NovelToon NovelToon
Musuh Disekolah, Pasutri Dirumah

Musuh Disekolah, Pasutri Dirumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Romantis / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.

Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.

Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.

Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Monisha Affan 01.

Jam dua belas malam itu, Monisha Zara Kusuma atau yang biasa dipanggil Mona, lagi main game mobile legends walau mama nya berteriak menyuruh nya untuk tidur.

"Eh mah tanggung satu match lagi, ini baru di mulai" Jawab Mona dengan teriakan.

Dari arah pintu kamar, Mama Anggun Kusuma sampai mengelus dada sabar, sudah tiga kali padahal beliau nyuruh anak gadis semata wayang nya tidur. Yang pertama jam sepuluh malam, yang kedua jam sebelas malam, dan ini yang ketiga jam dua belas malam.

Hingga di jam satu malam, Mona sudah tidak bermain game lagi, gadis itu lagi lihat video pendek tentang idol favorit nya yaitu KPop korea asal Indonesia yaitu carmen.

Disaat yang bersamaan, justru Mona kaget saat mamanya asal masuk ke dalam kamar sambil membawa sapu karena gadis itu tak kunjung tidur.

"Mama!! iya iya Mona tidur!" Mona panik pada akhirnya

"Dibilang tidur bandel amat sih! Sini HP nya mama sita!" Ancam mama Anggun.

"No mama, iya-iya Mona tidur" Kata Mona, alih-alih buat mama terkecoh, lalu pergi dari kamar. Tapi mona sadari kalau beliau masih pantengin ulahnya di samping ranjang.

Hingga di satu menit kemudian, Mona lantas menarik selimut sebatas leher dan beneran tidur sampai bangun di jam setengah tujuh pagi.

"MAMAAA KENAPA GAK BANGUNIN MONA!" Teriak Mona langsung tersentak dari ranjang saat melihat jam pada ponselnya, lebih sial nya lagi semalam daya ponsel Mona lupa di isi. "Anjir lah!"

Mona yang panik takut terlambat langsung pergi ke kamar mandi setelah mengambil seragam.

Pukul tujuh kurang sepuluh menit. Mona sudah siap walau buru-buru menyalami punggung telapak tangan sang mama yang terlihat kesal, terlebih menyalami punggung telapak tangan papa yang terlihat tak acuh sambil bermain hp nya.

Mona adalah putri konglomerat terkaya nomor dua se-Indonesia. Keseharian nya yang super mewah sudah membawanya hidup seenak jidat.

Kedua orang tua sudah capek menghukum anak nya yang kepalang sulit diatur, jadi orang tua membiarkan Mona bangun telat seolah akan mengalihkan hukuman itu ke pihak sekolah.

Monisha telah sampai di gerbang sekolah di jam tujuh lebih sepuluh menit.

Mona menyeka keringat yang kemudian melihat-lihat situasi. Jika dirasa aman, gadis itu langsung nyelonong masuk ke dalam gerbang awal sekolah.

Namun bukan nya Mona berhasil menembus ke gerbang utama, justru yang ada kerah seragam bagian belakang Mona ditarik ke belakang oleh seseorang.

"Mau kemana kamu?" Tanya Affan Pradipta, ketua OSIS yang kebetulan masih berjaga di gerbang sekolah. Affan sempat dipanggil oleh guru BK, hanya untuk disuruh balik ke gerbang untuk menutupnya karena satpam sekolah lagi di panggil kepala sekolah, tapi ia justru melihat siswi perempuan yang sedang merindik-rindik masuk.

"Hehe" Mona nyengir. "Masuk ke dalam kelas, masa mau bolos si?" Jawabnya tak bersalah.

"Kau tahu tidak sekarang jam berapa?" Tanya Affan menatap tegas.

"Affan ini serius" Mona nampaknya mulai bersandiwara. "Hari ini ada kejadian! tadi saya naik ojol ya kan. Terus ban motor nya tiba-tiba bocor. Jadi saya nunggu dulu" Mona memberi klarifikasi penuh dengan kedustaan.

Alih-alih dikelabui, justru Affan mendengus geli seraya mengingat Mona di hari kemarin juga terlambat sekolah, alasannya lampu merah di perempatan itu mati. Padahal yang Affan tahu kalau rumah Mona gak melewati lampu merah untuk sampai ke sekolah ini.

Tanpa bicara lagi, Affan mengambil pulpen di saku seragam, lalu membuka buku catatan yang di pegang nya untuk menulis nama Monisha sebagai daftar murid bermasalah hari ini.

Hanya dengan begitu, reflek cepat dari Mona lekas merebut bolpoin itu untuk ia buang ke sembarang arah. "Jangan tulis nama saya lagi, please Affan!" Pinta Mona.

Sedangkan Affan tak acuh sambil mengambil bolpoin nya yang tergeletak di sudut pot bunga.

"Kemarin saya sudah beri kamu kesempatan, saya loloskan kamu, sekarang kamu malah nambah parah, sudah telat, dasi ga dipakai, sepatu tali merah" Tegas Affan.

"Ya namanya orang lagi buru-buru gimana? Toh kamu waktu kelas satu juga pernah telat kan, Hah!" Mona melawan, sebagaimana fakta nya Affan di kelas satu pernah kena hukum oleh anggota OSIS bersama Mona saat itu.

"Gausah ceritakan yang dulu-dulu, sekarang kamu jelas melanggar aturan sekolah. Sudah berapa hari? tiga hari. Oke hari ini saya enggak mencatat kamu di buku.. Tapi kamu ikut saya!" Kata Affan seraya menarik Mona masuk ke dalam halaman sekolah hingga ke tengah lapangan.

"Kamu berdiri disini! Sedangkan saya akan bilang ke guru matematika kalau kamu akan masuk ke kelas setengah jam setelah pelajaran berlangsung" Tegas Affan.

"Affan! kamu jangan becanda! Saya gak mau! Hawanya sudah panas monyet!" Amuk Mona.

"Kalau tidak mau, saya akan lapor ulah kamu ke kepsek sekalian biar kamu dikeluarkan dari sekolah ini, sekarang pilih mana?" Ancam Affan memberi pilihan.

Secara, Mona memilih berdiri di tengah lapangan dari pada harus di keluarkan dari sekolah, mengingat Mona di sekolah ini sudah terkena surat peringatan kedua. Maka jika Mona dapat surat peringatan ketiga maka pihak sekolah akan bertindak tegas.

Tanpa disadari, ketegasan Affan dilihat oleh guru BK dan kepsek di balik kaca ruangan kepala sekolah. Keduanya tidak ikut campur selama ketua OSIS yang sangat di percaya sedang menghukum murid yang sering melanggar peraturan sekolah itu.

Mona dengan Affan pun belajar seperti biasa sampai bel pulang sudah berbunyi.

Saat ingin keluar dari kelas, hp dari Mona dan Affan sama-sama mendapatkan notifikasi pesan WhatsApp dari orang tua nya masing-masing. Mereka disuruh datang ke restoran padang bintang lima yang ada di jakarta selatan.

Sementara dari arah meja paling depan pojokan sana, justru Affan menghela nafas jengah, niat mau rapat OSIS bersama anggota lain, justru mama nya tiba-tiba mengundang nya datang kesana.

Hingga Affan mendadak membatalkan agenda rapat OSIS nya, lalu digantikan di hari esok.

Tanpa menaruh curiga, Affan bergegas pergi ke restoran yang sudah di tunjuk oleh orang tua nya.

......................

...****************...

To be continue,

1
Shabrina Darsih
keahuan juga sm sahabat mona
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan
Shabrina Darsih
mona. mennding jujir aja sm sahabat nya andini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!