Janji Yang Pudar (Part 1)
“Suatu hari kita akan bertemu lagi.” Itulah yang aku ucapkan pada Rama, temanku ketika aku tinggal di Indonesia. Sejak kecil kami sering bermain karena rumah kami memang bersebelahan. Rama anaknya luc
0
0
Tentang Danial
Namanya Danial. Tepatnya Danial Atmijaya. Laki-laki tinggi dengan dua lesung pipi. Dia tidak tampan, tidak juga kaya raya. Dia bukan pangeran sekolah atau kapten dari klub olahraga apapun. Danial hany
0
0
Hitam Putih Si Marten
Tiga bulan sudah aku menjalin hubungan yang tak biasa dengan seorang gadis di pulau seberang. Berawal dari tanya jawab di grup belajar SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) tak disang
0
0
Me vs Cousin (Part 3)
Sikap Aska yang sekarang malah membuatku mengernyitkan dahi. Dia tak lagi memamerkan seringai jahilnya saat menatapku. Malah kalau bertemu, dia tak pernah sedikitpun melirikku. Seperti saat ini misaln
0
0
Sanubari Asmaraloka
alangkah baik kita ceritakan sedari awal mula sepasang insan dalam buana romansa memasang pandangan kepada satu sama lain. Begitulah asmara membuka kisahnya dengan tilikan membara. Seolah kedua bola m
0
0
Dia, Cinta Keduaku
Hai namaku Rein. Ibuku dulu sangat menyukai hujan sehingga ia memberiku nama itu. Tentu saja ini bukan kisah tentang bagaimana aku mendapat nama itu tapi ini kisahku bersama dia seseorang yang mungkin
0
0
Harus Kuberi Judul Apa Ini?
Dia Athan, lelaki manis bermata sendu. Lelaki yang gemar menyusun diksi demi diksi menjadi kalimat apik yang menawan, lelaki yang piawai menuliskan aksara. Dia Athan, lelaki yang menemaniku selama 8 b
0
0
Sepotong Janji
Aku dan dia begitu dekat. Melewati ribuan tenggelamnya matahari. Menjejaki ratusan ruang dan waktu. Dan entah sudah berapa puluh tetes air matanya yang telah tumpah di pundakku. Aku tetap di sini. Mem
0
0
Tentangku dan kak Asahi
Jalanan Seoul tampak sepi disaat awal musim semi ini, padahal jika dipikir-pikir banyak orang yang akan menyaksikan bunga sakura yang tumbuh dengan suburnya. Berwarna pink yang melekat pada kelopaknya
0
0
The Red Thread Denies Destiny (Part 2)
Kertas selanjutnya. ’22 april 2021 Ai-chan khawatir yah sama keadaan aku di rumah sakit? Ai-chan keliatan sedih banget pas aku lagi kritis di rumah sakit, sampai jagain aku sendirian, coba saja keluar
0
0
The Red Thread Denies Destiny (Part 1)
Aku sedang kebingungan di rumah seseorang, aku memutar kunci rumah itu dengan jari tanganku. Sedari tadi aku terus berdebat dengan isi otak dan hatiku, masuk ke rumah ini atau tidak? Tapi ini adalah r
0
0
Eclipse
Bulan bersinar, Tatap aku, Genggam tanganku, Maka akan kubuat kau jadi yang paling spesial. Legendanya berkata, jika di saat perayaan bulan purnama warna mata dua orang saling menyatu. Itu artinya kal
0
0
Fall With You, Tonight, See The World (Part 2)
Aku berjalan memasuki bandara dengan lelaki yang di cafe itu, masuk ke dalam dan diperiksa barang-barang kita, lalu kita check-in dan membawa boarding pass. Setelah sudah melakukan semuanya aku dan di
0
0
Fall With You, Tonight, See The World (Part 1)
“Lihatlah dia, lemah banget jadi orang!” “Hahahaha, dasar culun!” “Hey gimana kalau kita hancurkan badannya?” “Kayaknya asik juga, ayo!” Tubuh mungil ku diseret… Lalu dilempar ke dinding…. Rambutku di
0
0
Perfect Couple (Part 2)
Hujan datang… “Udah ujan nih, ayo neduh di bekas Halte Bus itu” kata Ryan sambil menunjuk Bekas Halte Bus 500 meter dari posisi Ryan dan Aku. Ryan langsung menuntunku berjalan ke Bekas Halte itu, Aku
0
0
Perfect Couple (Part 1)
Hari Sabtu Aku sudah selesai mandi, memakai handuk Pinknya, lalu masuk ke kamar. “Gak sabar bisa jalan jalan deh sama temen temen” katanya. Aku mengeringkan badannya lalu memakai baju yang sudah kusia
0
0
Berakhir
Suga namanya, harus tepat dalam pengucapannya, nggak usah ditambah R, cukup Suga saja. Orang bilang dirinya manis, tapi dia tidak merasa demikian dia hanya merasa dirinya sangat tampan saja. Saat diri
0
0
Aletta dan First Love
Aletta Kimberly tidak ada yang istimewa darinya gadis cupu dengan kacamata. Aletta ia jomblo belum memiliki kekasih. Satu-satunya harapan ia bertahan hidup terhadap penyakitnya cuma Devano. Devano mem
0
0
Benci Jadi Cinta (Part 2)
Aku lalu bergegas pulang dari Cafe itu. Cafe Rainbow Day. Aku menemui mama yang sedang duduk santai bersama papa di taman depan rumah. Mereka lalu menyuruhku untuk berganti pakaian dulu sebelum membic
0
0
Rasa Terlarang (Part 4)
Sebulan berlalu Setelah kejadian Siti pingsan dan kami sudah sangat dekat sekali, namun yang seperti kalian tahu aku hanya pengagum rahasianya, meski sering kali di depan umum aku selalu berlebihan pe
0
0