobek gendang telinga Jiang Chen dari bawah ke atas.

Gedung-gedung kaca memantulkan bayangannya yang meluncur jatuh dengan kecepatan yang mengerikan.

Perutnya terasa sangat mual dan udara dipaksa keluar dari paru-parunya.

Kepanikan total menyita isi kepalanya hingga dia bahkan tidak mampu mengeluarkan suara teriakan.

Kematian terasa sangat nyata dan sedang membuka mulutnya lebar-lebar di bawah sana.

"Aku belum mendapat pekerjaan! Aku belum menikah! Kenapa aku harus mati konyol seperti ini?!" rutuk Jiang Chen dalam hati dengan penuh penyesalan.

Dia memejamkan matanya rapat-rapat, bersiap menunggu rasa sakit luar biasa dari hantaman aspal yang akan menghancurkan tubuhnya.

Wusss.

Tiba-tiba, langit di atasnya seolah terbelah dua.

Dari sela-sela matanya yang terpejam, Jiang Chen melihat sesuatu yang tidak masuk akal.

Sebuah kilatan cahaya keemasan yang sangat terang melesat dari langit gelap.

Cahaya itu menyilaukan, membawa hawa hangat yang misterius, dan bergerak jauh lebih cepat dari kecepatan tubuhnya yang sedang jatuh.

Sebelum Jiang Chen sempat bereaksi, cahaya misterius itu menghantam tepat di tengah dahinya.

Bzzzt.

Rasa sakit yang sangat asing meledak di dalam tengkoraknya.

Bukan rasa sakit dari benturan fisik, melainkan jutaan baris teks kuno, teknik pengobatan, dan diagram meridian tubuh manusia yang disuntikkan secara paksa ke dalam otaknya.

Tubuhnya yang sedang meluncur jatuh tiba-tiba melambat di udara, diselimuti oleh kepompong energi keemasan yang hangat.

Jiang Chen tidak bisa lagi merasakan tubuh fisiknya.

Matanya berputar ke atas, dan kesadarannya langsung tertelan oleh kegelapan yang pekat.

1
watno antonio
lanjut thorrrrr ceritanya rame.up yang banyak thor
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!