NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sagara?

Hazel memicingkan matanya, menatap tajam pria tinggi yang kini menunduk lemas di hadapannya. Dari penampilan Sagara yang amat sederhana kaos oblong yang tampak agak longgar dan gaya rambut acak-acakan yang menutupi dahinya pria ini sama sekali tidak terlihat seperti penghuni, apalagi pemilik dari mansion seluas dan semewah ini.

Dengan tatapan menelisik dan penuh selidik, Hazel memajukan langkahnya satu kali lagi. Aura dingin dan dominan yang dibawanya dari Eropa membuat atmosfer di dapur itu terasa makin menghimpit.

"Kau siapa di sini?" tanya Hazel lagi, suaranya terdengar makin tegas dan tak sabaran. "Pembantu baru? Atau tukang kebun?"

Sagara meremas ujung kaosnya, memindai pecahan gelas di lantai sebelum akhirnya memberanikan diri menjawab dengan suara pelan dan terbata-bata.

"A-aku... suami Nona Cateline," jawab Sagara nyaris seperti bisikan.

Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Sagara, mata Hazel melebar seketika. Raut wajahnya yang tadinya dingin berganti dengan ekspresi kaget yang tak mampu ia sembunyikan. Hazel terdiam beberapa detik, mencoba mencerna informasi yang terasa sama sekali tidak masuk akal baginya.

"Suami?" ulang Hazel dengan nada tinggi dan tidak percaya. "Dia sudah menikah?!"

Sagara tidak berani menatap Hazel secara langsung. Ia hanya menundukkan kepalanya makin dalam, lalu mengangguk pelan sebagai jawaban.

Hazel tertawa tipis, menggeleng-gelengkan kepalanya. Kakaknya Cateline Adelia adalah wanita paling perfeksionis, berprestasi, dan dijunjung tinggi di keluarga besar Adeline. Bagaimana mungkin wanita seanggun dan sesempurna itu memilih pria berpenampilan cupu dan penakut seperti Sagara untuk menjadi suaminya?

"Sejak kapan?" desak Hazel, melipat kedua tangannya di dada sambil terus memandangi pria di depannya.

"Su-sudah dua tahun..." sahut Sagara lirih.

"Denganmu?" Hazel menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, memastikan kembali jawaban itu. "Cateline menikah denganmu selama dua tahun?"

Sekali lagi, Sagara menganggukkan kepalanya dengan pelan dan ragu. Sikapnya yang begitu serba salah dan takut-takut justru makin memicu rasa penasaran Hazel akan apa yang sebenarnya terjadi di rumah megah ini selama ia berada di Eropa.

Sagara melangkah ragu satu-dua kali ke depan, mendekati Hazel yang masih berdiri mematung. Pria itu sedikit mencondongkan tubuhnya ke bawah karena posturnya yang jauh lebih tinggi sambil menyipitkan mata di balik poni acak-acakannya.

"K-kau... kau pasti adiknya Nona Cateline, kan?" tanya Sagara lirih. Suaranya terdengar sangat sopan, namun ada keraguan yang begitu besar mengambang di sana.

Alis Hazel bertaut makin rapat. Matanya yang tajam memindai ekspresi pria di depannya. Ada satu kata yang terasa sangat janggal di telinganya.

"Nona?" ulang Hazel dengan nada heran yang sangat jelas. "Kenapa kau memanggil istrimu sendiri dengan sebutan 'Nona'?"

Sagara langsung meremas ujung bajunya, mengalihkan pandangan ke lantai seolah-olah jubin marmer itu adalah hal paling menarik di dunia. Ia menelan ludah sebelum menjawab dengan terbata-bata. "N-Nona Cateline... beliau tidak suka kalau aku memanggilnya dengan sebutan lain. Beliau yang menyuruhku memanggilnya begitu..."

Mendengar penuturan itu, Hazel makin dibuat tidak habis pikir. Rasa heran di dadanya kini berganti menjadi kebingungan yang luar biasa. Pernikahan macam apa yang menyuruh suami sah memanggil istrinya sendiri dengan sebutan formal seperti seorang majikan dan pelayan?

Hazel memajukan tubuhnya, menatap lurus ke arah Sagara. "Jadi... kenapa kau menikah dengannya kalau perlakuan dia padamu seperti ini?"

Sagara membisu. Pria tinggi itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan. Wajahnya polos, tanpa ekspresi, seolah dirinya sendiri memang tidak memiliki jawaban atas pertanyaan sederhana itu atau mungkin, ada rahasia besar yang sengaja ia simpan rapat-rapat.

Melihat respons bodoh dari pria di depannya, Hazel menggeleng tak percaya hingga mulutnya sedikit melongo. Logika dan akal sehatnya benar-benar diuji hari pertama ia menginjakkan kaki di rumah ini.

"Astaga... aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran kalian berdua," cetus Hazel sambil menepuk jidatnya pelan.

Ia tidak mau membuang-buang energi lebih banyak lagi untuk menginterogasi pria aneh ini. Tanpa berpesan apa-apa lagi, Hazel memutar tubuhnya dengan cepat, meninggalkan Sagara yang masih berdiri mematung di area dapur.

Hazel berjalan melintasi ruang tengah, menaiki tangga dengan langkah lebar dan penuh emosi. Ia membuka salah satu pintu kamar di lantai atas, menyeret kopernya masuk, dan membanting pintu itu hingga tertutup rapat.

Hazel menghempaskan tubuhnya yang lelah ke atas kasur empuk berukuran king size di kamar barunya. Bau harum linen bersih langsung menyapa indra penciumannya, namun pikirannya sama sekali tidak bisa tenang. Bayangan Sagara pria jangkung dengan kaos melar, rambut berantakan, dan tatapan ketakutan terus berputar-putar di kepalanya.

Gadis itu menatap langit-langit kamar dengan kening berkerut. "Pria cupu dan polos seperti itu... jadi suami Cateline?" batin Hazel penuh keheranan.

Setahu Hazel, kakaknya adalah tipe wanita dengan standar setinggi langit. Cateline menyukai segala sesuatu yang sempurna, mewah, dan berkelas. Pria yang disandingkan dengannya seharusnya adalah seorang pengusaha sukses, CEO berjas rapi, atau setidaknya pria dari kalangan bangsawan yang elegan. Namun Sagara? Pria itu justru terlihat seperti seorang pemuda malang yang secara tak sengaja terperangkap di dalam istana mewah. Logika Hazel benar-benar tidak bisa menerima dinamika aneh ini.

Merasa kepalanya makin pusing jika terus memikirkannya, Hazel memilih menghela napas panjang. Ia memiringkan posisinya, memeluk bantal empuk, dan memejamkan mata. Rasa lelah akibat penerbangan puluhan jam dari Eropa akhirnya berhasil menariknya ke dalam tidur siang yang lelap.

Sementara itu, di pusat kota yang sibuk, berdiri sebuah gedung pencakar langit megah yang menjadi markas utama bisnis keluarga Adeline. Di dalam ruang kerja utama yang berada di lantai tertinggi, suasana tampak begitu tenang dan penuh dengan dominasi.

Di balik meja kerja berbahan kayu mahoni yang mahal, duduklah Cateline Adelia. Wanita berusia 25 tahun itu memancarkan pesona luar biasa yang tak terbantahkan. Dengan lekuk tubuh yang sempurna dalam balutan blazer elegan dan riasan wajah yang selalu tajam memikat, Cateline adalah definisi nyata dari seorang wanita karir yang sukses. Ia memiliki segalanya: kecantikan, kekayaan, kekuasaan, dan status sosial yang disegani banyak orang.

Pintu ruangan terketuk pelan sebelum seorang wanita muda berpenampilan rapi masuk membawa map dokumen. Ia adalah Clarissa, asisten pribadi kepercayaan Cateline.

"Nona Cateline," panggil Clarissa dengan nada sopan sembari meletakkan dokumen di atas meja. "Saya baru saja menerima laporan dari sopir."

Cateline tidak langsung menoleh. Tangannya masih sibuk membubuhi tanda tangan pada berkas-berkas penting di depannya. "Laporan apa?"

"Nona Hazel sudah tiba di rumah Anda dengan selamat, Nona," jawab Clarissa ragu-ragu, mengamati perubahan raut wajah atasan sekaligus bosnya itu.

Gerakan tangan Cateline terhenti seketika. Raut wajah cantiknya mendadak berubah dingin. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa malas dan jijik.

"Oh, anak haram itu sudah sampai?" bisik Cateline dengan nada meremehkan.

Clarissa menunduk, tidak berani menyela. "Apakah Anda ingin saya menyuruh seseorang untuk mengawasinya lebih ketat, Nona?"

Cateline terkekeh pelan, sebuah tawa dingin yang membuat suasana ruangan makin mencengkam. Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap tajam ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota.

"Tidak perlu," sahut Cateline santai. "Biarkan saja dia berada di rumahku. Jangan diusir, jangan pula disambut."

Ia merapikan kuku-kukunya yang dipoles rapi, lalu melanjutkan dengan kalimat yang penuh intrik, "Lagi pula... kedatangannya kali ini justru sangat menguntungkan. Gadis kecil itu akan sangat berguna untuk rencanaku selanjutnya."

1
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
berry
yg banyak up nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!