Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 24 Sensasi panas yang luar biasa menyengat seketika meledak di titik temu kami. Jari telunjuk dan jari tengah Adrian mendarat tepat di atas telapak tanganku, tepat di atas bekas luka jahitanku. N
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 24 Undangan Tembaga dan Terapi di Atas Luka Sinar matahari pagi yang menembus celah tirai beludru kamarku terasa seperti sebuah ironi. Terlalu terang, terlalu hangat, sangat kontras dengan kegela
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 23 "Kau menyelamatkanku dari serangan panikku dengan menolak ciuman itu," bisiknya parau, menyadari alasanku memalingkan wajah tadi. "Aku menyelamatkanmu karena aku butuh rekan kerja yang waras,
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 22 Ciuman yang Tertunda dan Sumpah di Atas Marmer Udara di dalam ruang kerja itu seakan menguap tanpa sisa, digantikan oleh karbon dioksida yang beracun dan memabukkan. Satu milimeter. Hanya itu
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 21 Lorong mansion terasa membekukan tulang, namun amarah di dadaku terlalu panas untuk bisa dipadamkan. Aku tiba di depan pintu ganda kayu ek berukir rumit. Di sebelah kenop pintu, terdapat panel
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 20 "Pertama, singkirkan kepala pelayan bernama Martha itu dari rumah ini sebelum aku benar-benar mematahkan lehernya," titahku tanpa ragu. Sudut bibir Adrian berkedut, membentuk senyum miring ya
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 19 Helai Rambut dan Hitamnya Keterikatan Badai telah berlalu, menyisakan sisa-sisa titik hujan yang menempel pada kaca jendela raksasa mansion Vance. Sinar matahari pagi yang pucat menyusup masuk
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 18 Namun, melihat dadaku yang naik-turun dengan cepat dan wajahku yang basah oleh keringat dingin serta air mata, akal sehat Adrian runtuh. Dengan napas yang tertahan, ia menarik ujung lengan kem
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 17 Aku terengah-engah dalam dekapannya, mencengkeram lengan kemejanya dengan sisa tenaga yang kumiliki. Rasa sakit di dadaku membuatku nyaris tak bisa bernapas, namun aroma pinus yang menenangkan
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 16 Aku terengah-engah dalam dekapannya, mencengkeram lengan kemejanya dengan sisa tenaga yang kumiliki. Rasa sakit di dadaku membuatku nyaris tak bisa bernapas, namun aroma pinus yang menenangkan
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 15 Gemetar di Ujung Jari dan Obsesi yang Menyala Kilat menyambar liar di luar jendela, melemparkan pendar cahaya putih yang menyoroti rahang tegas Adrian dalam kegelapan perpustakaan. Pernyataan
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 14 Di saat yang bersamaan, sisa jiwa Erena ikut menangis. Bayangan ayah Erena yang menamparnya, Nyonya Vance yang memandangnya jijik, dan keputusasaan saat Erena memanjat balkon lantai tiga, ikut
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 13 Sonata di Bawah Hujan dan Napas yang Tertahan Udara di tangga utama itu terasa seolah tersedot habis. Adrian masih mengurungku dengan kedua lengannya, matanya yang kelam membakar langsung ke
0
0
Teman rasa rumah
Di selasa malam yang gelap tanpa bintang, terdengar kabar duka jika telah meninggal satu warga kami di desa x. Hal ini sontak saja membuat tim janaiz bergerak cepat untuk melihat kondisi jenazah. " B
0
1
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 12 Martha. Kepala pelayan mansion Vance. Anjing penjaga setia milik Nenek Adrian, Madam Vance, yang paling sering menyiksa Erena secara sembunyi-sembunyi karena menganggap Erena tak lebih dari sam
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Sudut bibir Adrian berkedut samar, membentuk seringai yang sangat tipis dan berbahaya. Alih-alih marah karena diusir, pria itu justru mengambil cangkir kopi hitam dari nampan, membawanya ke bibir, dan
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 10 Melodi Kepedihan dan Secangkir Kopi Pahit Cahaya pagi menyusup lewat celah tirai beludru tebal, melukis garis-garis keemasan di atas lantai pualam yang dingin. Aku membuka mata perlahan, disa
0
0
Petak Umpet #2
(Silahkan baca yang #1 di akun ku ya, biar ngerti dan nyambung ceritanya) Di suatu tempat yang asing, seorang anak laki-laki kembali berlari-lari di area taman. Langkahnya terengah-engah, matanya lia
0
3
kutipan perpisahan
melihatmu berjalan tanpa menoleh ke arahku,rasanya seperti orang asing. atau mungkin,memang seperti itulah aku bagimu. karena bagiku,kamu adalah seseorang yang sangat kuhafal hadirnya,harumnya,suara
0
1
Gadis mafia dan ceo tampan
Bab 9 Dulu, saat aku menjadi Capo Bratva, timah panas menembus bahuku dan aku mencabutnya sendiri menggunakan pisau belati tanpa anestesi. Setitik luka robek karena kaca ini tidak ada apa-apanya. Nam
0
0